Sukses

Kenali Gejala Dehidrasi pada Korban Gempa

Salah satu masalah kesehatan yang sering melanda korban gempa adalah dehidrasi akibat minimnya air bersih. Mari kenali gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Gempa bumi beserta tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah menelan korban hingga ribuan orang dan ratusan orang lainnya mengalami luka berat. Di sisi lain, banyak pengungsi karena bangunan, termasuk fasilitas publik. Pengungsi dilaporkan serba kekurangan, yang salah satunya adalah air bersih dan air minum. Bahayanya, ini bisa membuat korban gempa mengalami dehidrasi.

Hingga hari Rabu kemarin (3/10), jumlah pengungsi akibat gempa Sulawesi menjadi 61.867 orang. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi sebanyak itu tersebar di 109 titik.

Bantuan terus diupayakan bagi pengungsi dan warga yang terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah. Salah satu yang dibutuhkan pengungsi adalah air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah untuk minum agar tak kehilangan cairan atau dehidrasi.

Menurut dr. Theresia Rini Yunita dari KlikDokter, dehidrasi merupakan kondisi tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi dapat dikelompokkan menjadi tiga derajat keparahan, yaitu dehidrasi ringan, sedang, dan berat. Jika dehidrasi dibiarkan, maka bisa berkembang menjadi dehidrasi tingkat berat dan ini bisa mengancam nyawa.

Gejala dehidrasi yang umum

Keluarnya cairan tubuh bisa melalui berbagai cara, yakni keringat, air mata, muntah, buang air kecil, dan buang air besar. Dehidrasi biasanya terjadi karena diare, demam, muntah, luka bakar, kelainan ginjal, dan penyakit lainnya. Selain faktor tersebut, diare juga bisa disebabkan karena aktivitas berlebihan seperti olahraga atau konsumsi minuman beralkohol. Pada korban bencana alam, selain karena faktor penyebab yang disebutkan sebelumnya, dehidrasi juga bisa terjadi karena minimnya akses air minum.

Berikut adalah gejala yang umum dalam kasus dehidrasi:

  • Rasa haus yang berlebih
  • Rasa lelah
  • Kulit kering
  • Air mata kering
  • Mata cekung
  • Ubun-ubun cekung (pada anak-anak)
  • Turgor kulit (derajat elastisitas kulit) menurun
  • Bibir dan mulut kering
  • Pusing
  • Penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Penurunan berat badan
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut nadi meningkat
1 dari 2 halaman

Gejala dehidrasi yang lebih serius

Dehidrasi sering kali dianggap banyak orang sebagai masalah sepele. Akan tetapi, seperti disebutkan sebelumnya, ini bisa menjadi masalah kesehatan serius.

Berikut beberapa masalah serius terkait dehidrasi:

1. Badan lemas dan cenderung mengantuk

Ini merupakan tanda dehidrasi yang paling sering muncul dan disadari. Para pengungsi akan cenderung mengantuk dan tidur, sulit diajak bicara, dan merasakan lemas yang hebat.

2. Jantung berdebar

Dehidrasi menyebabkan turunnya tekanan darah dan akibatnya suplai oksigen ke seluruh organ tubuh pun ikut terganggu. Kerja jantung kemudian akan meningkat karena kurangnya oksigen dalam darah, dengan harapan darah yang dipompa akan sanggup menyuplai ke seluruh organ tubuh. Hal tersebut menimbulkan detak jantung yang menjadi lebih cepat atau berdebar-debar. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka dapat berujung pada terjadinya gagal jantung.

3. Tangan dan kaki menjadi dingin

Menurut dr. Theresia, akibat kurangnya suplai oksigen ke seluruh tubuh, maka suplai yang diutamakan adalah ke organ-organ penting. Maka dari itu, ujung-ujung jari kaki dan tangan dapat menjadi dingin akibat kurangnya suplai di pembuluh darah perifer. Selain terasa dingin, ujung jari akan berwarna lebih pucat.

4. Berkurangnya jumlah dan frekuensi buang air kecil

Kurangnya frekuensi dan jumlah buang air kecil atau berkemih menjadi tanda Anda mengalami dehidrasi. Segera minum jika tanda ini muncul. Dehidrasi terjadi karena tubuh mempertahankan cairan sehingga tidak dikeluarkan melalui urine maupun keringat. Ketika para pengungsi gempa mengalami dehidrasi, maka jumlah urine yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit, atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.

5. Kesadaran menurun

Penurunan kesadaran merupakan dampak akibat terjadinya syok. Penting untuk diingat bahwa kehilangan kesadaran ini dapat sangat mengancam nyawa dan bisa menyebabkan kematian.

Gejala-gejala di atas perlu diketahui agar efeknya tidak semakin parah. Dengan mengetahuinya, dehidrasi bisa dicegah dan diatasi. Bagi para pengungsi gempa, keadaan sudah cukup buruk dengan kehilangan tempat tinggal dan orang-orang tercinta. Semoga kebutuhan esensial seperti sanitasi, pangan, termasuk akses air minum tercukupi, sehingga para kesehatan pengungsi tak harus terancam oleh dehidrasi dan kondisi lainnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar