Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Daging Merah vs Daging Putih, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Daging merah dan daging putih sama-sama memiliki banyak gizi. Namun manakah yang lebih baik untuk dikonsumsi?

Meskipun harganya lebih mahal daripada sumber protein lainnya, daging merah dan daging putih merupakan jenis makanan yang disukai oleh banyak orang dari berbagai usia.  Tak heran, sebuah penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, setiap orang umumnya mengonsumsi setidaknya 12 kilogram daging dalam setahun.

Perlu diketahui bahwa secara umum terdapat dua jenis daging, yaitu daging merah dan daging putih. Daging merah merupakan daging yang tinggi akan kandungan mioglobin, yakni jenis protein yang banyak ditemukan pada otot. Contoh hewan yang menghasilkannya adalah sapi, domba, kambing, atau babi.

Sementara itu, daging putih mengandung kadar mioglobin yang rendah. Yang termasuk daging putih di antaranya ayam, bebek, dan kalkun.

Kedua jenis daging tersebut umumnya diperoleh dari peternakan, dan dapat dimasak dengan cara direbus, digoreng, dikukus, dibakar, atau dipanggang. Tak hanya itu, keduanya juga bisa didapat dalam bentuk daging olahan, contohnya sosis, bacon, dan kornet.

Artikel Lainnya: Mengganti Daging Sapi dengan Daging Ayam Bisa Mencegah Kanker?

1 dari 4 halaman

Nutrisi Daging Merah vs Daging Putih

Setelah mengenal perbedaan daging merah dan daging putih, Anda juga perlu tahu mengenai kandungan nutrisi keduanya.

Secara umum, keduanya merupakan sumber protein yang baik untuk membentuk massa otot dan menjaga daya tahan tubuh. Di samping protein, kandungan nutrisi lain yang bisa didapatkan, yaitu lemak, vitamin (terutama vitamin B dan asam folat), serta mineral (seperti zat besi, seng, dan kalium). Ini penjelasan lengkapnya.

  • Lemak

Berdasarkan kandungan lemaknya, daging yang berwarna merah memiliki kandungan lemak jenuh (lemak tidak baik) yang lebih tinggi dan kandungan lemak tak jenuh (lemak baik) yang lebih rendah dibandingkan daging yang putih.

Karena itu, jika dilihat dari kadar lemaknya, daging putih terbilang lebih aman dibandingkan daging merah.

  • Vitamin

Dari segi kandungan vitaminnya, berbagai jenis vitamin B (seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan asam folat) bisa dipenuhi oleh daging merah dan daging putih. Namun, vitamin B12 dalam jumlah besar hanya terdapat dalam daging hewan berwarna merah.

Meski daging unggas juga memiliki vitamin B12, jumlahnya hanya 2 persen dari yang dimiliki oleh daging merah.

Artikel Lainnya: Cara Memasak Daging agar Tak Kena Kolesterol

Perlu diingat bahwa memenuhi kebutuhan vitamin B12 sangat penting untuk mendukung proses pembentukan sel darah merah, pembentukan DNA di dalam sel, serta pengantaran sinyal saraf.

  • Mineral

Berdasarkan kandungan mineralnya, kedua jenis daging ini sama-sama mengandung zat besi, seng, dan kalium yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, regenerasi sel, dan kontraksi otot. Namun, kandungan mineral dalam daging merah cenderung lebih tinggi dibandingkan daging putih.

Nah, berdasarkan perbedaan daging merah dan daging putih di atas, bisa disimpulkan bahwa daging yang berwarna merah lebih kaya akan nutrisi tetapi juga lebih tinggi lemak dibandingkan daging yang berwarna putih. Jadi, kembali lagi ke pilihan masing-masing ingin menyantap daging yang mana.

2 dari 4 halaman

Bahaya di Balik Konsumsi Daging

Daging yang berwarna merah memang kaya nutrisi. Namun, berbagai studi menemukan bahwa konsumsi dalam jumlah banyak dan rutin dapat menyebabkan orang yang mengonsumsinya lebih berisiko mengalami kanker, terutama kanker usus besar (kanker kolorektal).

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang membuat daging tersebut bisa menyebabkan kanker. Terdapat dugaan bahwa proses memasak menggunakan suhu terlalu tinggi berkontribusi terhadap munculnya zat karsinogenik (pemicu kanker).

Artikel Lainnya: 4 Makanan Sehat Ini Efektif Mencegah Kanker Usus

Selain itu, konsumsi daging merah yang terlalu sering, terutama daging olahan, juga menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes melitus. Hal ini dapat terjadi karena daging olahan cenderung memiliki kandungan lemak, gula, dan natrium yang tinggi.

Perlu Anda ketahui, risiko-risiko penyakit tersebut ditemukan lebih rendah pada orang yang tidak mengonsumsi daging merah dan hanya mengonsumsi daging putih.

3 dari 4 halaman

Tetap Sehat Meski Gemar Makan Daging

Mengonsumsi daging merah dan daging putih sah-sah saja, namun perlu diperhatikan riwayat kesehatan yang Anda miliki. Bila Anda tidak memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, kanker usus, ataupun penyakit jantung, maka daging merah dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Sebaliknya, jika Anda memiliki riwayat penyakit seperti diabetes atau penyakit jantung, lebih baik pilih daging putih ketimbang daging merah. Anda tak perlu takut mengalami kekurangan vitamin B12. Karena Anda tetap bisa mendapatkan vitamin B12 dari protein nabati, seperti tempe, tahu, dan makanan yang difortifikasi vitamin B12.

Hal yang tak kalah penting adalah cara pengolahan daging, agar kedua jenis daging tersebut memberikan manfaat optimal dan tak menimbulkan risiko penyakit. Berikut ini adalah cara mengolah daging yang baik untuk kesehatan.

  • Untuk daging merah, sebisa mungkin pilihlah bagian otot dan hindari bagian iga. Sementara itu, untuk daging putih, buang semua kulitnya saat memasak.
  • Masaklah daging dengan cara direbus atau dikukus. Sebisa mungkin, hindari menggoreng atau membakar daging, karena proses tersebut berisiko menimbulkan adanya zat karsinogenik.
  • Jangan mengonsumsi daging yang gosong.
  • Sebelum memasak, marinasi daging dengan bawang putih, perasan lemon, atau minyak zaitun untuk mengurangi terbentuknya zat karsinogenik.

Baik daging merah ataupun daging putih sama-sama memiliki kandungan gizi yang baik. Jadi, Anda tak perlu cemas. Selama Anda memilih bagian daging yang tepat, mengonsumsinya dalam jumlah wajar, serta mengolahnya dengan cara yang baik, kedua jenis daging ini dapat memberikan manfaat untuk kesehatan Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar makanan sehat atau masalah kesehatan, jangan sungkan untuk bertanya kepada tim dokter melalui Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar