Sukses

Deteksi Dini Kanker Mulut dengan SAMURI

Meningkatnya kasus kanker mulut dan tingginya angka kematian akibat penyakit ini, Anda perlu lakukan deteksi dini dengan SAMURI.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Di Indonesia, kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara dan serviks. Pada pria, kanker terbanyak adalah kanker paru dan kolorektal. Salah satu jenis kanker yang harus mendapat perhatian sama besarnya adalah kanker rongga mulut (disederhanakan sebagai kanker mulut). Seperti kanker lainnya, selain dengan mencegah faktor risiko, deteksi dini dengan SAMURI sangat penting untuk menentukan tingkat kesembuhan.

Dalam acara “Cegah Kematian akibat Kanker Rongga Mulut dengan Deteksi Dini Lesi Pra-Kanker” pada hari Kamis (13/12) di kawasan Menteng, Jakarta, fakta mengenai kanker mulut dibeberkan. Di dunia, angka kematian yang disebabkan kanker mulut sangat tinggi, yaitu 50 persen. Sedangkan di Indonesia, jumlah penderita kanker mulut tercatat 5.392 pada tahun 2012, dan diproyeksikan akan meningkat hingga 21,5 persen pada tahun 2020.

Berbagai faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut antara lain: merokok, mengunyah tembakau, konsumsi alkohol, virus, pola makan, serta latar belakang genetik. Tak hanya itu, dalam studi baru juga diungkapkan bahwa kebiasaan menyirih juga dapat menyebabkan kanker mulut.

Dikatakan oleh drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia (ISPMI), ada studi yang dilakukan di Jakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasilnya, faktor risiko penyebab kanker mulut di Jakarta dan NTT yang tertinggi adalah merokok, mengunyah sirih, konsumsi alkohol, dan faktor lainnya. Di NTT, penyebab utama tertinggi adalah buah pinang, tembakau, dan konsumsi alkohol. Penderita kanker mulut terbanyak adalah pria berusia di atas 40 tahun.

Berawal dari lesi prakanker

Kembali dijelaskan oleh drg. Rahmi, 64 persen kanker mulut dapat diawali oleh lesi prakanker. Lesi merupakan istilah kedokteran yang merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh.

“Tanda-tanda awal kanker mulut dikenali dengan adanya perubahan warna, tekstur, serta luka yang tak sembuh-sembuh selama lebih dari satu bulan. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita kanker mulut karena tidak ada rasa sakit dan tidak mengetahui tanda-tandanya,” jelas drg. Rahmi.

Juga ditambahkan oleh drg. Rahmi, angka bertahan hidup kanker mulut tergolong kecil, yaitu di bawah 3 tahun. Apabila lesi prakanker dapat ditemukan dan kemunduran selnya belum terlalu jauh, serta respons pengobatan masih baik, maka angka bertahan hidup dapat meningkat lebih dari 80 persen atau di atas 5 tahun.

1 dari 2 halaman

Pentingnya SAMURI

Mungkin Anda lebih familier dengan SADARI (periksa payudara sendiri), sebagai salah satu deteksi dini kanker payudara. Nah, karena kanker mulut angkanya mulai mengkhawatirkan, ISPMI tengah gencar melakukan edukasi dan sosialisasi, yang salah satunya adalah dengan gerakan SAMURI, yaitu periksa mulut sendiri sebagai deteksi kanker mulut.

Pertama, cucilah tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir, lalu berdiri atau duduk di depan cermin. Langkah selanjutnya, dengan bantuan kedua tangan, periksalah:

  • Bibir bagian atas dan bawah
  • Gusi atas dan bawah
  • Bagian dalam pipi kanan dan kiri
  • Lidah bagian atas dan bawah
  • Lidah sisi kanan dan kiri
  • Rongga mulut atas dan bawah.

Selain SAMURI, Anda juga dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik. Caranya gosoklah gigi dengan pasta gigi berfluorida secara rutin 2 kali sehari (pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur), lakukan pembersihan karang gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali, serta kontrol rutin untuk mengetahui apakah ada gigi berlubang atau penyakit mulut lainnya.

Cara pencegahan kanker mulut yang paling sederhana adalah dengan mendeteksi keberadaannya sedini mungkin. Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat menjadi langkah awal untuk mewaspadai bila terdapat luka  dalam mulut yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Jauhi juga faktor risiko kanker mulut serta lakukan SAMURI secara rutin. Jika semuanya dilakukan, termasuk menjaga gaya hidup tetap sehat, prevalensi dan risiko kematian karena kanker mulut dapat dikurangi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar