Sukses

6 Alasan Wanita Perlu Gembira Menyambut Menopause

Jangan langsung ngeri mendengar kata “menopause”. Percayalah, 6 alasan ini akan membuat Anda menyambut masa menopause dengan lebih positif.

Klikdokter.com, Jakarta Walaupun merupakan siklus alami seiring bertambahnya usia, banyak wanita yang khawatir atau takut dalam menghadapinya. Pasalnya, banyak gejala tak nyaman yang akan dialami oleh wanita menopause seperti kekeringan pada vagina, hot flashes, gangguan mood, melambatnya metabolisme, hingga naiknya berat badan. Belum lagi harus menerima kenyataan bahwa Anda tak lagi subur dan khawatir ini bisa berdampak besar terhadap kehidupan seks Anda.

Pada wanita yang mengalami menopause secara alami, prosesnya akan terjadi secara bertahap, yaitu:

  • Perimenopause atau fase transisi

Fase ini bisa dimulai 8-10 tahun sebelum menopause. Fase ini dimulai saat menurunnya fungsi indung telur, sehingga estrogen yang diproduksi menjadi lebih sedikit. Biasanya ini terjadi pada wanita usia 40 tahun ke atas. Perimenopause akan berlangsung hingga titik dimana ovarium benar-benar berhenti memproduksi sel telur, atau masa menopause itu sendiri.

  • Menopause

Fase inilah yang paling banyak dikenal. Menopause adalah saat seorang wanita sudah tidak lagi mengalami siklus haid. Seorang wanita dikatakan positif menopause jika sudah 12 bulan berturut-turut tidak mengalami haid.

  • Pascamenopause

Pascamenopause atau fase setelah seorang wanita dikatakan positif menopause adalah tahun-tahun dimana wanita masih mengalami gejala akibat perubahan hormon setelah terjadinya menopause. Gejala-gejala seperti perubahan mood, hot flashes, dan insomnia masih sering terjadi pada fase ini. Wanita yang sudah memasuki fase ini juga menjadi rentan terhadap berbagai penyakit akibat rendahnya kadar estrogen dalam tubuh. Beberapa penyakit yang kerap terjadi adalah osteoporosis dan penyakit jantung.

Berbahagialah jika Anda mengalami menopause secara alami, bukan menopause prematur akibat adanya kondisi tertentu seperti pascaoperasi histerektomi dan oophorektomi, kemoterapi atau radioterapi, sindrom Down, penyakit Addison, atau insufisiensi ovarium primer.

1 dari 3 halaman

Alasan Anda perlu gembira menyambut menopause

Khawatir boleh, tapi jangan biarkan ini membuat Anda stres, apalagi hingga berkepanjangan. Ingat, menopause adalah siklus alami wanita yang tak akan bisa dicegah. Daripada membuang waktu dengan rasa takut dan khawatir, hal yang terpenting bagaimana mempersiapkan diri bila masa menopause datang. Mungkin enam alasan di bawah ini bisa membuat Anda menyambut menopause dengan gembira!

1. Selamat tinggal, menstruasi!

Sebagian besar dari Anda pasti setuju bahwa menstruasi bisa merepotkan. Karenanya, bergembiralah bahwa berhentinya menstruasi merupakan tanda dari menopause! Tak perlu lagi repot membeli pembalut, tak perlu khawatir mengenakan celana putih, atau tak perlu menebak-nebak lagi kapan waktu terakhir Anda menstruasi.

2. Tak ada lagi PMS

Dilansir dari Everyday Health, 1-2 minggu sebelum periode menstruasi, sindrom pramenstruasi alias PMS menyebabkan sejumlah gejala fisik dan psikis. Mulai dari nyeri payudara, sakit kepada, nafsu makan meningkat, hingga mudah marah. Gejala PMS pun bisa memburuk apabila kadar estrogen tidak stabil. Namun, setelah Anda memasuki masa menopause, tak akan ada lagi gejala-gejala PMS yang merupakan sumber keluhan Anda saat haid.

3. Berhubungan seks tanpa takut hamil

Kabar gembira lainnya, wanita yang memasuki masa menopause bisa melakukan hubungan seks tanpa harus khawatir apakah nantinya ia akan hamil atau tidak. Menurut Nanette Santoro, MD, Profesor dan Direktur Endokrinologi Reproduksi di Albert Einstein College of Medicine New York, Amerika Serikat (AS), banyak wanita AS dari berbagai etnis yang mengatakan bahwa mereka lebih bisa menikmati seks dengan lebih tenang setelah melewati masa menopause ini.

4. Selamat tinggal, migrain!

Menurut National Headache Foundation, wanita diketahui tiga kali lebih sering terkena migrain ketimbang pria. Tercatat sekitar 70 persen wanita mengalami migrain saat ovulasi atau menstruasi berlangsung. Sakit kepala yang satu ini menyebabkan rasa sakit yang berdenyut di satu sisi kepala, disertai dengan mual, terkadang muntah, serta lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.

Dalam siklus menstruasi normal, kadar hormon estrogen dan progesteron yang berfluktuasi dapat memicu “migrain menstruasi”. Nah, setelah menopause, kadar estrogen dan progesteron cenderung menurun sehingga sakit kepala itu pun juga akan semakin jarang dirasakan.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5. Meredanya fibroid

Fibroid merupakan tumor uterus yang terbilang jinak. Fibroid bisa tumbuh saat kadar estrogen sedang tinggi-tingginya, yaitu ketika hamil dan menstruasi. Jika gejala fibroid yang dirasakan cukup parah, seperti nyeri, perdarahan menstruasi yang berat, serta adanya tekanan pada kandung kemih, umumnya dokter akan menyarankan Anda untuk operasi. Nah, apabila Anda menopause, gejala-gejala tersebut akan hilang karena kadar hormon pemicunya sudah menurun!

6. Punya lebih banyak kesempatan dan waktu

Saat Anda menopause, Anda akan lebih banyak memiliki waktu untuk diri Anda sendiri. Sebab, Anda tak lagi direpotkan dengan gejala psikis dan fisik yang ditimbulkan oleh naik-turunnya hormon, atau biasanya pada masa ini sudah tak terlalu dipusingkan dengan mengurus anak.

Oleh sebab itu, manfaatkanlah waktu tersebut dengan mengeksplorasi banyak hal yang belum sempat dulu Anda lakukan, misalnya melanjutkan hobi, pekerjaan, atau bisnis idaman yang dulu sempat Anda hentikan karena terhalang kehamilan, mengurus keluarga, atau pekerjaan.

Manjakan diri Anda dengan hal-hal yang Anda suka, seperti traveling ke lokasi impian Anda, mempercantik dan merawat diri, ikut organisasi manula aktif, dan lain sebagainya. Intinya, eksplorasi hal-hal positif di luar sana selagi bisa.

Nah, itulah enam alasan mengapa Anda seharusnya gembira menyambut menopause. Jangan lupa untuk terus menerapkan gaya hidup sehat supaya gejala-gejala menopause nanti akan lebih ringan. Saran dari dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter adalah berikut:

  • Tidur cukup (7-9 jam sehari)
  • Tidak terlalu banyak minum kafein dan menjauhi minuman beralkohol (supaya tidak memperparah gejala hot flashes)
  • Hindari mengenakan pakaian terlalu tebal dan berada di ruangan tanpa ventilasi atau pendingin udara yang baik (supaya tidak memperparah gejala hot flashes)
  • Konsumsi makanan bergizi (perbanyak konsumsi kedelai untuk menyeimbangkan hormon estrogen)
  • Menjaga berat badan tetap ideal (tumpukan lemak di tubuh bisa menimbulkan rasa panas dan memperburuk gejala hot flashes)
  • Olahraga rutin
  • Bila perlu, konsumsi obat (terapi hormon, vaginal estrogen, antidepresan, dan gabapentin) yang diresepkan dokter.

Jadi, jangan Anda bersedih, khawatir, atau stres saat Anda harus menyambut menopause di usia yang sudah sewajarnya. Anggaplah masa ini sebagai fase hidup yang baru dan lebih bebas! Untuk meringankan gejala menopause, jangan lupa untuk lakukan saran dari dr. Theresia di atas dan jangan pernah lelah untuk mengadaptasi gaya hidup sehat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar