Sukses

Perlukah Ibu Hamil Suntik Tetanus?

Ibu hamil harus bisa menjaga kondisi kesehatannya, salah satunya lewat vaksinasi. Lantas, perlukah ibu hamil juga suntik tetanus?

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga tubuh dari berbagai gangguan penyakit sangat perlu dilakukan oleh ibu hamil. Pasalnya, ibu hamil juga bertanggung jawab terhadap janin di dalam kandungannya. Agar janin berkembang sempurna, begitu banyak usaha yang dilakukan, mulai dari memenuhi asupan nutrisi harian, yoga prenatal, hingga mendapatkan beberapa vaksinasi, termasuk suntik tetanus.

Suntik tetanus bagi ibu hamil

Jika ditanya seberapa penting vaksinasi tetanus untuk ibu hamil, jawabannya adalah sangat penting. Karena kematian bayi bisa disebabkan oleh infeksi tetanus. “Setidaknya 130.000 bayi di seluruh dunia meninggal akibat penyakit tetanus, yang menyumbang 4 persen kematian bayi di Asia Tenggara” jelas dr. Melyarna Putri dari KlikDokter. Oleh sebab itu, tetanus harus dicegah sedini mungkin dengan vaksinasi.

Sementara itu, penyakit tetanus umumnya terjadi di lingkungan yang kebersihannya tidak terjaga, termasuk di daerah yang fasilitas kesehatannya belum mumpuni dan tenaga medis terlatihnya masih sulit dicari.

Apabila Anda termasuk orang yang tinggal di daerah tersebut, kunjungilah rumah sakit yang tepercaya dan higienis, demi mendapatkan vaksinasi tersebut dan terhindar dari infeksi tetanus.

Vaksinasi pertama diberikan di trimester awal saat Anda terdeteksi hamil. Selang empat hingga enam minggu setelah suntikan yang pertama, lanjutkan dengan vaksinasi yang kedua. Sedangkan vaksin yang ketiga diberikan selang enam bulan dari vaksinasi yang kedua. Hal ini dilakukan agar vaksin bisa melindungi Anda selama lima tahun.

Dengan memberikan dua dosis Tetanus Toxoid (TT) pada wanita hamil dan wanita usia reproduktif, angka kematian bayi akibat tetanus bisa diturunkan sebanyak 94 persen. Lumayan efektif, bukan?

Sebenarnya, tak cuma ibu hamil yang memerlukan suntik tetanus, tetapi anak-anak juga. Sebab, anak kerap bermain di luar rumah dan memiliki risiko tinggi untuk terjatuh hingga mengalami luka.

Clostridium tetani atau bakteri penyebab tetanus, merupakan bakteri yang sensitif terhadap suhu panas dan hidup di tanah, khususnya di area yang banyak terdapat kotoran hewan. Nah, ketika anak terjatuh, bakteri tersebut bisa masuk melalui bagian kulit yang terluka.

1 dari 2 halaman

Gejala tetanus yang perlu Anda ketahui

Agar dapat melindungi si Kecil, Anda juga harus mengetahui berbagai gejala yang muncul saat anak terkena penyakit tetanus. Berikut ini adalah di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Kesulitan dalam membuka mulut dan menelan makanan.
  • Kaku pada leher, punggung dan bahu.
  • Mengejangnya otot-otot leher, lengan, kaki dan perut.
  • Timbul permasalahan tekanan darah dan detak jantung.
  • Jika sudah parah, penderita bisa mengalami patah tulang.

Melihat berbagai bahaya yang akan menyerang anak saat terkena tetanus, anak-anak usia sekolah dasar juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi tetanus.

Suntikan tersebut umumnya bisa diberikan saat mereka duduk di kelas 2 atau 3 sekolah dasar. Manfaat dari suntik tetanus tersebut adalah anak bisa terlindung dari penyakit tetanus selama kurang lebih 25 tahun ke depan.

Vaksinasi lain yang dibutuhkan ibu hamil

Selain suntik tetanus, ibu hamil juga memerlukan vaksinasi influenza dan hepatitis B. Alasannya, saat hamil, wanita akan mengalami perubahan fisiologis pada sistem pernapasan, sistem pertahanan tubuh, dan sistem jantung pembuluh darah yang menyebabkan  tubuhnya rentan terkena penyakit menular seperti influenza.

Di sisi lain, vaksinasi hepatitis B sangat perlu diberikan kepada ibu hamil, khususnya wanita hamil yang suaminya terjangkit infeksi menular seksual, guna mencegah penularan pada bayinya saat proses persalinan berlangsung.

Bila Anda telanjur mengidap hepatitis B, si Kecil yang baru dilahirkan harus langsung mendapatkan vaksin hepatitis B dan HBIG (Imunoglobulin Hepatitis B) sebelum lewat dari 12 jam.

Jadi, ibu hamil perlu mendapatkan suntik tetanus demi kesehatan diri dan bayi yang dikandungnya. Namun, vaksinasi lain, seperti influenza, hepatitis B, MMR, dan difteri serta pertusis juga tak kalah penting. Sebab, vaksinasi merupakan upaya pencegahan terbaik agar terhindar dari berbagai infeksi penyakit berbahaya yang dapat mengancam nyawa.

[NP/ RVS]

1 Komentar