Sukses

Awas, Ada Obat yang Rentan Picu Disfungsi Ereksi

Ada jenis obat yang disebut-sebut rentan picu disfungsi ereksi. Jika ini membuat Anda khawatir, ketahui jenis obat-obatan tersebut di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik untuk berhubungan seksual. Penyebab disfungsi ereksi bisa akibat berbagai faktor, termasuk penggunaan obat-obatan tertentu yang ternyata rentan memicu disfungsi ereksi. Obat seperti apa yang dimaksud?

Beberapa faktor yang bisa mendasari terjadinya disfungsi ereksi antara lain: kelainan pada pembuluh darah (termasuk stroke), kelainan persarafan, kelainan pada penis, serta masalah psikis yang memengaruhi gairah seksual.

Berdasarkan penjelasan dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, penis memerlukan aliran darah yang cukup agar bisa tegak. Jika aliran darah terganggu, otomatis kondisi tersebut dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

“Kerusakan saraf akibat diabetes mellitus dan alkohol misalnya, dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga memengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini,” kata dr. Fiona.

Tak sedikit kalangan pria yang tetap melakukan kebiasaan buruk tersebut hingga akhirnya menyesal di kemudian hari. Namun, banyak juga pria yang menerapkan pola hidup sehat tapi tetap bisa menderita disfungsi ereksi, yang ternyata merupakan dampak dari obat-obatan tertentu.

Obat pemicu disfungsi ereksi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, Amerika Serikat, diperkirakan 25 persen dari semua kasus disfungsi ereksi adalah efek samping dari obat-obatan. Jenis obat yang paling sering dikaitkan dengan disfungsi ereksi adalah obat antidepresan, antiulkus, obat penenang, serta obat diuretik yang bikin tubuh menyingkirkan natrium dan biasa digunakan dalam pengobatan gagal jantung, gagal hati, juga gangguan ginjal tertentu.

Propecia, obat yang digunakan untuk melawan kebotakan, juga dilaporkan dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada 1,3 persen pria. Obat lain yang juga dapat memicu disfungsi ereksi adalah antihistamin, antiandrogen (digunakan untuk mengobati kanker prostat), antikolinergik (digunakan untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif, inkontinensia, COPD, dan gejala penyakit Parkinson), dan beberapa obat antikanker.

Namun, jenis obat paling umum yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi adalah obat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Perlu diketahui bahwa berdasarkan fakta medis, darah tinggi dan disfungsi ereksi berkaitan dengan erat.

1 dari 2 halaman

Risiko disfungsi ereksi pada penderita hipertensi

Pria pengidap disfungsi ereksi memiliki risiko 38 % lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Hal ini telah diuji oleh tim peneliti Harvard kepada sekitar 1,9 juta jiwa.

Hubungan ini tidak terlalu mengejutkan karena disfungsi ereksi sering terjadi pada pria yang merokok atau kelebihan berat badan. Keduanya merupakan faktor risiko umum untuk tekanan darah tinggi. Disfungsi ereksi juga bisa menjadi tanda peringatan untuk tekanan darah tinggi yang tidak terdiagnosis, bahkan termasuk penyakit jantung.

Meski semua jenis obat tekanan darah dapat menyebabkan disfungsi ereksi, tapi masalah paling besar didapat pada obat diuretik. Butuh penanganan lebih lanjut bagi seseorang dalam mengatasi disfungsi ereksi sambil tetap meminum obat diuretik.

Mencegah terjadinya disfungsi ereksi sejak dini

Untuk melakukan pengobatan disfungsi ereksi, Anda dituntut untuk mencari tahu penyebabnya terlebih dulu. Pada kasus disfungsi ereksi karena gangguan fisik, terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan dan pemberian obat-obatan. Sementara pada disfungsi ereksi akibat gangguan psikologis, kondisi ini tidak memerlukan pembedahan atau penanganan medis. Salah satu upaya yang biasa dilakukan adalah mencari faktor penyebab disfungsi ereksi, misalnya stres, kelelahan, adiksi pada narkoba, dan lain-lain.

“Setelah didapatkan faktor penyebab, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus disfungsi ereksi bisa terus berulang meskipun sudah sembuh dengan atau tanpa bantuan obat,” kata dr. Fiona.

Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditangani secara tepat dan memadai. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesiali urologi atau androlog untuk dilakukan pemeriksaan.

Karena terdapat obat-obatan yang rentan picu disfungsi ereksi, apa pun obat yang Anda konsumsi harus berdasarkan resep dokter atau di bawah pengawasan dokter. Jika disfungsi ereksi sudah terjadi, segera konsultasi ke dokter agar diketahui penyebab yang mendasari serta penanganan yang sesuai.

[RN/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar