Sukses

Benarkah Konsumsi Lemon Bisa Picu GERD?

Lemon kaya vitamin C dan A yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Namun, buah tersebut juga diduga dapat memicu GERD. Benarkah anggapan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tak kenal dengan lemon? Buah yang identik dengan warna kuning cerah ini dikenal memiliki rasa yang segar sekaligus menyehatkan. Lemon juga kaya akan vitamin C dan A, serta serat yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Tak heran bila lemon menjadi favorit banyak kalangan.

Berdasarkan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, lemon mengandung kadar serat yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan buang air besar.

“Cara paling sederhana untuk mengonsumsi lemon adalah melarutkannya dalam segelas air hangat. Jika terasa terlalu asam, Anda bisa mencampurkan perasan lemon dengan madu sebagai pemanis alami,” kata dr. Astrid menganjurkan cara penyajian lemon.

Di balik manfaatnya, lemon kerap dianggap sebagai buah yang dapat mencetuskan penyakit GERD. Ini karena lemon memiliki rasa asam, yang diduga dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Lemon sebabkan GERD?

Perlu diketahui sebelumnya bahwa gastroesophageal reflux disease aias GERD adalah penyakit dimana Anda mengalami sensasi rasa terbakar di dada, mual, hingga nyeri ulu hati. Hal itu terjadi akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan (refluks).

Faktor risiko yang meningkatkan risiko GERD, termasuk kehamilan, obesitas, diet tinggi lemak, obat-obatan, stres, dan konsumsi alkohol Lantas, bagaimana dengan lemon?

Fakta menyebutkan, lemon dan jenis buah jeruk lainnya telah lama dianggap sebagai makanan yang memperburuk refluks asam lambung. Meski demikian, American College of Gastroenterology menjelaskan bahwa tiap penderita GERD punya pemicunya masing-masing, namun lemon diduga memiliki sifat serupa yang berpotensi memantik penyakit tersebut.

Salah satu cara lemon memicu rasa panas di dada adalah dengan mengaktifkan pepsin―enzim perut yang memecah protein. Walau buah berwarna kuning ini tidak dapat mengubah aksi pepsin di dalam lambung, refluks cairan pencernaan lambung dapat meninggalkan molekul pepsin inaktif di dalam tenggorokan dan esofagus.

Makanan yang mengandung asam seperti lemon sejatinya dapat bersentuhan dengan pepsin, mengaktifkannya, lalu menyebabkan kerusakan dengan memecah protein dalam jaringan-jaringan tersebut. Di sinilah penyakit GERD terpicu.

Mengatasi GERD

Lemon dan keluarga jeruk lainnya memang dapat memperburuk gejala-gejala GERD. Karena itu, sebaiknya Anda hindari asupan tersebut, khususnya jika lambung memang sangat sensitif.

Selain menghindari lemon, Anda juga bisa mencegah refluks asam lambung dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Makan sedikit namun sering, daripada makan banyak dalam satu waktu
  • Jangan langsung tiduran setelah makan
  • Cukupi waktu istirahat
  • Kelola stres dengan baik

Jika GERD sudah terlanjur terjadi, Anda bisa membantu mengatasinya dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung―seperti antasid, alginates, atau PPIs (omeprazole, lansoprazole). Pastikan Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter.

“GERD yang tidak diobati dapat berpotensi menjadi kanker. Barrets esofagus misalnya, merupakan komplikasi dari penyakit GERD. Penyakit tersebut membentuk luka pada lapisan esofagus akibat paparan asam lambung berulang dan dalam waktu lama,” kata dr. Ellen Theodora.

Mulai saat ini, hindari konsumsi lemon dan keluarga jeruk lainnya jika memang saluran pencernaan Anda tergolong sensitif. Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat, agar GERD dan kondisi merugikan lainnya tidak terjadi pada Anda.

[NB/ RVS]

1 Komentar