Sukses

Buah Kering, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Anda rutin mengonsumsi buah kering? Yuk, kenali baik dan buruknya untuk kesehatan Anda dengan menyimak penjelasan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Buah kering semakin ‘naik daun’ ketika orang berlomba-lomba ingin menjalankan pola makan sehat, yakni dengan menambahkannya sebagai taburan oatmeal atau sebagai camilan di sore hari. Tapi, benarkah jenis makanan manis ini aman untuk dikonsumsi secara rutin?

Buah kering adalah buah yang telah mengalami proses pengeringan, sehingga kandungan air di dalamnya terbuang. Beberap contoh buah kering yang cukup populer adalah kismis, kurma, plum, buah ara, dan aprikot.

Varietas lain dari buah kering juga tersedia dalam bentuk manisan –termasuk mangga, nanas, cranberry, pisang dan apel. Karena telah melewati tahap pengawetan, buah kering lebih tahan lama untuk disimpan, dibanding Anda menyimpan buah segar.

Karena hal ini juga akhirnya orang lebih senang membawa buah kering untuk dibawa sebagai camilan saat melakukan perjalanan panjang, di mana lemari pendingin tidak tersedia.

Manfaat mengonsumsi buah kering

Tak berbeda jauh dengan buah segar, buah kering dikenal bergizi dan dapat memberikan khasiat yang signifikan untuk tubuh. Dalam satu potong buah kering terkandung jumlah nutrisi yang sama dengan buah segar.

Dibandingkan dengan makanan lainnya, buah kering bisa mengandung hingga 3,5 kali serat, vitamin dan mineral. Oleh karena itu, satu porsi buah kering dapat membantu melengkapi kebutuhan asupan harian yang disarankan dari banyak jenis vitamin dan mineral, seperti folat.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, buah kering mengandung banyak serat dan merupakan sumber antioksidan yang mumpuni, terutama polifenol. Kandungan tersebut bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah, menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan risiko kerusakan oksidatif dan sejumlah penyakit lainnya.

Meski demikian, kandungan vitamin dalam buah kering berkurang secara signifikan karena mengalami proses pengeringan. Tapi tenang saja, buah kering tetap baik untuk dikonsumsi.

Pada kismis misalnya, terkandung serat, kalium dan berbagai nutrisi penting sebagai penunjang kesehatan, meskipun kadar vitamin di dalamnya telah berkurang. Buah kering ini juga memiliki nilai indeks glikemik rendah, sehingga tidak berisiko menyebabkan diabetes melitus.

Manfaat kismis dan beberapa jenis buah kering lainnya meliputi:

  • Menstabilkan tekanan darah
  • Membantu mengontrol gula darah
  • Meminimalkan peradangan
  • Menurunkan kolesterol
  • Meningkatkan rasa kenyang

Dengan beragam manfaat di atas, jangan ragu untuk membawa serta buah kering sebagai camilan sehat pengganti makanan manis Anda.

1 dari 2 halaman

Sisi lain konsumsi buah kering

Meski memiliki berbagai manfaat, nyatanya buah kering juga bisa berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan, terutama yang diberi gula tambahan. Karena buah kering yang dijual di pasaran cenderung mengandung gula tambahan. Itulah mengapa buah kering yang dijual di toko-toko sangat tinggi kalori dan gula, termasuk glukosa serta fruktosa.

Pada dasarnya, sekitar 22–51 persen kandungan gula dalam buah kering adalah fruktosa. Konsumsi fruktosa yang berlebih dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti peningkatan risiko kenaikan berat badan, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Bila buah kering Anda diberi gula tambahan, akan semakin tinggi bahayanya.

Perlu Anda ketahui juga, beberapa produsen menambahkan pengawet bernama sulfit yang membuat buah kering terlihat lebih menarik dan mencegah perubahan warna. Ini berlaku terutama untuk buah berwarna cerah, seperti aprikot dan kismis.

Masalahnya, beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap sulfit, dan merespons dengan munculnya kram perut, ruam kulit serta serangan asma. Untuk menghindari sulfit, pilih buah kering yang berwarna cokelat atau keabu-abuan daripada yang berwarna cerah.

Buah kering yang tidak disimpan dan ditangani dengan benar juga dapat terkontaminasi dengan jamur, aflatoksin dan senyawa beracun lainnya. Oleh karena itu, biasakan mengonsumsi buah kering dalam takaran yang seimbang serta tak boleh berlebihan.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, konsumsi buah kering memang baik, namun sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai pengganti buah segar.

“Banyak mikronutrien yang hilang saat proses pengeringan buah, sehingga berbagai jenis vitamin yang larut dalam air tidak bisa Anda peroleh bila mengonsumsi buah kering saja. Tetap lengkapi kebutuhan vitamin harian Anda dengan makan buah segar setiap hari,” jelasnya.

Jadi, buah kering memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, konsumsi buah kering juga tetap harus disertai dengan asupan buah segar agar kebutuhan nutrisi harian Anda tetap terpenuhi. Imbangi asupan buah dengan rutin berolahraga setiap hari agar tubuh senantiasa sehat dan kuat.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar