Sukses

Dampak Pola Asuh Toxic Parents pada Tumbuh Kembang Anak

Toxic parents memiliki pola asuh yang tidak menghargai anak, dan lebih mementingkan diri sendiri. Ini efek negatifnya bagi anak.

Klikdokter.com, Jakarta Menjadi orang tua bukanlah suatu hal yang mudah ataupun instan. Ada banyak pelajaran yang mesti dipahami setiap orang yang berencana menjadi ayah atau ibu. Bagi Anda yang baru saja menjadi orang tua, ada baiknya mengenali apa itu istilah toxic parents, dan memastikan bahwa Anda bukanlah salah satu dari orang tua yang memiliki pola asuh merugikan tersebut.

Secara umum, toxic parents dapat diartikan sebagai orang tua yang memiliki perilaku negatif, yang dapat menimbulkan kerusakan emosional pada diri anak-anak yang diasuhnya.

Perilaku yang dimaksud negatif tersebut dapat beragam. Beberapa di antaranya adalah sikap merendahkan atau melecehkan anak secara verbal, fisik, bahkan seksual. Ada pula perilaku kerap membentak anak dan menyalahkannya dalam kondisi-kondisi yang sesungguhnya di luar kuasa anak. Selain itu, orang tua yang tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya juga termasuk ke dalam pola asuh beracun.

Kondisi ini dapat diperburuk dengan rendahnya kesadaran orang tua bahwa pola asuh yang mereka lakukan termasuk merugikan, bahkan merusak. Sering kali, hal ini disebabkan oleh adanya kebiasaan atau pengalaman masa kecil si orang tua, sehingga saat dewasa perilaku ini kemudian dianggap wajar atau bahkan sudah dipersiapkan sebagai pembalasan.

Luka emosional yang tidak ditangani dan diterapi dengan baik secara sehat, juga dapat menyebabkan seseorang menjadi toxic parent saat kemudian memiliki anak.

Efek pola asuh toxic parents

Menjadi orang tua merupakan ladang kesalahan, karena sebenarnya tidak ada ayah ataupun ibu yang sempurna. Anda tidak otomatis menjadi orang tua saat memiliki anak. Kemampuan mengasuh sebagai orang tua akan berkembang dalam diri seiring dengan tumbuh kembang anak. Namun, penting untuk mengetahui apakah gaya pola asuh yang Anda lakukan selama ini termasuk merugikan anak atau tidak. Jika memang ya, segeralah mengevaluasinya.

Anak-anak dari toxic parents sering kali terbiasa untuk menyalahkan diri sendiri atas perilaku negatif orang tua yang diterimanya. Kondisi ini tak jarang terbawa hingga dewasa. Mereka kemudian tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri, memiliki citra diri yang buruk, merasa tidak berharga, dan gangguan mental lainnya.

Lebih buruk lagi, jika anak sebagai pribadi dewasa tidak mampu mengobati luka hatinya akibat riwayat pola asuh orang tuanya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hubungan anak dengan pasangannya saat ia dewasa nanti dan saat ia sendiri menjadi orang tua. Inilah mengapa toxic parenting sering kali merupakan sebuah siklus yang sulit untuk diputus mata rantainya.

Maka itu, penting untuk memutus mata rantai toxic parenting ini sedini mungkin. Anda tidak bisa mengubah masa lalu Anda, atau masa kecil Anda bersama orang tua. Namun, Anda bisa mengevaluasi dan memperbaiki hubungan Anda dengan anak Anda. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

Kenali ciri-ciri toxic parents dan introspeksi kembali diri Anda bersama pasangan. Jika merasa pola asuh Anda selama ini menghambat proses tumbuh kembang anak, gunakan strategi baru dalam mengasuh dan mendidik anak. Yang terpenting adalah mengakui kepada diri sendiri bahwa hal tersebut memang terjadi, sehingga kemudian Anda memiliki kesadaran untuk berusaha mengubahnya menjadi lebih baik. Jika ada kesulitan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pakar psikologi keluarga dan anak sebagai tenaga profesional.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar