Sukses

Mana Lebih Penting di Akhir Minggu, Tidur atau Olahraga?

Akhir minggu tiba, lebih enak tidur atau olahraga, ya? Mari kenali dampak dari kedua opsi tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Apa rencana Anda pada akhir minggu nanti? Mungkin ada yang ingin menjelajah kuliner baru, berolahraga bersama keluarga di car free day, atau bahkan tidur saja di kasur. Tapi sebenarnya, mana yang lebih baik dilakukan sebelum hari Senin tiba: tidur atau olahraga?

Kedua pilihan tersebut pada dasarnya sama-sama baik. Tidur dapat memberikan Anda energi, memperbaiki otot-otot, hingga menyeimbangkan hormon. Di sisi lain, olahraga juga mampu meningkatkan energi, suasana hati, dan metabolisme tubuh.

Akan tetapi, jika Anda hanya memiliki 30 menit ekstra untuk dihabiskan, maka apa yang akan Anda pilih? Tidur atau olahraga? Bisa jadi kedua opsi tersebut amatlah berat. Namun tetap, Anda harus memilih secara bijak agar dapat memanfaatkan akhir minggu dengan sebaik-baiknya.

Tidur = olahraga yang baik bagi tubuh

Dilansir Verywell Health, meski terdengar mengejutkan, sejumlah dokter menyarankan Anda untuk memprioritaskan tidur. Kurang berolahraga tentu dapat memicu obesitas dan penyakit kardiovaskular, namun kurang tidur yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah seperti penyakit jantung, penyakit serebrovaskular, obesitas, dan diabetes!

Ketika Anda tidak cukup tidur, tubuh akan melepaskan mediator peradangan seperti protein c-reaktif, kortisol, dan adrenalin yang berlebihan. Seseorang perlu memenuhi jam tidurnya untuk membersihkan racun yang menumpuk di otak selama siang hari.

Tentu, penting bagi Anda untuk berolahraga secara teratur demi hidup yang sehat. Namun jika sudah lelah dan mengantuk, lebih baik Anda memilih tidur daripada berolahraga. Faktanya, tidur bisa jadi salah satu olahraga terbaik yang bisa Anda berikan pada tubuh. Dengan tidur, Anda dapat memulihkan tenaga sehingga bisa beraktivitas dengan optimal lagi keesokan harinya.

Kiat agar tidur lebih berkualitas

Sayangnya bagi beberapa orang, memenuhi waktu tidur tidaklah mudah. Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, tidur yang tidak nyenyak dapat disebabkan oleh:

  • Pencahayaan yang terlalu terang
  • Kondisi psikis tertentu, seperti gangguan cemas, depresi, atau lainnya
  • Sedang mengalami penyakit tertentu, seperti gangguan pernapasan, nyeri kepala, atau penyakit lain yang membuat tidur tidak nyaman
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Berbagai macam gangguan tidur, contohnya insomnia dan sleep apnea.

Anda dapat menerapkan kiat-kiat berikut untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas:

1. Buat jadwal tidur dan bangun yang teratur

Tetapkan jadwal tidur dan bangun yang teratur setiap hari. Artinya, Anda perlu tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya, sekalipun hari libur. “Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya akan memprogram tubuh untuk tidur lebih baik,” kata dr. Sara.

2. Ciptakan lingkungan tidur yang baik

Temperatur, pencahayaan, dan suara sebaiknya dikontrol sehingga membantu Anda mudah terlelap dan tidak terjaga pada dini hari. dr. Sara menyarankan agar Anda mematikan lampu saat tidur. Suhu kamar juga tidak boleh terlalu dingin atau panas.

3. Kurangi kafein

Asupan berkafein seperti teh dan kopi harus dikurangi. “Efek kafein dapat bertahan hingga 24 jam sehingga bisa menganggu tidur. Minumlah susu hangat sebagai gantinya,” jelas dr. Sara.

4. Jangan merokok dan minum alkohol

Alkohol dapat mengganggu tidur, begitu pula rokok. “Seorang perokok biasanya sulit untuk terlelap, dan lebih sering mengalami gangguan tidur,” kata dr. Sara.

5. Relaksasi sebelum tidur

Cobalah untuk melakukan relaksasi sebelum tidur. Bisa dengan mandi menggunakan air hangat, mendengarkan musik yang pelan, atau melakukan yoga.

Sudah tahu, kan, mana yang harus dipilih antara tidur dan olahraga? Keduanya memang bermanfaat, tapi jika Anda sudah sangat lelah pada akhir minggu, tidur sesungguhnya lebih baik daripada olahraga. Asalkan Anda tidak tidur dan bermalas-malasan secara berlebihan, ya!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar