Sukses

Anak yang Sehat Merupakan Investasi Masa Depan

Anak sehat adalah investasi masa depan. Untuk itu, perhatikanlah kesehatannya sejak dalam kandungan dan pemberian vaksin MR sesuai jadwal.

Klikdokter.com, Jakarta Anak merupakan anugerah bagi tiap pasangan suami istri. Pada dasarnya, anak yang sehat adalah investasi masa depan, tak untuk orang tua tapi untuk bangsa dan negara. Orang tua akan melakukan apa pun yang terbaik untuk anaknya mulai dari aspek sosial, psikologis, hingga kesehatan yang layak. Faktor kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting karena menjadi awal kesejahteraan anak pada masa mendatang.

Menjaga kesehatan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Oleh sebab itu, kesehatan ibu saat hamil perlu dipantau agar si Kecil dapat lahir dengan sehat. Setelah bayi lahir, seribu hari pertama kehidupan atau yang dikenal dengan The Golden Period, seorang anak juga harus diperhatikan dengan baik.

Pertumbuhan anak perlu pengawasan

Masa tumbuh kembang anak pelru mendapatkan perhatian dan pengawasan yang saksama, mulai dari pemberian ASI dan MPASI, status gizi, hingga kebutuhan imunisasi, dan vaksinasi. Dengan terpenuhinya kebutuhan kesehatan mereka secara mumpuni, anak-anak akan memiliki kesempatan untuk beraktivitas maksimal, bermain, dan bersosialisasi, serta menempuh pendidikan tanpa terhalang oleh masalah kesehatan.

Hal itu sejalan dengan pemikiran Dr. dr. Rinawati Rohsiswanto, SpA(K). Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan perkembangan anak harus dipantau sejak tarikan napas pertama. Maka dari itu, sangat penting untuk memberikan layanan terbaik bagi wanita yang akan melahirkan karena kondisi tersebut akan berhubungan dengan anak secara langsung.

"Kualitas generasi penerus Indonesia ditentukan sejak tarikan napas pertamanya di dunia. Oleh karena itu, diperlukan layanan kepada bayi yang baru lahir secara komprehensif dan berkulitas. Selain itu, persalinan aman harus didampingi oleh tenaga kesehatan," ujar dr. Rina dalam acara Diskusi Anak, Investasi Masa Depan di FKUI akhir Agustus lalu.

"Kunci dari pelayanan yang baik adalah pemantauan rutin dan respons yang cepat dan tepat. Selain itu, kita semua bertanggung jawab untuk memberikan layanan terbaik bagi anak-anak kita sesuai dengan peran masing-masing. Pemerintah mendukung dari sisi kebijakan dan pendanaan, tenaga kesehatan membantu pelaksanaan di lapangan, dan media membantu meningkatkan pengetahuan publik," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Meningkatkan derajat kesehatan anak

Sesuai dengan program Nawa Cita yang dicetuskan Presiden Joko Widodo, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia, berarti juga meningkatkan derajat kesehatan anak-anak. Program tersebut sejalan dengan Sustainable Develeopment Goals (SDGs) yang dirumuskan oleh United Nation Development Program (UNDP).

Sebagai upaya untuk mencapai target tersebut, pemerintah pun tidak tinggal diam. Berbagai program kesehatan kemudian diluncurkan. Salah satunya adalah program imunisasi MR (measles rubella) untuk mengeliminasi risiko penyakit campak dan rubella. Akan tetapi, berbagai isu kesehatan yang kebenarannya masih diragukan, banyak bermunculan.

Isu-isu ini tentu dapat meresahkan masyarakat dan berdampak pada pelaksanaan program imunisasi tersebut sehingga berakibat pada kurangnya cakupan imunisasi. Lalu, sebenarnya seberapa berbahayakah campak dan rubella bagi kesehatan ibu dan anak?

Pentingnya vaksin MR

Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro SpA(K) selanjutnya menjabarkan betapa pentingnya vaksin MR. Meski harus bersinggungan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut vaksin tersebut haram tapi diperbolehkan, dr. Sri Rezeki percaya bahwa itu merupakan cara paling ampuh saat ini.

Menurut dr. Sri Rezeki, imunisasi memiliki manfaat untuk mencegah kematian dan kecacatan. Selain itu juga dapat mencegah penyakit campak dan rubella. Oleh karena itu,  vaksin MR untuk anak yang baru lahir adalah hal yang sangat penting.

Masih menurut dr. Sri Rezeki, komplikasi campak sangat berbahaya, sehingga harus dicegah. Komplikasi campak dapat menyebabkan kematian, diare dan dehidrasi, pneumonia, radang otak, cacat pada mata karena defisiensi vitamin A.

Campak dan rubella memang salah satu virus yang masih "menggelayuti" Indonesia dan menjadi ancaman bagi anak-anak. Bahkan, menurut data 2017, satu daerah bisa mengalami 300 lebih kejadian. Oleh karena itu, vaksin MR dianjurkan untuk diberikan pada usia rentang 9 bulan sampai 15 tahun. Dengan memberikan vaksin kepada anak, maka anak dapat terhindar dari beragam penyakit yang membahayakan kesehatannya.

Anak yang sehat merupakan investasi yang tidak ternilai harganya, tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga untuk bangsa. Oleh karena itu pastikan bahwa kesehatan anak sejak dalam kandungan terus terjaga, begitu pula dengan tumbuh kembang anak selanjutnya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan vaksin MR kepada anak.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar