Sukses

Panduan Pola Makan untuk Penderita HIV/AIDS

Penderita HIV/AIDS perlu asupan nutrisi yang baik untuk memperlambat efek virus dan kuman merusak pertahanan tubuhnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum bahwa kekebalan tubuh dari penderita HIV/AIDS kian hari kian menurun. Untuk itulah, mereka perlu asupan nutrisi yang baik untuk memperlambat efek virus dan kuman yang merusak pertahanan tubuhnya. Bila penderita HIV/AIDS tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, tubuh mereka tidak memiliki bahan bakar untuk menyediakan energi. Risiko memiliki badan yang kurus, lemah, dan mudah terserang komplikasi pun bisa terjadi.

Dilansir dari WebMD, ada beberapa pola makan sehat yang bisa diterapkan penderita HIV/AIDS. Meski pada dasarnya hampir mirip dengan tips makan sehat bagi penderita penyakit lain, tak ada salahnya pola makan sehat ini dicoba. Anda yang sedang merawat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga perlu mengetahui kiat makan sederhana berikut ini supaya mudah dalam menyiapkannya.

Adapun pola makan sehat yang dimaksud antara lain:

  • Makan banyak buah dan sayuran. Kedua makanan tersebut kaya akan antioksidan yang dapat melindungi sistem kekebalan tubuh Anda. Saat Anda makan, usahakan setengah piring Anda diisi oleh sayur dan buah, sisanya seimbangkan saja antara protein dan karbohidrat. Makin rutin Anda menerapkan pola tersebut, makin banyak mineral dan vitamin yang terserap dalam tubuh. Dengan begitu, keganasan virus bisa diminimalkan.
  • Pilihlah protein tanpa lemak. Sebab, tubuh Anda menggunakan protein untuk membangun otot dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, protein tanpa lemak yang dapat Anda konsumsi adalah daging sapi tanpa lemak, daging unggas tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Semakin kurus tubuh penderita HIV/AIDS, umumnya semakin banyak pula protein yang dibutuhkan. Agar Anda memiliki takaran protein terbaik sesuai kondisi tubuh, sebaiknya konsultasikanlah kepada dokter dan ahli gizi.
  • Ganti nasi putih dengan nasi merah atau roti gandum. Ini dilakukan karena nasi merah dan roti gandum mengandung vitamin B dan banyak serat. Apabila Anda mengonsumsi banyak serat, peluang Anda untuk mendapat deposit lemak lipodistrofi (efek samping HIV/AIDS) juga semakin kecil.
  • Batasi gula dan garam, agar kondisi tidak semakin buruk. Jangan gunakan takaran saat Anda masih sehat seperti dulu.
  • Dapatkan lemak sehat hanya dari minyak zaitun, kacang, dan alpukat. Jauhi makanan cepat saji yang mengandung banyak lemak jahat.
  • Jika Anda kehilangan nafsu makan, mual, dan sulit menelan, konsultasikan hal tersebut kepada dokter. Biasanya, demi mendapatkan nutrisi yang cukup sekalipun ada gejala tersebut, dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi protein shake atau smoothie.
  • Masak makanan hingga matang. Jangan sampai teksturnya terlalu keras dan mengiritasi organ dalam.
  • Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering untuk menghindari mual, ketimbang makan dalam porsi banyak tiga kali sehari.
  • Perbanyak asupan cairan. Bagi penderita HIV/AIDS, setidaknya Anda perlu meneguk air putih sebanyak 8-10 gelas per hari. Sebab, cairan membantu membawa nutrisi ke seluruh tubuh dan meringankan efek samping obat-obatan.

Selain itu, sebisa mungkin Anda harus menghindari risiko keracunan makanan dengan menerapkan kebiasaan, seperti:

  1. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan dan sesudah beraktivitas.
  2. Cuci peralatan makan dan memasak sampai bersih. Keringkan dan letakkan di tempat yang tidak lembap.
  3. Hindari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang.
  4. Sebelum diolah, cuci bersih semua buah dan sayuran.
  5. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa.
  6. Sebelum mengonsumsi makanan sisa, sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu.
  7. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya konsumsilah air kemasan ketimbang air keran layak minum. Hindari juga makanan atau minuman yang tidak dipasteurisasi.

Itulah panduan pola makan sehat yang bisa diterapkan bagi penderita HIV/AIDS. Dengan menjaga makanan yang seimbang, penderita HIV/AIDS akan punya cadangan energi dan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Tubuh juga akan mempunyai kemampuan lebih dalam mempertahankan dan memperlambat komplikasi penyakit. Terakhir, Anda yang sehat dapat terus memberi dukungan kepada ODHA dengan membantu mereka menyiapkan menu sehat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar