Sukses

Benarkah Fogging Solusi Terbaik untuk Berantas Nyamuk?

Fogging menjadi andalan untuk basmi nyamuk Aedes aegypti penyebar virus demam berdarah dengue. Benarkan solusi ini efektif?

Klikdokter.com, Jakarta Pengasapan atau fogging dikenal masyarakat sebagai salah satu cara pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Namun, apa iya fogging ini merupakan solusi terbaik untuk membasmi penyebaran nyamuk Aedes aegypti si pembawa virus demam berdarah?

Fogging memang salah satu program pemerintah sebagai upaya memberantas penyakit DBD. Namun, pencegahan lewat fogging saja kenyataannya tidak efektif 100 persen mencegah penyakit ini. Fogging pun tak bisa dilakukan setiap hari, hanya saat terjadi kasus yang mana warga di daerah tertentu dilaporkan terjangkit DBD.

Walau bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa. Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, fogging juga bisa juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.

Solusi terbaik cegah dan atasi penyakit DBD

Jika memang fogging diketahui kurang efektif, sebenarnya apa solusi terbaik untuk memberantas nyamuk dan mencegah DBD?

Dalam memberantas nyamuk Aedes aegypti, pencegahan dengan metode fogging harus disertai dengan langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti:

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah

Jika tindakan ini dilakukan setiap hari, maka akan mampu mencegah munculnya sarang nyamuk di sekitar lingkungan rumah Anda.

  • Menghilangkan jentik nyamuk

Menghilangkan jentik nyamuk lebih mudah dibandingkan dengan memberantas nyamuk yang sudah dewasa. Untuk memberantas jentik nyamuk, Anda bisa menggunakan bubuk abate lalu ditaburkan di bak mandi, kolam ikan, atau tempat-tempat lain yang digenangi air di rumah.

1 dari 2 halaman

Pemberantasan sarang nyamuk

Program kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang disarankan oleh pemerintah adalah dengan “3M plus”, yaitu:

  • Menguras dan membersihkan bak mandi, ember, tempat penampungan air minum dan tempat-tempat lain yang bisa menjadi sarang nyamuk.
  • Menutup rapat tempat penampungan air seperti tangki air, kendi, atau penampungan air lainnya.
  • Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak.
  • Menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  • Menggunakan obat nyamuk.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Memelihara ikan yang dapat memakan jentik nyamuk seperti ikan cupang, ikan mas, swordtail, dan lain-lain.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavendel, zodia, kecombrang, rosemary, dan masih banyak lagi.
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
  • Mengatur cahaya dan ventilasi rumah.

Solusi di atas dapat Anda terapkan di area lingkungan rumah Anda sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan nyamuk penyebab DBD selain dengan metode fogging.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum fogging

Jika dalam waktu dekat lingkungan rumah Anda akan dilakukan fogging, maka ada beberapa catatan penting yang perlu Anda perhatikan keamanan dan keefektifan fogging.

  1. Fogging dilakukan dalam jarak 100 meter di sekeliling rumah penderita DBD.
  2. Komposisi cairan fogging harus sesuai. Saat ini komposisi cairan kimia yang digunakan adalah malathion, yang dalam pelaksanaan penyemprotan fogging penggunaannya harus diencerkan dengan penambahan solar atau minyak tanah. Komposisi tersebut harus seimbang. Bila insektisida terlalu sedikit, maka penyemprotan tidak memberikan hasil maksimal dan hanya meninggalkan bau minyak tanah atau solar yang akan menganggu pernapasan.
  3. Waktu fogging sebaiknya dilakukan pada pukul 08.00-11.00 atau pukul 14.00-17.00. Ini karena nyamuk Aedes aegypti aktif pada waktu tersebut.
  4. Penyemprotan harus segera dilakukan setelah ditemukan warga menderita penyakit DBD. Setelah ada laporan warga yang terkena DBD, efektifnya penyemprotan segera dilakukan dua hari setelahnya.

Meski dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa dan memutus rantai penularan DBD, tapi demi keefektifan pemberantasan nyamuk dan penyakit DBD, maka fogging harus disertai langkah-langkah pencegahan lainnya. Oleh karena itu, jagalah kebersihan lingkungan, jangan biarkan sampah menumpuk, basmi jentik nyamuk dengan segera, serta lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar khususnya saat musim hujan tiba.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar