Sukses

Berapa Banyak Kebutuhan Cairan Ibu Hamil?

Ibu hamil tidak boleh sampai kurang minum. Berikut jumlah kebutuhan cairan yang diperlukan.

Secara alami, kebutuhan cairan tubuh ibu hamil meningkat. Selain untuk membentuk cairan ketuban dan memenuhi kebutuhan aliran darah ke janin, air juga mengandung fluorida yang dapat membantu perkembangan gigi dan tulang janin.

Sementara itu, pentingnya kebutuhan cairan ibu hamil yang terpenuhi dapat mencegah masalah-masalah yang kerap muncul atau memberat saat hamil. Beberapa di antaranya konstipasi, ambeien, dan infeksi saluran kemih.

Konsumsi air yang cukup akan melunakkan tinja sehingga BAB lebih lancar dan tidak memicu wasir, serta mengencerkan urine sehingga tidak banyak kuman yang mengendap dan menimbulkan infeksi.

Perlu diketahui, kebutuhan cairan saat hamil penting untuk dipenuhi, terutama pada trimester terakhir kehamilan. Bila sampai dehidrasi, ibu hamil dapat mengalami mulas-mulas atau kontraksi, yang memicu persalinan prematur.

1 dari 4 halaman

Kebutuhan Cairan Ibu Hamil

National Academy of Medicine menyarankan ibu hamil untuk meminum 8-10 gelas air per hari dengan jumlah total kurang lebih 2,3 liter per hari. Ditambah yang berasal dari makanan, seperti buah dan sayur, sehingga total asupan cairan menjadi 3 liter per hari.

Lantas, bagaimana dengan kebutuhan cairan ibu hamil? Ternyata kebutuhan cairan akan berbeda-beda pada setiap ibu hamil karena adanya pengaruh faktor-faktor lain, seperti suhu, kelembapan udara, tingkat aktivitas, dan olahraga.

Artikel Lainnya: Kenali 6 Tanda Ibu Hamil Kekurangan Cairan

Umumnya, ibu hamil yang tinggal di lingkungan lembap dan panas atau di dataran tinggi membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak. Demikian pula ibu hamil yang cenderung aktif atau rutin berolahraga.

Oleh sebab itu, tak perlu khawatir bila kebutuhan cairan Anda saat hamil ternyata lebih banyak atau lebih sedikit daripada ibu hamil lainnya.

2 dari 4 halaman

Dampak Kekurangan Cairan Saat Hamil

Kebutuhan cairan tubuh telah tercukupi apabila urine tampak kuning muda atau bening. Sebaliknya, bila kebutuhan cairan belum cukup, urine akan berwarna kuning pekat.

Selain dari warna, kekurangan cairan pada ibu hamil dapat menunjukkan gejala seperti frekuensi BAK akan berkurang, kurang berkeringat, sulit fokus, sering mengantuk, hingga muncul rasa melayang atau lemas.

Kekurangan cairan pada ibu hamil juga bisa picu berbagai komplikasi dan gangguan kehamilan, seperti:

  • Risiko Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat berbahaya jika terjadi selama kehamilan. Bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat menyebar dan menginfeksi organ lain yang dapat menyebabkan kehamilan jadi terganggu.

Risiko ISK ini akan meningkat jika Anda jarang berkemih yang biasanya dipicu oleh kurangnya cairan tubuh.

Artikel Lainnya: Bahaya Infeksi Saluran Kemih bagi Ibu Hamil

  • Air Ketuban Sedikit

Air ketuban merupakan ‘rumah’ bagi janin, terutama saat trimester awal kehamilan. Air ketuban yang cukup akan memberi janin cukup ruang untuk bergerak dan bertumbuh.

Jumlah air ketuban ini sangat dipengaruhi oleh jumlah air yang diminum oleh sang ibu. Kebutuhan cairan pada ibu hamil yang tidak terpenuhi mengakibatkan kurangnya air ketuban sehingga dapat mengganggu posisi dan proses tumbuh kembang janin.

  • Sakit Kepala atau Migrain

Sering mengalami sakit kepala atau migrain saat hamil? Bisa jadi dehidrasi adalah penyebabnya. Kondisi ini dapat terjadi akibat kekurangan cairan pada ibu hamil.

Karena kebutuhan cairan ibu hamil yang tinggi, kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tubuh mengirimkan tanda bahaya agar ibu minum lebih banyak air. Tanda bahaya tersebut dapat ditunjukkan oleh sakit kepala atau migrain.

Oleh karena itu, minum banyak air adalah salah satu cara termudah untuk mencegah sakit kepala pada ibu hamil.

  • Risiko Kelahiran Prematur

Kurangnya cairan tubuh dan air ketuban yang sedikit dapat meningkatkan risiko kontraksi lebih awal, bahkan risiko kelahiran prematur. Meski ini adalah kondisi yang sangat jarang, memenuhi kebutuhan cairan tak akan pernah merugikan untuk dilakukan.

Artikel Lainnya: Minum Air Kelapa, Amankah untuk Ibu Hamil?

3 dari 4 halaman

Cara Penuhi Kebutuhan Cairan Ibu Hamil

Mengetahui bahaya dari kekurangan cairan pada kehamilan, Anda tentu semakin menyadari bahwa memenuhi kebutuhan cairan harian sangatlah penting. Kebutuhan cairan ibu hamil dapat dipenuhi dengan kiat-kiat berikut:

  • Cukupi kebutuhan cairan dari air putih. Minum air putih adalah cara termudah untuk memenuhi sekaligus mengatasi kekurangan cairan pada ibu hamil.
  • Konsumsi buah dan sayur. Selain air, kebutuhan cairan tubuh juga dapat dipenuhi melalui konsumsi buah dan sayur tinggi serat, misalnya semangka, melon, kelapa dan airnya, stroberi, jeruk, jeruk bali, nanas, anggur, belimbing, selada air, tomat, dan timun.
  • Siasati kondisi malas minum akibat muntah-muntah dengan minum sedikit, tetapi sering. Bila tidak suka rasa air tawar, Anda bisa menambahkan perasan jeruk nipis atau buah lain yang disukai untuk memberi rasa.
  • Pastikan Anda selalu menyediakan botol minum di tas, di mobil, atau di tempat kerja agar Anda selalu ingat untuk minum. Biasakan pula untuk meminum satu gelas air pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan satu gelas pada malam hari sebelum tidur.

Demikian pembahasan mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh ketika hamil. Cara-cara di atas akan membantu memastikan kebutuhan cairan ibu hamil tetap terpenuhi.

Apabila memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan lainnya, jangan sungkan untuk menanyakan kepada dokter melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar