Sukses

Kenali Manfaat Nuclear Stress Test untuk Kesehatan

Metode nuclear stress test memanfaatkan radioaktif untuk mengetahui kondisi jantung pasien. Simak paparan ini untuk mengetahui manfaatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sama halnya dengan metode lain dalam kedokteran nuklir, nuclear stress test memanfaatkan materi radioaktif untuk pemeriksaan kesehatan. Dalam hal ini nuclear stress test dimanfaatkan untuk pemeriksaan kondisi kesehatan jantung.

Berdasarkan penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, perkembangan  kedokteran nuklir dalam bidang medis saat ini telah sampai pada tahap yang semakin detail. Dalam bidang medis, kini materi radioaktif dimanfaatkan untuk menegakkan diagnosis dan mengobati penderita.

“Prosedur penggunaan nuklir dalam kedokteran menggunakan obat radioaktif yang dinamakan radiofarmaka dalam jumlah kecil. Obat tersebut dimasukkan ke dalam tubuh melalui inhalasi (dihirup), intravena (disuntikkan melalui pembuluh darah), atau melalui mulut,” kata dr. Vita.

Setelah berada di dalam tubuh, dapat diikuti alurnya di dalam organ atau jaringan, kemudian dipantau menggunakan suatu alat pendeteksi yang ditempatkan di luar tubuh. Cara ini telah diawasi secara ketat oleh para ahli.

Lalu, bagaimana dengan nuclear stress test? Bagaimana manfaat dan pengaruh metode ini terhadap kesehatan?

Manfaat nuclear stress test bagi kesehatan

Dilansir dari Verywellhealth.com, metode nuclear stress test adalah studi yang bertujuan untuk mengukur apakah aliran darah ke otot jantung Anda normal atau tidak. Penelitian ini menggunakan pelacak radioaktif untuk menciptakan gambaran tentang seberapa baik darah mencapai otot jantung, baik selama latihan maupun saat istirahat.

Meski demikian, Anda tidak selalu diminta untuk berolaharaga. Jika dokter melihat Anda tidak dapat berolahraga karena alasan kesehatan, dapat digunakan cara lain. Dokter akan memberi Anda obat yang menghasilkan jenis stres kardiovaskular serupa yang dihasilkan dari olahraga.

Metode nuclear stress test paling sering digunakan untuk memperkirakan tingkat keparahan setiap penyumbatan yang mungkin ada karena penyakit arteri koroner. Penelitian ini umumnya dianggap sebagai metode non-invasif yang paling akurat untuk mendiagnosis penyumbatan arteri koroner. Pada banyak kasus, metode nuclear stress test dapat menghindarkan pasien dari menjalani kateterisasi jantung invasif.

Berdasarkan kegunaannya, nuclear stress test paling sering dilakukan untuk membantu mendiagnosis seberapa besar risiko penyakit arteri koroner pada tubuh. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah fase, misalnya ketika memasuki episode nyeri dada atau dyspnea.

Jika ada penyumbatan arteri koroner, tes ini juga dapat membantu dokter menilai tingkat keparahan penyumbatan. Pada orang yang sudah diketahui memiliki penyakit arteri koroner, tes nuclear stress ini juga amat membantu dalam merancang rencana perawatan yang optimal.

Efektivitas materi radioaktif untuk menguji kondisi tubuh

Orang-orang yang dirawat karena penyakit arteri koroner, baik dengan dengan obat-obatan atau stent, akan sering menjalani pengujian nuclear stress test. Tujuannya  untuk membantu menilai efektivitas terapi dan mendapatkan informasi yang diperlukan tentang batas-batas aktivitas sehari-hari.

Bisa dibilang, materi radioaktif yang diperuntukkan untuk menguji kondisi tubuh saat ini dinilai efektif. Menurut dr. Vita, ada beberapa perbedaan pada model pengobatan ini.

“Teknologi nuklir dapat dibedakan menjadi dua, yaitu diagnosis dan terapi radiasi. Penggunaan terapi nuklir dapat menentukan diagnosis berdasarkan perubahan biokimia fisiologik di dalam sel atau jaringan,” katanya.

Senada dengan penelitian di atas, dr. Vita menyebut bahwa jenis penyakit yang dapat ditemukan dari pengujian ini adalah jantung koroner, kelenjar gondok, gangguan fungsi ginjal, kanker, serta pendarahan pada saluran pencernaan dan masih banyak lagi.

Selain membantu penetapan diagnosis, terapi penggunaan materi radioaktif ini berperan dalam terapi-terapi penyakit tertentu. Efek samping radiasi pada terapi nuklir pun sangat rendah bila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diperoleh.

Pemanfaatan materi radioaktif dalam bidang medis, seperti halnya nuclear stress test memang makin digiatkan, baik untuk diagnosis maupun pengobatan. Namun yang terpenting adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan setiap orang, dengan menjalankan pola hidup sehat yang dilakukan secara rutin.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar