Sukses

Penyebab Asites Kondisi Perut Bengkak yang Diderita Ratna Galih

Artis sinetron, Ratna Galih, dikabarkan mengalami kondisi perut bengkak yang diakibatkan asites. Kenali penyebab penyakit ini.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam sebuah unggahan di jejaring sosial, Ratna Galih tampak mengalami kondisi perut bengkak layaknya seorang wanita yang sedang hamil. Pada foto tersebut, aktris berusia 30 tahun ini menjelaskan bahwa ia mengalami penumpukan cairan di rongga perut. Perut bengkak, seperti yang dialami Ratna Galih, dalam dunia kedokteran disebut sebagai asites.

Kondisi tersebut merupakan keadaan dimana terjadi penumpukan cairan dalam rongga perut (intraperitoneal), yang merupakan ruang antara dinding perut dengan selaput penutup saluran cerna. Perlu diketahui bahwa rongga perut dalam kondisi normal hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada cairan di dalamnya.

Asites memberikan gejala yang beragam. Selain perut yang semakin besar, penyakit tersebut juga umumnya menyebabkan sejumlah keluhan seperti:

  • Rasa begah
  • Mual
  • Muntah
  • Cepat kenyang karena pembesaran perut yang menekan lambung.

Selain itu, penderitanya juga akan mengalami sesak napas, pembengkakan kaki, dan penambahan berat badan secara cepat. Hal-hal tersebut membuat pasien dengan asites terbatas dalam melakukan berbagai aktivitas. Inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa Ratna Galih harus rehat sementara waktu dari pekerjaannya sebagai pemain sinetron.

1 dari 2 halaman

Apa saja penyebab asites?

Hingga saat ini, mekanisme terjadinya asites belum diketahui secara pasti. Ada banyak teori yang berkembang untuk menjelaskan bagaimana cairan dapat menumpuk dalam rongga perut.

Namun pada dasarnya, asites terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara tekanan dalam sirkulasi darah dengan rongga perut dimana tekanan di sirkulasi lebih tinggi dibandingkan tekanan dalam rongga perut. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah:

1. Gangguan hati

Gangguan hati seperti sirosis adalah penyebab asites yang paling utama dan paling sering. Pada kondisi ini terjadi peningkatan tekanan aliran darah di organ hati yang disebut dengan hipertensi porta. Bila berlangsung lama, peningkatan tekanan tersebut menyebabkan tubuh cenderung menahan cairan dan akhirnya menumpuk di rongga perut.

Di samping itu, kondisi gangguan hati biasanya juga akan menyebabkan kadar protein (albumin) dalam tubuh menurun (hipoalbuminemia). Albumin itu sendiri adalah protein yang banyak terdapat dalam darah. Bila kadar albumin menurun, maka cairan akan mudah berpindah dari sirkulasi darah ke rongga tubuh, termasuk rongga perut.

2. Gangguan ginjal

Salah satu fungsi ginjal adalah menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengeluarkan zat sisa metabolisme. Apabila ginjal terganggu, misalnya pada gagal ginjal atau sebagai komplikasi dari sirosis, maka fungsi tersebut secara otomatis akan menurun. Garam dan cairan yang seharusnya dikeluarkan dalam jumlah tertentu dari tubuh menjadi tertahan dan terus menumpuk sehingga menyebabkan asites.

3. Gagal jantung

Penyakit jantung tak hanya ditandai dengan sesak napas atau nyeri dada saja, melainkan juga bisa menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di rongga perut (asites).

Faktanya, jantung yang lemah tidak akan memompa darah dengan maksimal sehingga tubuh akan berada dalam keadaan overload atau kelebihan cairan. Sebagai akibatnya, tekanan dalam sirkulasi pun meningkat sehingga cairan dapat berpindah ke rongga perut. 

4. Keganasan (kanker)

Asites juga dapat terjadi akibat adanya keganasan atau kanker. Kondisi ini sering disebut dengan malignant ascites, yang utamanya timbul pada kanker organ-organ tubuh sekitar rongga perut―seperti kanker usus besar, kanker pankreas, kanker payudara, kanker paru, kanker kelenjar getah bening (limfoma), atau kanker indung telur (ovarium).

Melihat dari fakta di atas, asites dapat terjadi karena berbagai penyebab. Sedangkan kondisi perut bengkak seperti yang dialami oleh artis sinetron Ratna Galih adalah gejala awalnya saja. Jadi, bila Anda atau kerabat mengalami perut yang semakin membesar disertai gejala lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar