Sukses

Penyakit Diabetes Bisa Pengaruhi Hubungan dengan Pasangan

Seorang penderita diabetes memikul beban mental yang berat. Jika tidak hati-hati, penyakit ini bisa memengaruhi hubungan dengan pasangan.

Klikdokter.com, Jakarta Seseorang yang terkena penyakit diabetes akan menjalani perawatan seumur hidupnya. Oleh karena itu, orang dengan diabetes butuh dukungan dari orang lain selama masa perawatan, termasuk dari pasangan.

Jika Anda memiliki pasangan yang terkena diabetes, anggaplah penyakit itu sebagai bagian dari hidup Anda juga. Apalagi jika Anda merupakan diabetes. Studi menunjukkan bahwa pasangan yang mendukung dapat membantu penderita diabetes mengelola penyakitnya dengan lebih baik. Sebagai bonusnya, kerja sama tim dapat membawa Anda lebih dekat sebagai pasangan.

Bagaimana diabetes memengaruhi hubungan dengan pasangan?

Ada yang bilang, "Tidak ada orang lain yang lebih tersentuh oleh diabetes Anda daripada orang yang tinggal bersama Anda". Kondisi penderita diabetes bisa membuat pasangan cukup emosional, memengaruhi fisik, dan bisa saja memicu konflik.

Beberapa kondisi di bawah ini memang bisa memunculkan kekhawatiran pasangan Anda yang menderita diabetes:

  • Komplikasi kesehatan yang serius, seperti kebutaan atau amputasi
  • Cara membantu Anda mengontrol diabetes dari hari ke hari
  • Cara menangani keadaan darurat gula darah
  • Khawatir Anda tidak akan bisa mengurus keluarga Anda dan tanggung jawab lainnya
  • Kekhawatiran financial seperti uang dan jaminan asuransi.

Jika Anda tidak membicarakan masalah ini secara terbuka, kondisi ini dapat menyebabkan stres yang bisa merusak hubungan Anda dan pasangan. Dalam masa-masa ini, pasangan harus bekerja sama untuk kesembuhan si penderita diabetes.

1 dari 2 halaman

Cara memperkuat ikatan Anda dengan pasangan saat diabetes menyerang

1. Mengedukasi pasangan Anda

Semakin baik Anda memahami kondisi diabetes Anda, akan semakin baik pula Anda mengelolanya. Anda dan pasangan juga harus belajar tentang bahaya kadar gula darah tinggi dan rendah, insulin dan obat-obatan lain, manfaat olahraga, serta diet terbaik untuk menjaga gula darah tetap terkendali. Bawa pasangan Anda saat jadwal konsultasi dengan dokter.

2. Ketahui peran Anda

Setiap pasangan berbeda. Anda mungkin bersyukur jika pasangan sangat peduli dengan penggunaan insulin Anda atau menyarankan untuk menguji resep baru yang ramah diabetes. Akan tetapi, bisa terjadi sebaliknya. Kuncinya adalah berbicara secara terbuka dan jelas tentang cara bekerja bersama sehingga Anda menjadi sehat seperti yang Anda bisa.

Jangan berasumsi orang yang Anda cintai akan merasa terbebani oleh tugas yang terkait dengan diabetes. Selain itu, jangan pula berharap mereka menjaga Anda sepanjang waktu. Tanyakan kepada mereka bagaimana mereka ingin membantu. Bersikaplah jujur ​​tentang dukungan apa yang Anda harapkan. Harapan dan batasan yang jelas akan membantu Anda menghindari stres.

3. Ubah gaya hidup bersama

Mengelola diabetes dapat berarti merombak gaya hidup Anda. Diet sehat, olahraga teratur, dan menurunkan stres adalah bagian penting dari perawatan medis Anda. Itu mungkin berarti memasak lebih sering di rumah atau bergabung dengan pusat kebugaran.

Perubahan dapat memengaruhi rutinitas pasangan secara drastis. Sulit untuk mengadopsi dan membuat kebiasaan baru, kecuali Anda mengatasi tantangan sebagai sebuah tim. Masak hidangan baru yang mungkin Anda sukai, dan lakukan aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan bersama, seperti berjalan 30 menit setelah makan malam. Anda berdua akan mendapatkan manfaat dari perubahan gaya hidup tersebut.

4. Carilah dukungan dari luar

Jika Anda dan pasangan merasa tidak sinkron dalam mengelola diabetes Anda, konseling pasangan mungkin dapat membantu. Apakah diagnosis Anda baru atau Anda memiliki kondisi untuk sementara waktu, konselor dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih baik sehingga kesehatan Anda menjadi tujuan bersama.

Anda juga bisa bergabung pada kelompok dukungan diabetes. Mereka dapat membantu Anda ketika sedang merasa sendirian atau menawarkan saran juga kiat-kiat. Beberapa kelompok melayani wanita atau pria. Sementara, ada juga kelompok yang membantu pasangan, keluarga, atau bahkan kelompok etnis tertentu. Tanyakan kepada dokter Anda atau ahli diabetes tentang kelompok tersebut di sekitar tempat tinggal Anda.

Diabetes memang salah satu penyakit yang cukup berbahaya di Indonesia. Bersama jantung, diabetes termasuk dalam penyakit yang mematikan. Bisa mengelola sakit tersebut bersama pasangan, tentu akan sangat terasa ringan bagi Anda yang menderita diabetes.

[HNS]

0 Komentar

Belum ada komentar