Sukses

Selain Kucing, Ini Hewan Lain yang Bisa Tularkan Toksoplasma

Karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin jika terinfeksi pada ibu hamil, toksoplasma jadi salah satu kuman yang ditakuti masyarakat.

Klikdokter.com, Jakarta “Jangan pelihara kucing, nanti terkena toksoplasma”. Pernyataan ini pasti sering Anda dengar dalam kehidupan sehari-hari. Toksoplasma memang salah satu jenis kuman yang ditakuti masyarakat. Kuman ini dapat menyebabkan kecacatan pada janin jika menginfeksi ibu hamil. Selain itu, pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah, toksoplasma dapat menyebabkan infeksi pada otak.

Lantas, apakah hanya kucing yang dapat menularkan toksoplasma? Ternyata tidak, ada beberapa jenis hewan lain yang dapat menularkan toksoplasma.

Mengenal toksoplasma lebih dalam

Toksoplasma bukanlah virus atau bakteri, melainkan parasit dengan nama latin Toxoplasma gondii. Toksoplasma sering digabungkan dengan kuman lain yang menyebabkan masalah kehamilan, seperti rubella, CMV, dan herpes atau yang disingkat dengan istilah TORCH. Rubella, CMV, dan herpes masuk ke dalam jenis virus sehingga banyak yang menganggap toksoplasma juga virus. Padahal, toksoplasma merupakan jenis parasit.

Toksoplasma memiliki siklus hidup yang melibatkan beberapa jenis hewan dan tumbuhan.  Pada awalnya, telur toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran kucing dan menempel di tanah. Telur ini kemudian dapat dimakan oleh tikus atau burung atau menempel pada rerumputan/sayuran. Telur yang dimakan oleh tikus/burung kemudian akan berkembang di dalam tubuh tikus atau burung menjadi kista yang menempel pada daging.

Jika tikus atau burung tersebut dimakan kembali oleh kucing, maka kucing akan terinfeksi kembali oleh kuman toksoplasma. Namun, sebagian telur lagi yang menempel pada rumput atau sayuran dapat dimakan oleh hewan pemakan tumbuhan, seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Telur toksoplasma akan berkembang menjadi kista dalam daging hewan tersebut.

Bagaimana penularan toksoplasma kepada manusia?

Penularan toksoplasma kepada manusia dapat terjadi saat fase telur maupun fase kista. Telur toksoplasma dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan makan sayuran mentah yang terkontaminasi oleh telur toksoplasma atau melalui air/tanah yang terkontaminasi oleh telur toksoplasma.

Cara lain adalah melalui kista toksoplasma yang masuk ke dalam tubuh dengan cara memakan daging hewan yang mengandung kista toksoplasma dan tidak dimasak dengan matang. Sedangkan cara lainnya adalah dari dari darah ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma ke tubuh janin melalui tali pusat. Transfusi darah serta transplantasi organ dari orang yan terinfeksi toksoplasma ke orang lain juga dapat menyebabkan penularan toksoplasma.

Selain kucing, banyak hewan lain yang dapat menyebabkan penularan toksoplasma. Hewan-hewan ini dapat menularkan toksoplasma ke manusia karena terinfeksi telur toksoplasma yang berasal dari feses kucing. Babi, kambing, dan biri-biri merupakan hewan yang dapat mengandung kista toksoplasma paling banyak. Selanjutnya, berbagai jenis unggas, domba, kelinci, dan anjing juga dapat menularkan toksoplasma kepada manusia. Kuda, sapi, dan kerbau juga dapat menularkan toksoplasma kepada manusia, tapi kandungan kista yang terdapat dalam daging kuda, sapi, dan kerbau paling sedikit dibandingkan dengan hewan-hewan yang telah disebutkan sebelumnya.

Cara mencegah penularan toksoplasma

Mencuci tangan dengan bersih sebelum makan, terutama setelah memegang tanah atau membersihkan kotoran kucing merupakan hal yang penting untuk mencegah penularan toksoplasma.

Cucilah sayuran mentah sampai benar-benar bersih sebelum dimakan. Atau jika Anda ragu, masaklah sayuran sebelum dimakan. Memasak daging hingga matang sebelum dimakan juga merupakan cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan toksoplasma.

Anda bisa mencegah terinfeksi toksoplasma dengan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan memakai sabun. Selain itu, jaga pula kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan Anda, seperti kucing. Misalnya, rutin memandikannya setidaknya sekali seminggu dengan sabun khusus kucing, serta melakukan vaksin sesuai usia hewan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar