Sukses

Aktor Torro Margens Meninggal Dunia Akibat Infeksi Lambung

Aktor spesialis antagonis Indonesia, Torro Margens, meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat sakit infeksi lambung.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Hari ini, dunia perfilman Indonesia dikejutkan oleh kabar meninggalnya aktor senior Indonesia, Torro Margens, Jumat (4/1) dini hari. Penyebab meninggalnya aktor berusia 68 tahun itu diduga karena sakit infeksi lambung. Dilansir dari berbagai sumber, sebelum dilarikan ke rumah sakit pada November 2018 lalu dan dirawat selama lima hari, Torro sempat mengalami muntah darah saat melangsungkan proses syuting sebuah film di Yogyakarta.

Setelah kondisinya membaik, pria yang memiliki nama asli Sutoro Margono itu kembali pulang ke Jakarta untuk berobat jalan dan menghentikan segala aktivitas yang melelahkan, termasuk syuting. Menurut putranya, Toma Margens, kondisi mendiang sang ayah sempat membaik sepulang dari Yogyakarta. Selama beberapa minggu di Jakarta, Torro juga tidak menunjukkan gejala bahwa infeksi lambungnya akan kumat kembali.

Namun, ketika Torro berada di Sukabumi selama lima hari terakhir, ternyata infeksi lambungnya kambuh. Dilansir dari Liputan6.com, aktor yang dikenal lewat peran antagonis ini dilarikan ke sebuah rumah sakit di Sukabumi pukul 20.00 malam. Selama di sana, Torro dua kali muntah darah sebelum akhirnya memasuki masa-masa kritis. Lewat tengah malam, pria kelahiran Pemalang, 5 Juli 1950 itu mengembuskan napas terakhirnya.

Mengenal infeksi lambung

Sementara itu, Toma Margens sempat mengatakan kepada awak media bahwa ayahnya adalah orang yang tidak pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya. Dengan keluarga, Torro juga tidak pernah menunjukkan gejala sakit parah, apalagi infeksi lambung. Berkaca dari hal ini, seberapa parah dan menakutkan penyakit infeksi lambung hingga bisa menyebabkan kematian?

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, salah satu masalah kesehatan di saluran pencernaan yang sering menghampiri adalah gastritis atau infeksi lambung. Gastritis berasal dari kata “gaster” yang artinya lambung, dan “itis” yang berarti inflamasi atau peradangan. Jadi, infeksi lambung merupakan proses inflamasi yang terjadi di lapisan mukosa dan submukosa dinding lambung.

“Peradangan pada lambung disebabkan oleh sistem perlindungan mukosa lambung yang tidak mampu lagi melindungi lambung akibat paparan berbagai zat yang merugikan secara terus-menerus,” ujar dr. Andika. Salah satu faktor utama pencetus infeksi lambung ini adalah bakteri Helicobacter pylori.

Selain bakteri Helicobacter pylori, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, beberapa hal seperti penggunaan analgesik atau obat antinyeri secara berlebihan, stres, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan pedas secara berlebihan, serta adanya penyakit autoimun juga bisa memicu terjadinya infeksi lambung kronis.

Ditambahkannya, penyakit infeksi lambung kronis pasti telah menunjukkan gejala sebelumnya. Hanya saja, sebagian orang menyepelekan gejala infeksi tersebut karena dianggap sakit mag biasa.

“Gejala yang dapat muncul pada infeksi lambung, meliputi nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, sering bersendawa, mudah kenyang, serta sering buang angin,” tutur dr. Andika. Di sisi lain, menurut dia, muntah darah atau hematemesis yang dialami Torro Margens memang biasa terjadi pada penderita tukak lambung kronis.

Untuk mencegah perlukaan dan infeksi lambung seperti yang dialami Torro Magens, Anda bisa menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi segala pemicunya, seperti merokok, minum alkohol, dan sering makan terlalu pedas. Selain itu, jika masalah lambung kerap muncul, janganlah dianggap sepele. Konsultasikan kepada dokter dan bila perlu lakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengetahui kondisi kesehatan lambung Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar