Sukses

Siapa Lebih Rentan Kanker Otak, Pria atau Wanita?

Sebenarnya pria atau wanita yang ternyata paling rentan terkena kanker otak? Awas, mungkin Anda termasuk di dalamnya!

Klikdokter.com, Jakarta Meninggalnya senator terkenal Amerika Serikat, John McCain, karena kanker otak membuat dunia terkejut. Padahal, kanker otak yang dialaminya – glioblastoma - baru diketahui pada tahun 2017. Peristiwa ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai penyakit ganas tersebut. Di antara pria dan wanita, kelompok manakah yang paling rentan terserang kanker otak?

Sekilas tentang kanker otak

Kanker otak merupakan tumor ganas yang menyerang otak. Tumor otak ini dapat berasal dari otak, ataupun penyebaran dari tumor yang ada di tempat lain. Ada banyak jenis tumor dalam otak. Beberapa jenis yang paling umum adalah glioma, meningioma, adenoma, neuroma akustik, dan metastasis tumor dari bagian tubuh lain.

Tumor otak dapat terjadi pada usia berapapun, tetapi paling sering menyerang orang usia di atas 40 tahun. Berdasarkan data WHO tahun 2012, ada lebih dari 250.000 penduduk dunia yang mengalami kanker otak. Pada anak, kanker otak merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang terjadi setelah leukemia.

Faktor risiko kanker otak meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan tumor otak, ras, riwayat cedera kepala dan kejang, dan riwayat infeksi otak. Termasuk juga paparan pestisida, polusi, produk minyak, karet, vinyl klorida, radiasi, dan lapang elektromagnetik, dan lain-lain.

Selain sakit kepala, tanda dan gejala kanker otak, di antaranya kejang, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, gangguan bicara dan menelan, rasa baal di wajah, mual dan muntah, serta kelemahan tubuh pada satu sisi.

Secara umum, pria lebih sering mengalami kanker otak dibanding wanita (1.5:1). Berdasarkan data dari WHO tahun 2015, angka penderita tumor otak pada pria (139.000 kasus) lebih tinggi dari wanita (116.000 kasus).

Sebagai contoh, glioblastoma, kanker otak yang paling sering terjadi dan diidap oleh McCain, dua kali lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Meski demikian, ada beberapa jenis tumor otak yang lebih sering terjadi pada wanita seperti meningioma dan adenoma pituitari.

Mengapa pria lebih sering terkena?

Alasan mengapa kanker otak lebih sering ditemukan pada pria dibanding wanita sebelumnya tidak diketahui secara pasti. Namun, belum lama ini ada peneliti dari Amerika Serikat yang mengungkapkan hal ini. Dikatakan bahwa kanker otak lebih sering terjadi pada pria karena gen protein retinoblastoma (RB) kurang aktif pada otak pria.

Apa itu gen RB? Di tubuh Anda terdapat beberapa gen yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel ganas. Salah satunya adalah gen RB ini. Jika gen RB (dan gen penghambat pertumbuhan tumor lainnya) aktif, maka orang tersebut memiliki kemungkinan yang lebih kecil mengalami tumor atau kanker. Sebaliknya, bila gen tersebut kurang aktif atau mengalami kerusakan, maka sel-sel ganas akan lebih mudah tumbuh dan berkembang menjadi kanker.

Nah, kembali ke kanker otak, penelitian tersebut membandingkan aktivitas gen-gen penghambat tumor yang ada pada otak pria dan wanita. Ditemukan bahwa di antara beberapa gen penghambat tumor di otak, gen RB lebih aktif pada otak wanita dibandingkan otak pria sehingga risiko pria mengalami kanker otak lebih besar.

Jadi, sudah terjawab, kan, mengapa kanker otak lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar