Sukses

Depresi Selama Kehamilan Sebabkan Kondisi Ini pada Otak Bayi

Depresi selama kehamilan membawa pengaruh buruk pada perkembangan otak bayi. Segera atasi agar si Kecil tak mengalami kondisi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit wanita yang mengalami depresi selama kehamilan. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, sebaiknya segera lakukan upaya agar keluhan tersebut segera teratasi. Sebab, bila tidak, bayi yang ada di dalam kandungan akan terancam mengalami berbagai gangguan perkembangan otak.

Secara umum, depresi dapat diartikan sebagai keadaan yang terjadi ketika emosi Anda tidak stabil dan mood cenderung buruk. Menurut dr. Ellen Theodora kepada KlikDokter, depresi dipengaruhi oleh tiga faktor: biologis, keturunan dan psikososial.

“Pada kasus depresi atau gangguan kepribadian, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling berkaitan,” ungkap dr. Ellen.

Kenali gejala depresi

Sama halnya dengan gangguan kesehatan lain, depresi juga memiliki ciri dan gejala khas. Berikut beberapa di antaranya:

  • Merasa sedih, kosong, atau mood yang tidak stabil sepanjang waktu
  • Hilangnya minat atau kesenangan yang jelas pada semua aspek kehidupan, termasuk hobi
  • Penurunan berat badan yang cukup banyak, meski individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga
  • Insomnia atau hipersomnia setiap hari
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik)
  • Badan lemas atau hilangnya energi tanpa sebab yang jelas setiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau bersalah yang berlebihan
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu
  • Memikirkan kematian secara berulang dan berlebihan
1 dari 2 halaman

Depresi selama kehamilan

Depresi pada wanita hamil dapat berakibat fatal. Berdasarkan penelitian yang dilansir dari Reuters, kondisi itu dapat berpengaruh pada tumbuh kembang otak bayi di dalam kandungan.

Sebuah studi menyebut bahwa wanita dengan depresi dan kecemasan selama kehamilan cenderung memiliki bayi yang mengalami perubahan pada struktur otak. Hal ini bisa menimbulkan dampak tidak baik bagi tumbuh kembang sang buah hati nantinya.

Dalam pembuktian akan hal tersebut, peneliti meminta 101 wanita untuk menyelesaikan kuesioner tentang depresi dan gejala kecemasan selama trimester ketiga kehamilan. Secara keseluruhan, enam wanita hamil memiliki gejala gangguan depresi mayor, lima depresi sedang, dan 42 lainnya depresi ringan.

Kemudian, para peneliti mengambil MRI otak bayi ketika mereka berusia sekitar satu bulan. Peneliti menemukan banyak perubahan pada struktur otak bayi yang lahir dari wanita depresi.

Meski demikian, peneliti masih belum dapat memastikan seberapa besar pengaruh depresi atau gangguan cemas selama hamil pada perkembangan otak bayi dari segi perilaku dan emosi. Akan tetapi, para wanita hamil diminta untuk tetap waspada dan berupaya agar depresi selama kehamilan tak terjadi, apalagi hingga berkelanjutan.

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter depresi, tekanan hidup, rasa cemas berlebihan, dan masalah mental lain selama kehamilan berhubungan dengan kelahiran prematur.

“Gangguan mental apapun yang dirasakan selama kehamilan juga bisa berkaitan dengan berat badan lahir rendah, tekanan darah tinggi selama kehamilan, dan efek buruk kesehatan lainnya,” kata dr. Jesslyn.

Mengetahui fakta ini, Anda yang sedang hamil sebaiknya segera melakukan upaya agar depresi atau gangguan mental lainnya tidak terjadi selama kehamilan. Jika terasa sulit, tak ada salahnya bila Anda berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan ataupun psikiater. Anda tentu tak ingin si Kecil yang sudah tumbuh terawat sselama embilan bulan di dalam kandungan, akhirnya lahir dengan masalah pada otak, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar