Sukses

Antisipasi Serangan Jantung dengan Kenali Gejala Sejak Dini

Demi menghadang datangnya si pembunuh nomor satu di dunia, yakni serangan jantung, mari kenali gejalanya sejak dini.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti ingin terbebas dari penyakit mematikan, tak terkecuali serangan jantung. Apalagi kini serangan jantung tidak cuma menyerang lansia. Orang muda juga mesti waspada bila sedari awal memiliki gaya hidup yang tak sehat. Sebut saja sering begadang, mengonsumsi banyak makanan berlemak yang tinggi garam dan gula, hingga jarang berolahraga.

Risiko untuk terkena gangguan kesehatan pada kemudian hari pun menjadi semakin tinggi. Untuk itu, ada baiknya Anda mengenal sejak dini gejala serangan jantung agar semakin cepat juga Anda bisa menanganinya.

1. Berkeringat dingin

Tak cuma datang di saat Anda sedang gugup menghadapi ujian, keringat dingin pun bisa menjadi tanda bahwa Anda berpotensi terkena serangan jantung. Perhatikanlah kapan keringat dingin itu muncul. Apakah saat Anda berolahraga? Jika iya, berarti Anda tidak perlu khawatir.

Sebaliknya, bila tubuh Anda mengeluarkan keringat dingin dan tangan juga dingin padahal tidak sedang beraktivitas fisik dan disertai dengan gejala-gejala khas lainnya (nyeri dada, sesak napas, mual), Anda patut mencurigainya sebagai awal mula serangan jantung.

2. Nyeri dada kiri

Anda tentu mengetahui bahwa jantung berada di dada sebelah kiri. Apabila muncul rasa nyeri di bagian tersebut, itu bisa jadi pertanda bahwa ada yang tak beres pada jantung Anda. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, rasa nyeri yang timbul umumnya akan seperti ditindih benda berat, diremas, atau rasa penuh di belakang tulang dada yang berlangsung selama beberapa menit.

Rasa tidak nyaman tersebut juga bisa merembet ke bagian tubuh lain, seperti leher, rahang bawah, lengan kiri, punggung, dan ulu hati. Meski demikian, Anda juga harus menilik lagi apakah ini benar gejala serangan jantung atau refluks asam lambung (GERD). Pasalnya, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter mengatakan, penyakit lambung kronis itu juga bisa menyebabkan dada terasa nyeri. Bedanya adalah kondisi tersebut juga disertai rasa pahit atau asam di pangkal lidah karena naiknya asam lambung.

3. Mual dan muntah

Siapa sangka, mual dan muntah merupakan gejala dini dari serangan jantung? Tak cuma menjadi ciri-ciri dari adanya gangguan pencernaan, kedua hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa Anda, khususnya wanita, berpotensi terkena serangan jantung pada kemudian hari.

4. Nyeri perut

Nyeri perut yang berhubungan dengan serangan jantung terletak di bagian ulu hati. Biasanya, nyeri ulu hati juga disertai sendawa terus-menerus. “Itulah mengapa terkadang gejala yang satu ini disalahartikan sebagai gejala mag,” jelas dr. Andika.

5. Sesak napas

Karena jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh sehingga terjadi penumpukan darah pada paru-paru, calon pasien serangan jantung bisa terkena sesak napas terlebih dulu. Sama pula dengan nyeri dada dan nyeri perut, gejala yang satu ini sering disalahartikan sebagai gejala penyakit lambung, seperti mag atau GERD.

Dari lima gejala dini yang telah disebutkan, tiga di antaranya mirip dengan gejala penyakit lambung. Karena itu, konsultasikan segera kepada tenaga medis profesional agar bisa dilakukan pemeriksaan tambahan seperti rekam jantung (EKG), untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami dari jantung atau lambung.

Sementara itu, berdasarkan penelitian terhadap lima rumah sakit berbeda di Amerika Serikat yang melibatkan 515 wanita yang baru saja terkena serangan jantung mengungkap bahwa:

  • 70 persennya sering merasa lelah yang tak biasa
  • 48 persennya mengalami gangguan tidur
  • 39 persennya mengalami masalah pencernaan
  • 35 persennya mengalami rasa cemas tanpa penyebab pasti

Sedangkan hanya 30 persen wanita yang merasakan nyeri dada sebelumnya. Padahal, nyeri dada merupakan gejala yang paling mencirikan adanya gangguan pada jantung. Oleh karena itu, bila akhir-akhir ini Anda merasakan gejala-gejala di atas, jangan sepelekan dan segeralah periksa ke dokter supaya Anda  bisa mengantisipasi serangan jantung sejak dini.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar