Sukses

Kulit Gatal Bisa Tunjukkan Kondisi Kesehatan Anda

Saat kulit gatal, Anda harus lebih waspada. Kondisi ini bisa menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang mungkin belum Anda sadari.

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi kesehatan dalam tubuh bisa diketahui lewat berbagai macam hal, salah satunya adalah ditandai dengan kulit gatal. Rasa gatal di tubuh ternyata tak boleh dianggap sepele. Bahkan, Anda bisa tercengang ketika tahu bahwa gatal pada kulit mengindikasikan adanya penyakit yang cukup parah.

Penyakit yang perlu diwaspadai ketika gatal menyerang

Mungkin biasanya ketika ada bagian tubuh yang terasa gatal Anda akan segera menggaruknya atau memberinya salep untuk meredakan rasa gatal tersebut. Atau terkadang, Anda akan beranggapan kulit kering adalah penyebab gatal di tubuh.

Tapi, tahukah Anda? Rasa gatal yang tak kunjung sembuh di tubuh ternyata bisa menunjukkan adanya gangguan kesehatan berikut ini:

1. Alergi

Banyak alergi kulit diklasifikasikan sebagai dermatitis kontak, yakni ruam pada kulit yang didapatkan ketika Anda bersentuhan dengan alergen. Racun dari daun ivy, nikel, atau senyawa yang ditemukan dalam barang-barang perawatan pribadi seperti tisu bayi dan produk make-up hanyalah beberapa alergen yang dapat menyebabkan dermatitis kontak.

2. Dermatografia

Jika setelah menggaruk kulit, kuku jari Anda menjadi tipis dan timbul bintil-bintil merah pada kulit yang memerlukan waktu 15 hingga 30 menit untuk menghilang, Anda mungkin mengalami dermatografia. Meskipun penyebab dari kondisi ini tidak jelas, Mayo Clinic menyebutkan kondisi tersebut itu bisa dipicu oleh stres, infeksi, alergen, atau konsumsi obat-obatan seperti penicillin.

"Kondisi kulit ini cukup ekstrim, dimana kulit Anda sensitif terhadap sentuhan dan dapat melepaskan histamin terlalu banyak," kata Dr. Cameron Rokhsar, MD, profesor klinis dermatologi di Mount Sinai Hospital. Area sentuhan dan pakaian adalah yang paling rentan terhadap serangan dermatografi.

Meski mudah didiagnosis, dermatografi kerap tidak diketahui karena tidak terlalu ringan atau mengganggu. Jika Anda mengalaminya dan rasa gatal semakin parah dari hari ke hari, konsultasikan pada dokter Anda. Biasanya, dokter akan meresepkan antihistamin untuk meredakan peradangan.

3. Penyakit tiroid

Dijelaskan oleh Dr. Cameron, penyakit tiroid dapat menyebabkan sensasi aneh di kulit. Hingga kini memang tidak ada yang tahu penyebabnya. Tetapi, perubahan dalam kelenjar keringat sangat mungkin menyebabkan kulit kering. Kondisi kulit gata seperti ini lebih sering terjadi pada orang yang mengalami hipotiroid yang biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan yodium.

4. Kehamilan

American Pregnancy Association menyatakan bahwa 1 dari 150 wanita hamil akan mengalami papula urtikaria pruritus dan plak kehamilan (PUPPP), yakni ruam merah di kulit yang terasa gatal dan biasanya terlihat di perut. Meskipun demikian, PUPPP juga dapat muncul di kaki dan lengan Anda.

Beberapa orang menganggap (PUPPP) terjadi karena adanya kehamilan ganda seperti bayi kembar. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa gatal di kulit tersebut muncul karena kulit yang meregang.

“Untungnya, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa langsung hilang setelah masa kehamilan berakhir," ujar Anthony M. Rossi, MD, asisten dokter at Memorial Sloan Kettering Cancer Center.

5. Penyakit liver

Gatal di seluruh tubuh juga bisa menjadi tanda awal dari penyakit hati. "Jika hati Anda tidak berfungsi dengan baik untuk mendetoksifikasi tubuh, itu karena asam empedu yang berlebihan," kata Dr Kathleen Cook Suozzi, MD, asisten profesor di Departemen Dermatologi, Yale School of Medicine.

Bila terjadi kondisi ini, dokter akan meresepkan obat yang dapat menghambat penyerapan asam empedu ke dalam tubuh Anda atau membantu mengurangi jumlah asam empedu yang kembali ke hati.

6. Penyakit celiac

Benjolan atau lecet yang sangat gatal pada lutut, siku, bokong dan belahan rambut adalah tanda-tanda dermatitis herpetiformis (DH), atau perwujudan penyakit kulit celiac. Hal ini kemudian dijelaskan oleh John Zone, MD, anggota dewan penasihat medis Celiac Disease Foundation.

Menurutnya, ketika seseorang dengan penyakit celiac mengonsumsi gluten, sistem imun mukosa di usus merespons dengan memproduksi sejenis antibodi yang disebut immunoglobulin A (IgA).

Antibodi IgA ini mengikat kemudian mengikat dengan sel-sel kulit yang memicu respons gatal. Dokter biasanya akan memberikan resep untuk menghilangkan rasa gatal yang ada. Akan tetapi, jika terjadi kerusakan usus secara serius, pasien harus menerapkan diet bebas gluten yang ketat seumur hidup.

Sebab, orang yang memiliki penyakit celiac dan terus mengonsumsi gluten justru berisiko mengalami malnutrisi, anemia, pengeroposan tulang, kolitis ulserativa, dan bahkan kanker.

Kini Anda telah mengetahui berbagai risiko gangguan kesehatan yang mungkin terdiagnosis dari kulit gatal. Jadi, mulai sekarang, jangan sepelekan kondisi gatal di tubuh Anda. Jika rasa gatal tak kunjung hilang dalam jangka waktu yang lama, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar