Sukses

Fakta Mengapa Pelari Kenya Mendominasi Lomba Lari Maraton

Para pelari Kenya kerap kali mendominasi posisi juara perlombaan lari maraton. Apa rahasia stamina mereka?

Klikdokter.com, Jakarta Dari waktu ke waktu lomba lari makin ramai diminati banyak orang, termasuk lomba lari maraton. Tahun ini saja, setidaknya sudah ada tiga ajang lari maraton berskala internasional yang diselenggarakan di Tanah Air, seperti Bali Maraton, Jakarta Maraton, dan yang baru saja dilangsungkan beberapa waktu lalu adalah Borobudur Maraton 2018. Menariknya, hampir semua kategori juara dimenangkan oleh pelari asal Kenya, kecuali kategori 10 K putra. Jadi penasaran, apa, sih, rahasia kuatnya stamina mereka?

Terbiasa beraktivitas fisik sejak kecil

Dilansir dari laman Runners World, penduduk Kenya rupanya terbiasa menghabiskan waktunya - terutama masa kecilnya - dengan berlari atau berjalan sejauh 7,5 kilometer ke tempat-tempat yang mereka tuju. Bahkan, mereka tak berjalan atau berlari dengan tangan kosong. Dalam arti sembari membawa kendi air, adik-adik atau anak mereka, hingga buku-buku untuk sekolah. Rutenya pun tergolong berat, dengan medan yang berliku yang diwarnai cuaca terik.

Kondisi di Kenya tersebut berbanding terbalik dengan beberapa negara lainnya seperti Amerika Serikat (mungkin juga termasuk Indonesia), yang mana penduduknya terbiasa pergi ke berbagai tempat dengan kendaraan, baik itu sepeda, kendaraan pribadi, atau transportasi umum. Anak-anak yang tinggal di perkotaan pun lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain gim, menonton TV, atau browsing internet sepulang sekolah. Inilah kenapa mungkin orang-orang yang lahir atau hidup dikelilingi oleh kenyamanan lebih “berjuang” ketimbang para pelari Kenya.

Jika Anda perhatikan, tubuh orang-orang Kenya juga bukanlah tubuh kekar bak Hercules atau terlihat mampu mengangkat beban berat. Justru, kebanyakan orang Kenya bertubuh kurus atau memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang rendah. Meski demikian, di balik tubuh yang tampak kurus itu, tersimpan cadangan kekuatan yang ditempa dari kebiasaan aktivitas fisik mereka sejak kecil.

Bagi para pelari Kenya, tampaknya yang terpenting bukanlah seberapa berotot atau seberapa besar massa otot Anda atau persiapan “dadakan” apa saja yang dilakukan. Kebiasaan aktivitas fisik yang sudah tertanam sejak kecil itulah yang menjadi kunci utama mengapa mereka sering kali mendominasi podium ajang lari maraton.

1 dari 2 halaman

Kaum muda Eropa, Asia, dan Amerika dianggap kurang sehat

Beda dengan Kenya - atau mungkin juga dengan beberapa negara Afrika lainnya - Eropa, Amerika, dan Asia dianggap memiliki populasi kaum muda yang cenderung tidak sehat. Hal ini terjadi karena kurangnya aktivitas fisik sejak dini.

Begitu gesit, cepat, dan kuatnya pelari Kenya, bahkan banyak yang mengatakan untuk mengalahkan atlet Kenya, lebih baik berkompetisi di cabang olahraga lain saja seperti bowling—apa pun, yang penting bukan berlari.                                           

Pelari Kenya atau bukan, perlu diingat bahwa maraton tergolong olahraga yang berat. Karenanya, Anda yang menekuni lari maraton harus waspada. Dikatakan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, ada beberapa penyakit yang mengintai jika Anda terlalu memaksakan diri saat berlari maraton, yaitu:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Dehidrasi
  • Kerusakan otot
  • Osteoartritis (radang sendi)

Beberapa kasus meninggalnya pelari maraton saat berlomba, menunjukkan bahwa olahraga ini bukan olahraga untuk mereka yang memiliki fisik lemah. Lari maraton juga bukanlah olahraga untuk setiap orang. Di bawah ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang membuat para penderitanya harus menghindari olahraga ini, yaitu:

  • Gangguan jantung
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Gangguan ginjal
  • Anemia

Karena lari maraton tergolong olahraga berat yang membutuhkan ketahanan fisik yang prima, sebaiknya persiapan harus dilakukan secara saksama, terukur, tidak terburu-buru. Akan lebih baik lagi jika Anda memiliki instruktur yang kompeten.

Apabila Anda memiliki kondisi medis yang disebutkan di atas, jangan memaksakan diri untuk ikut lomba lari maraton agar terhindar dari risiko yang tak diinginkan. Jika memang diperlukan, Anda bisa memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter sebelum ikut berlomba. Dan ketika lomba berlangsung, tak perlu terobsesi untuk mengalahkan pelari Kenya. Lakukan saja yang terbaik dan fokus untuk mencapai garis akhir.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar