Sukses

Adakah Pengaruh Diabetes Terhadap Kualitas Sperma?

Diabetes mellitus dapat berdampak pada berbagai aspek tubuh. Namun, apakah kualitas sperma merupakan salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Saat terkena diabetes mellitus, seseorang akan mengalami kekurangan hormon insulin yang berperan pada regulasi kadar gula darah. Padahal, kekurangan hormon tersebut dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Tapi, bagaimana dampaknya pada kualitas sperma?

Dampak diabetes pada kualitas sperma

Diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, baik pada organ ginjal, mata, dan berbagai organ lainnya. Dampak yang dapat terjadi sebagai akibat dari diabetes mellitus mencakup kerusakan jangka panjang, disfungsi, serta kegagalan fungsi dari berbagai organ.

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah gangguan pada sistem reproduksi pria. Sebab, metabolisme glukosa di dalam tubuh adalah salah satu hal penting yang berkaitan dengan produksi sperma.

Sebagai tambahan, metabolisme glukosa juga penting untuk mempertahankan aktivitas sel dasar, serta fungsi spesifik seperti motilitas (kemampuan pergerakan sel sperma) dan kemampuan fertilisasi pada sperma.

Berdasarkan jurnal kedokteran Asian Journal of Andrology, diabetes dapat memiliki pengaruh terhadap kesuburan pria, terutama berkaitan dengan kualitas sperma, yakni motilitas sperma, integritas deoxyribonucleic acid (DNA) pada sperma, dan kandungan dari air mani.

Dengan pengaruh yang terjadi pada faktor-faktor tersebut, kemampuan reproduksi dari pria yang mengalami diabetes dapat menurun.

Menurut informasi dari European Society for Human Reproduction and Embryology, para pakar menemukan bahwa sperma dari pria yang mengalami diabetes memiliki kerusakan pada DNA. Hal ini dapat memengaruhi tingkat kesuburan pria.

Kaitannya dengan reproduksi pria

Selain dampaknya pada kualitas sel sperma, diabetes juga dapat menyebabkan beberapa pengaruh lain pada sistem reproduksi pria. Salah satu contohnya adalah kemungkinan terjadinya disfungsi ereksi.

Pria dengan diabetes memiliki peningkatan risiko dua hingga tiga kali untuk mengalami disfungsi ereksi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki diabetes. Disfungsi ereksi dapat ditandai dengan kesulitan penis untuk mencapai ereksi atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.

Sebagai tambahan, pria dengan diabetes juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk memiliki kadar hormon testosteron yang rendah. Kondisi ini dapat memengaruhi performa seksual serta keinginan untuk berhubungan seksual (sex drive) pada pria.

Selain itu, kemungkinan terjadinya penundaan ejakulasi juga dapat terjadi lebih sering pada pria dengan diabetes, disertai dengan volume air mani yang semakin berkurang.

Diabetes dapat memiliki berbagai pengaruh terhadap fungsi organ-organ pada tubuh. Pada pria, diabetes dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma dan fungsi sistem reproduksi pria.

Oleh sebab itu, individu yang terdiagnosis mengalami diabetes sangat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Apabila kadar gula darah tidak dapat dikendalikan dengan modifikasi gaya hidup, dokter juga dapat menganjurkan untuk mengonsumsi pengobatan sesuai dengan pertimbangan klinis.

Dengan memastikan bahwa kadar gula darah terkendali dengan baik, harapannya komplikasi dari diabetes dapat dihindari, sehingga kualitas sperma dan kesehatan reproduksi pria pun terjaga.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar