Sukses

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Pemeriksaan Jantung?

Salah satu cara menjaga kesehatan jantung adalah dengan pemeriksaan jantung. Inilah waktu yang tepat untuk Anda yang ingin periksa jantung!

Klikdokter.com, Jakarta Jantung merupakan salah satu organ vital di dalam tubuh yang terletak di rongga dada. Semua orang tahu bahwa jantung merupakan organ tubuh paling vital, yang mana jika jantung berhenti berdenyut, kehidupan pun sirna. Begitu vitalnya peran jantung, penting bagi Anda untuk melakukan cek kesehatan jantung. Namun, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan jantung?

Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh organ tubuh yang dialirkan melalui pembuluh darah dalam satu kesatuan sistem kardiovaskular. Darah yang dialirkan tersebut kaya akan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan seluruh organ. Dengan begitu, jika fungsi jantung terganggu, maka otomatis dapat langsung menghambat kerja organ-organ lainnya.

Ada serangkaian upaya yang sering dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatan jantungnya, di antaranya mengonsumsi makanan sehat, rajin olahraga, menurunkan berat badan, berhenti merokok, hingga menghindari stres. Jika upaya-upaya tersebut sudah dilakukan, selanjutnya diperlukan indikator penilaian kondisi kesehatan jantung Anda, yaitu dengan melakukan pemeriksaan jantung. Lantas, kapan waktu yang tepat melakukan pemeriksaan jantung?

Waktu yang tepat untuk pemeriksaan jantung

Mengingat penyakit jantung dapat mengancam segala usia, maka pemeriksaan jantung perlu dilakukan oleh siapa pun. Bahkan, pemeriksaan jantung harus dilakukan secara teratur agar dapat mendeteksi kelainan jantung secara dini. American Heart Association merekomendasikan seseorang untuk melakukan skrining kardiovaskular sejak usia 20 tahun. Skrining kardiovaskular ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol darah, berat badan, kadar gula, kebiasaan merokok, olahraga, dan pola makan.

Deteksi dini kelainan jantung dapat memberikan peluang pengobatan dan perawatan yang lebih baik. Untuk mendeteksi kelainan jantung, mulailah dari diri sendiri. Sejak awal, setiap orang perlu mengetahui faktor risiko yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung pada dirinya.

Adapun beberapa faktor risikonya adalah riwayat penyakit jantung dalam keluarga, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kadar gula darah, dan kolesterol darah. Jika memiliki faktor risiko tersebut, maka sebaiknya Anda bisa lebih awal memeriksakan kesehatan jantungnya ke dokter. Jika hasil pemeriksaan jantung baik, maka pemeriksaan jantung selanjutnya dapat dilakukan setiap setahun sekali. Namun, bila hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan, maka pemeriksaan jantung harus dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Pemeriksaan jantung oleh dokter

Pemeriksaan jantung terdiri dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Dimulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang. Semua pemeriksaan tersebut sudah menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan untuk mendeteksi kelainan pada jantung, seperti gangguan irama jantung, gangguan katup jantung, atau sumbatan pada pembuluh jantung.

Pada saat wawancara medis, biasanya dokter akan mencari tahu apakah seseorang memiliki gejala-gejala atau faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung. Sedangkan pada pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan penilaian terhadap organ jantung melalui inspeksi (melihat kelainan pada area dada), palpasi (perabaan detak jantung atau kelainan di area dada), perkusi (mengetahui letak jantung dengan mengetuk dinding dada), dan auskultasi (mendengar denyut jantung dan suara napas).

Selanjutnya, pemeriksaan penunjang terdiri dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram atau USG jantung, rontgen dada, tes darah, MRI atau CT scan, hingga angiografi. Pemeriksaan penunjang tersebut tidak harus dilakukan semua, yang bergantung pada setiap kondisi individu.

Dengan demikian, sangat penting bagi Anda memeriksakan kesehatan jantung secara teratur. Untuk itu Anda perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan jantung. Selain itu, tidak kalah penting untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini, sehingga Anda dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter bila Anda memiliki faktor-faktor risiko di atas.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar