Sukses

Panduan Pola Makan untuk Penderita HIV/AIDS

Nutrisi harian penderita HIV perlu diperhatikan untuk memperlambat efek penyakit yang dapat menurunkan kekebalan tubuhnya.

Bagi seseorang dengan HIV, asupan nutrisi harian merupakan salah satu hal penting yang patut diperhatikan. Pola makan penderita HIV perlu ditinjau karena tubuh akan mengalami berbagai perubahan, baik akibat dari obat yang dikonsumsi maupun dari penyakit HIV sendiri. 

Jika pola makan tidak dicermati, maka penderita akan berisiko mengalami penurunan berat badan yang sangat ekstrem, rentan mengidap infeksi, serta terserang diare berkepanjangan dan berulang kali.

1 dari 2 halaman

Pola Makan Sehat untuk Penderita HIV/AIDS

Panduan pola makan penderita HIV/AIDS berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian sehingga dapat membantu penderita untuk meningkatkan kualitas hidup. Berikut di antaranya: 

  1. Konsumsi Banyak Serat

Vitamin dan mineral berfungsi untuk mengatur berbagai proses dalam tubuh. Makanan untuk penderita HIV/AIDS memerlukan dua kandungan nutrisi tersebut untuk memperbaiki dan menyembuhkan sel tubuh yang rusak, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Anda dapat memperoleh vitamin dan mineral dari berbagai sumber makanan, sebagai berikut:

  • Vitamin A dan beta-karoten: sayur berwarna hijau gelap, kuning, oranye atau merah, telur, susu.
  • Vitamin B: daging, ayam, ikan, alpukat, brokoli.
  • Vitamin C: buah jeruk.
  • Vitamin E: sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan.
  • Selenium: kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan minyak sayur.
  • Zink: daging, ikan, unggas, susu dan produk olahannya.

Artikel Lainnya: Ini yang Dialami Tubuh Saat Kena Gejala HIV

  1. Pilih Protein Tanpa Lemak

Makanan dengan protein rendah lemak diperlukan penderita HIV karena dapat menjadi sumber yang baik untuk membangun otot, organ, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Berikut ini adalah panduan pola makan untuk penderita HIV agar memperoleh protein sesuai dengan kebutuhan.

  • Seorang pria yang positif HIV, 100-150 gram protein per hari.
  • Seorang pria yang positif HIV, 80-100 gram protein per hari.
  • Jika mengidap penyakit ginjal, hindari menambah 15-20 persen kalori dari protein karena akan membebankan kerja ginjal.
  • Pilih daging bebas lemak atau buang lemak saat Anda mengolahnya, buang kulit pada ayam maupun unggas lainnya, serta pilih ikan dan susu serta produk olahannya yang rendah lemak.

Artikel Lainnya: Makanan Kaleng Mengandung Virus HIV, Fakta atau Hoax?

  1. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Kalori

Kalori yang terdapat dalam makanan akan berperan sebagai ‘bensin’ bagi tubuh untuk bekerja. Agar dapat menjaga massa tubuh yang baik tanpa kadar lemak berlebihan, penderita perlu meningkatkan asupan kalori.

Namun, ingatlah untuk menghindari sumber kalori dari makanan dan minuman yang mengandung kadar gula dan garam tinggi. Anda dapat mengikuti panduan pola makan penderita HIV berikut ini.

  • Konsumsi 17 kalori per ½ kilogram berat badan, apabila sedang menjaga berat badan.
  • Konsumsi 20 kalori per ½ kilogram berat badan, apabila memiliki infeksi sekunder.
  • Konsumsi 25 kalori per ½ kilogram berat badan, apabila sedang mengalami penurunan berat badan.
  1. Konsumsi Karbohidrat yang Tepat

Nasi merah atau roti gandum adalah sumber karbohidrat yang baik. Makanan untuk penderita HIV ini mengandung vitamin B dan banyak serat. Jika mengonsumsi banyak serat, peluang Anda untuk mendapat deposit lemak lipodistrofi (efek samping HIV/AIDS) juga semakin kecil.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Infeksi Mematikan pada Penderita HIV/AIDS

  1. Perbanyak Asupan Cairan

Bagi penderita HIV/AIDS, setidaknya Anda perlu meneguk air putih sebanyak 8-10 gelas per hari. Sebab, cairan membantu membawa nutrisi ke seluruh tubuh dan meringankan efek samping obat-obatan.

  1. Hindari Konsumsi Makanan dengan Lemak Jahat

Baik makanan padat maupun camilan, pastikan makanan untuk penderita HIV tidak mengandung lemak jahat. Berikut panduannya:

  • Lima hingga enam porsi (tiga gelas) buah dan sayuran per harinya.
  • Pilih buah dan sayuran dengan berbagai macam warna untuk mendapatkan nutrisi yang bervariasi.
  • Pilihlah gandum utuh dan polong-polongan seperti beras cokelat dan quinoa.
  • Batasi konsumsi makanan mengandung gula seperti permen, kue, biskuit, atau es krim.

Meski begitu, lemak memberikan energi ekstra. Untuk itu, Anda perlu mengonsumsi lemak baik dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Porsikan agar lemak yang dikonsumsi sebesar 30 persen dari total kalori harian.
  • Dapatkan 10 persen kalori per hari dari lemak tunggal tak jenuh (kacang dan biji-bijian, alpukat, ikan, minyak kanola, dan minyak zaitun).
  • Konsumsi sebanyak maksimal 10 persen kalori harian dari lemak ganda tak jenuh (ikan, kacang walnut, jagung, kuaci, dan kedelai) dan 7 persen dari lemak jenuh (unggas dengan kulitnya, mentega, susu murni, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit).

Makanan untuk penderita HIV sebetulnya sama dengan orang yang tidak mengidap HIV. Bedanya, penderita membutuhkan jumlah yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan harian. Anda dapat mengikuti panduan pola makan penderita HIV di atas.

Namun, jika sulit untuk memenuhi semua nutrisi yang didapatkan dari sumber makanan, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter. Dokter mungkin akan menyarankan agar penderita mengonsumsi multivitamin atau tablet mineral untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Semoga bermanfaat!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar