Sukses

Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Daging merah dan daging putih merupakan sumber gizi baik yang digemari banyak orang. Tapi, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Meskipun harganya lebih mahal daripada sumber protein lainnya, daging merah dan daging putih merupakan jenis makanan yang disukai oleh banyak orang dari berbagai usia.  Tak heran, sebuah penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, setiap orang umumnya mengonsumsi setidaknya 12 kilogram daging dalam setahun.

Perlu diketahui bahwa secara umum terdapat dua jenis daging, yaitu daging merah dan daging putih. Daging merah merupakan daging yang tinggi akan kandungan myoglobin, yakni jenis protein yang banyak ditemukan pada otot. Contoh daging merah seperti daging sapi, domba, kambing, atau babi.

Sementara itu, daging putih merupakan daging dengan kandungan myoglobin yang rendah. Yang termasuk daging putih di antaranya adalah daging ayam dan daging kalkun.

Daging merah dan daging putih umumnya diperoleh dari peternakan, dan dapat dimasak dengan cara direbus, digoreng, dikukus, dibakar, atau dipanggang. Tak hanya itu, daging juga bisa didapat dari serangkaian proses dalam pabrik industri dan sering disebut sebagai daging olahan. Contohnya adalah sosis, bacon, dan daging kornet.

Nutrisi daging merah vs daging putih

Secara umum, daging merah dan daging putih merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh untuk membentuk massa otot dan menjaga daya tahan tubuh. Selain protein, daging juga mengandung lemak, vitamin (terutama vitamin B dan asam folat), serta mineral (seperti zat besi, seng, dan kalium).

Berdasarkan kandungan lemaknya, daging merah memiliki kandungan lemak jenuh (lemak tidak baik) yang lebih tinggi dan kandungan lemak tak jenuh (lemak baik) yang lebih rendah dibandingkan daging putih. Oleh karena itu, berdasarkan kadar lemaknya, daging putih terbilang lebih aman dibandingkan daging merah.

Namun demikian, dari segi kandungan vitaminnya, berbagai jenis vitamin B seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan asam folat bisa dipenuhi oleh daging merah dan daging putih. Namun, vitamin B12 dalam jumlah besar hanya terdapat dalam daging merah. Meski daging putih juga memiliki vitamin B12, jumlahnya hanya 2 persen dari yang dimiliki oleh daging merah.

Perlu diingat bahwa memenuhi kebutuhan asupan vitamin B12 sangat penting untuk mendukung proses pembentukan sel darah merah, pembentukan DNA di dalam sel, serta untuk mengantarkan sinyal saraf.

Berdasarkan kandungan mineralnya, baik daging merah maupun daging putih sama-sama mengandung zat besi, seng, dan kalium yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, regenerasi sel, dan kontraksi otot. Namun, kandungan mineral dalam daging merah cenderung lebih tinggi dibandingkan daging putih.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa secara keseluruhan, daging merah lebih kaya akan nutrisi tetapi juga lebih tinggi lemak dibandingkan dengan daging putih.

1 dari 2 halaman

Bahaya di balik konsumsi daging

Meskipun sangat kaya akan nutrisi, berbagai studi menemukan bahwa konsumsi daging merah dalam jumlah banyak dan rutin dapat menyebabkan orang yang mengonsumsinya lebih berisiko mengalami kanker, terutama kanker usus besar (kanker kolorektal).

Hingga saat ini belum diketahui dengan jelas dalam daging merah yang menyebabkan gangguan kesehatan ini. Namun, terdapat dugaan bahwa proses memasak menggunakan suhu terlalu tinggi berkontribusi terhadap munculnya zat karsinogenik sebagai pemicu kanker.

Selain itu, konsumsi daging merah yang terlalu sering, terutama daging olahan, juga menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes melitus. Hal ini dapat terjadi karena daging olahan cenderung memiliki kandungan lemak, gula, dan natrium yang tinggi.

Perlu Anda ketahui, risiko-risiko penyakit tersebut ditemukan lebih rendah pada orang yang tidak mengonsumsi daging merah dan hanya mengonsumsi daging putih.

Jadi mana yang lebih baik?

Jika Anda tak mengalami penyakit jantung, diabetes, atau kanker usus, serta tak memiliki riwayat penyakit-penyakit tersebut dalam keluarga, maka Anda dapat mengonsumsi daging merah dengan aman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Sebaliknya, bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, diabetes, kanker usus, atau riwayat penyakit tersebut dalam keluarga, batasi konsumsi daging merah dan lebih baik pilihlah daging putih. Dan untuk mencukupi kebutuhan vitamin B12, Anda bisa memperbanyak konsumsi tempe atau makanan yang difortifikasi vitamin B12.

Tetap sehat meski gemar makan daging

Hal yang tak kalah penting dari berbagai hal di atas adalah cara pengolahan daging. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar kedua jenis daging tersebut memberikan manfaat yang optimal dan tak menimbulkan risiko penyakit. Berikut ini adalah cara mengolah daging yang baik untuk kesehatan.

  1. Untuk daging merah, sebisa mungkin pilihlah bagian otot dan hindari bagian iga. Sementara itu, untuk daging putih, buang semua kulitnya saat memasak.
  2. Masaklah daging dengan cara direbus atau dikukus. Sebisa mungkin, hindari menggoreng atau membakar daging, karena proses tersebut berisiko menimbulkan adanya zat yang karsinogenik.
  3. Jangan mengonsumsi daging yang gosong.
  4. Sebelum memasak, marinasi daging dengan bawang putih, perasan lemon, atau minyak zaitun untuk mengurangi terbentuknya zat karsinogenik.

Baik daging merah ataupun daging putih sama-sama memiliki kandungan gizi yang baik. Jadi, Anda tak perlu cemas. Selama Anda memilih bagian daging yang tepat serta mengolahnya dengan cara yang baik, daging merah atau daging putih sama-sama baik untuk kesehatan Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar