Sukses

Tips Memilih Psikolog dan Psikiater yang Tepat

Karena punya terapis yang tepat bisa mempercepat proses pemulihan kejiwaan, simak tips memilih psikolog dan psikiater berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat Anda memiliki gangguan psikis yang sudah tak mampu lagi dipendam sendiri, mencari bantuan dari terapis seperti psikolog dan psikiater bisa menjadi solusi terbaik. Pasalnya, semakin cepat perasaan depresi akibat permasalahan hidup itu dikonsultasikan kepada ahlinya, semakin besar pula kesempatan Anda untuk pulih.

Kendati demikian, bukan berarti Anda lantas berkonsultasi dengan sembarang terapis. Karena keahlian terapis akan sangat memengaruhi proses pemulihan jiwa Anda. Tentu Anda tak mau, kan, layanan konsultasi itu tidak memberi efek positif apa pun? Selain membuang-buang waktu, uang Anda pun akan terkuras dengan percuma.

Perhatikan tips berikut ini sebelum mencari terapis yang tepat untuk membantu memulihkan kondisi Anda, seperti dilansir Everyday Health:

1. Identifikasi yang Anda butuhkan

Menurut seorang psikolog klinis dari California, Anda harus memiliki gagasan yang tepat mengapa Anda mencari bantuan. Apakah Anda sedang berjuang mengatasi masalah emosional? Apakah sedang mengalami kesulitan pernikahan atau hubungan? Apakah sedang mengalami gangguan fokus dan ingatan? Atau sedang memiliki perilaku adiktif yang ingin segera dihilangkan?

Dengan mengidentifikasi permasalahan Anda terlebih dahulu, itu bisa memudahkan Anda dalam mencari terapis yang benar. Karena tak mungkin, kan, Anda pergi ke terapis khusus pemulihan adiksi untuk membantu Anda mencari solusi pernikahan? Ya, kecuali kalau dua hal tersebut memang berkaitan.

2. Psikolog atau psikiater?

Ini juga penting untuk diperhatikan, apakah Anda membutuhkan seorang psikolog atau psikiater sebab keduanya berbeda. Seperti dokter pada umumnya, psikolog bisa mendengarkan, memahami, dan menyimpulkan diagnosis terhadap Anda. Mereka pun banyak melakukan penelitian-penelitian terhadap kasus psikologi, tetapi mereka tidak bisa memberikan resep obat-obatan.

Sedangkan psikiater, ia bisa melakukan apa yang dilakukan psikolog, tetapi ia juga bisa merekomendasikan terapi obat-obatan, namun tidak melakukan penelitian sebanyak psikolog.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Pikir dulu sebelum meminta referensi dari teman dekat atau keluarga

Saat Anda ingin menyembuhkan kondisi psikis secara perlahan, Anda pasti ingin masalah yang sedang dialami hanya diketahui oleh si terapis saja. Nah, jika Anda ingin meminta referensi dari teman/keluarga, pastikan dulu bahwa antara terapis dan teman/anggota keluarga Anda itu bukan teman dekat, supaya suasana tidak canggung nantinya setelah proses terapi berlangsung.

Meski terapis memiliki kode etiknya sendiri untuk tidak membocorkan permasalahan kliennya, pikiran-pikiran yang menghantui Anda bahwa mereka pasti “berbagi cerita” malah akan memperburuk kondisi psikis Anda. Oleh sebab itu, pikirkan dulu masak-masak sebelum meminta referensi. Jika Anda bisa mencari sendiri, tak perlu ada perantara, bukan?

4. Coba riset daring dulu

Tak ada salahnya melakukan riset di internet untuk mendapatkan referensi tentang para terapis. Pasalnya, banyak pasien yang sering membagikan pengalaman berkonsultasi atau terapinya di blog atau media sosial. Setelah melakukan riset dan membandingkannya, pasti Anda menjadi punya bayangan tentang terapis mana yang mau Anda kunjungi.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5. Lakukan “test drive”

Setelah Anda menemukan beberapa terapis yang tampaknya cocok, tak ada salahnya untuk menanyakan apakah jadwal konsultasi awal bersifat gratis atau hanya melalui obrolan telepon. Jika sudah mendapatkan jawabannya dan sudah berkonsultasi, tanyakan kepada diri Anda sendiri:

  • Apakah saat berkonsultasi tadi Anda merasa nyaman?
  • Apakah terapis benar-benar mendengarkan Anda?
  • Apakah Anda merasa terapis menghakimi dan mengabaikan Anda?

Dengan tiga pertanyaan tersebut, Anda jadi bisa mengeliminasi terapis mana yang tidak cocok untuk kebutuhan Anda. Atau terapis yang mana yang cocok dengan perasaan serta permasalahan Anda untuk dilanjutkan ke sesi berikutnya.

6. Jika caranya bertentangan dengan kepribadian Anda, jangan teruskan

Bila Anda termasuk orang pendiam, sedangkan terapis yang Anda datangi sangat konfrontatif (suatu pendekatan yang biasa dilakukan dalam terapi obat-obatan dan alkohol), lebih baik jangan diteruskan. Pasalnya, terapis yang baik akan menyesuaikan cara penanganannya dengan masing-masing karakter individu.

7. Jika bisa, temukan terapis yang memang terkoneksi dengan unsur permasalahan Anda

Saat sedang dirundung berbagai permasalahan, katakanlah pernikahan, harta gono-gini yang memusingkan, serta hak asuh anak, tak ada salahnya mencari terapis yang juga mengerti sedikit tentang hukum atau punya koneksi dengan “orang hukum”, seperti pengacara. Sebab, selain butuh didengarkan dan dipahami, terkadang Anda juga membutuhkan solusi konkret yang bisa membuat Anda lega.

8. Cari terapis yang bisa dipercaya dan punya wawasan luas

Kepercayaan sangat penting di dalam hubungan, termasuk dalam hubungan pasien dengan terapisnya. Dan terkadang, peran insting sangat berpengaruh di sini. Jika terapis Anda mengingat setiap detail cerita sebelumnya (punya catatan psikis yang lengkap) dan Anda pun mengiyakan saran dari terapis Anda, itu berarti sudah ada kepercayaan yang terbangun. Bila sudah ada kepercayaan terbangun, jalan untuk pulih pun semakin terbuka lebar.

Selain itu, berbicara dengan orang yang atentif dan berwawasan luas tentu lebih menyenangkan. Oleh sebab itu, cari juga terapis yang memiliki pemahaman yang baik terhadap permasalahan Anda serta berpengetahuan luas sehingga dapat menawarkan insight yang bermanfaat dan tentunya mengembangkan diri Anda.

Itulah delapan cara yang bisa Anda jadikan referensi sebelum mencari terapis dan saat berkonsultasi awal dengan mereka. Ingat, kecocokan Anda dengan terapis, baik itu psikolog maupun psikiater, sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan Anda. Jadi, sebaiknya jangan asal-asalan demi kesembuhan jiwa diri sendiri.  

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar