Sukses

Inilah Pertolongan Pertama pada Korban Tersengat Listrik

Kakak Syahrini, Ridwan Zaelani, dikabarkan tewas akibat tersengat listrik. Kenali pertolongan pertama, agar tidak ada korban berikutnya.

Klikdokter.com, Jakarta Berita duka datang dari keluarga artis cantik, Syahrini. Selasa (25/9) lalu, Ridwan Zaelani, kakak kandung penyanyi yang baru saja menggelar konser bertajuk “Jambul Khatulistiwa” itu, diberitakan tutup usia akibat tersengat listrik tegangan tinggi. Ridwan mengalami luka bakar serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Luka bakar dan cedera akibat tersengat listrik seperti yang dialami oleh Ridwan disebabkan oleh adanya aliran listrik yang mengalir masuk ke dalam tubuh. Keadaan ini bisa terjadi akibat adanya kontak dengan bagian yang terbuka dari peralatan listrik, kabel, maupun sambaran petir.

Seseorang yang terkena sengatan listrik bisa mengalami kecacatan sementara atau permanen pada kulit, organ dalam tubuh, maupun jaringan tubuh lainnya. Tingkat kerusakan yang terjadi bergantung pada kekuatan serta durasi sengatan listrik.

Secara umum, sengatan listrik paling sering terjadi pada:

  • Anak yang menggigiti kabel listrik.
  • Peralatan rumah tangga atau benda metal yang tercolok listrik, semisal panggangan oven.
  • Pusat listrik (power supply) tidak dimatikan saat mereparasi atau memasang instalasi listrik.
  • Peralatan yang terhubung listrik terjatuh atau terendam air.

Gejala yang ditimbulkan pada sengatan listrik bergantung dari durasi kontak tubuh dengan listrik dan kekuatan listrik tersebut. Sengatan listrik dapat menyebabkan kontraksi otot yang berat, yang berujung pada cedera termasuk patah tulang. Gejala lainnya, antara lain:

  • Kesemutan atau baal
  • Kelemahan anggota tubuh
  • Luka bakar pada kulit
  • Nyeri kepala
  • Disorientasi
  • Turunnya tekanan darah
  • Kejang
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Henti napas dan jantung
  • Penurunan kesadaran hingga kematian
1 dari 2 halaman

Pertolongan pertama tersengat listrik

Seseorang yang menjadi korban sengatan listrik harus segera diberikan pertolongan. Adapun beberapa upaya yang bisa Anda lakukan jika mendapati adanya korban sengatan listrik, yaitu:

  • Segera hubungi layanan gawat darurat rumah sakit terdekat.
  • Jangan menyentuh orang yang tersengat listrik dengan tangan Anda.
  • Cabut sumber benda yang masih tercolok listrik atau matikan sumber listrik.
  • Jika Anda tidak dapat mematikan sumber listrik, cobalah untuk menggeser orang tersebut dari sumber listrik. Sebelum melakukan ini, pastikan Anda berdiri di permukaan yang kering―seperti di atas keset berbahan karet atau tumpukan buku. Anda juga bisa mendorong orang tersebut agar jauh dari sumber listrik dengan menggunakan benda berbahan kayu yang kering―misalnya gagang sapu.
  • Setelah berhasil menjauhkan orang tersebut dari sumber listrik, cobalah ajak berbicara dan cek responsnya sembari menunggu pertolongan medis datang.

Untuk mencegah terjadinya sengatan listrik, Anda sebaiknya:

  • Gunakan pengaman atau penutup colokan listrik yang aman untuk anak
  • Jauhkan sumber listrik, termasuk kabel, dari jangkauan anak.
  • Ikuti buku petunjuk saat sedang menggunakan peralatan yang tersambung dengan listrik. Selalu matikan sumber listrik saat akan mereparasi kabel.
  • Hindari menggunakan peralatan yang tersambung listrik saat mandi atau kondisi tubuh sedang basah.
  • Jangan pernah menyentuh peralatan listrik saat sedang menyentuh keran atau pipa air.
  • Saat sedang banyak petir, hindari tempat terbuka. Sebaiknya cari tempat berlindung atau hindari keluar rumah.

Dalam keadaan ringan, korban tersengat listrik dapat mengalami kerusakan kulit dan luka bakar. Sementara itu, jika yang terjadi adalah sengatan listrik tegangan tinggi seperti yang dialami oleh kakak Syahrini, Ridwan Zaelani, kematian mungkin tak bisa dihindari lagi. Namun, apa pun jenis sengatan yang terjadi, korban tetap perlu diberikan pertolongan pertama sebagai upaya menyelamatkan nyawa.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar