Sukses

Antara Hepatitis B dan C, Mana Lebih Berbahaya?

Hepatitis B dan hepatitis C adalah jenis hepatitis yang perlu diwaspadai. Kenali lebih jauh tentang keduanya.

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis adalah penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Terdapat berbagai jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. Namun yang paling sering ditemukan adalah hepatitis A, B dan C. Pada hepatitis B dan C, perlu diwaspadai karena dapat memberikan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Manakah yang lebih berbahaya di antara keduanya?

Hepatitis B dan hepatitis C sama berbahayanya jika tidak ditangani sejak dini. Kedua penyakit ini bila dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi berupa gagal hati, sirosis, dan kanker hati. Namun, sebanyak 55-85% penderita hepatitis C akan mengalami penyakit kronis dan risiko sirosis atau kanker hati lebih besar dibandingkan penderita hepatitis B.

Pada umumnya, sebanyak 90% pasien dengan hepatitis B akut dapat dikendalikan virusnya dalam waktu 3 sampai 6 bulan, kecuali memiliki kondisi tertentu. Misal, penderita mengalami infeksi hepatitis B saat usia muda, karena makin muda usia seseorang menderita hepatitis B maka makin tinggi risiko menjadi hepatitis B kronik saat dewasa.

Sedangkan pada hepatitis C, hanya sekitar 15-45% penderita yang berhasil dikendalikan infeksi virusnya.

Kenali hepatitis B lebih dekat

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan virus hepatitis B (HBV). Sering kali penderita tidak menyadari bahwa dirinya terkena virus ini.

Pada hepatitis B akut, gejala yang sering muncul adalah mual, muntah, lemas, nyeri sendi, batuk, dan pilek disertai perubahan warna pada kulit dan mata menjadi kuning. Sedangkan pada hepatitis B kronik, gejala yang muncul sama seperti pada hepatitis B akut, hanya saja disertai nyeri perut hebat dan tanda-tanda gagal hati.

Virus hepatitis B terdapat di dalam cairan tubuh penderita seperti carian darah, air mani dan cairan vagina. Penyebarannya terjadi saat cairan tubuh penderita masuk ke tubuh orang lain, yang dapat dilakukan melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom dan berbagi alat jarum suntik yang sama.

Selain itu, penularannya bisa dari penggunaan barang pribadi bersama seperti pisau cukur, sikat gigi, dll.

1 dari 2 halaman

Apa itu hepatitis C?

Hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan virus hepatitis C (HCV). Sama seperti hepatitis B, penderita hepatitis C sering kali tidak menyadari bahwa saat itu sedang terinfeksi. Gejala baru akan muncul setelah terjadi kerusakan hati. Berikut beberapa tanda dan gejala hepatitis C:

  • Demam
  • Nyeri perut
  • Rasa lelah sepanjang hari
  • Penurunan nafsu makan
  • Mudah mengalami perdarahan
  • Kuning di kulit dan mata
  • Penumpukan cairan di perut
  • Pembengkakan pada kaki
  • Urine bewarna gelap
  • Tampilan pembuluh darah yang menyerupai laba-laba pada kulit

Sama seperti hepatitis B, virus hepatitis C berkembang di dalam darah. Jadi penderita akan menularkan kepada orang lain jika ada kontak dengan darah seperti melalui jarum suntik atau di tempat pembuatan tato yang tidak menggunakan jarum maupun peralatan yang steril.

Di samping itu, menggunakan barang pribadi seperti sikat gigi, gunting kuku, alat cukur dan hubungan seksual dengan penderita juga meningkatkan risiko seseorang untuk tertular hepatitis C.

Kedua penyakit hepatitis ini sangat berbahaya bagi tubuh. Sedari dini Anda dapat mencegahnya dengan menjaga pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko. Untuk hepatitis B sudah ada vaksinasinya, sehingga pencegahan terbaik saat ini adalah dengan melakukan vaksinani hepatitis B. Sedangkan untuk mencegah hepatitis C adalah dengan menghindari faktor risiko penularan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar