Sukses

6 Tips Atasi Anak Susah Makan

Di masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan yang bernutrisi. Tapi terkadang anak susah makan. Tak perlu panik, lakukan langkah-langkah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Menolak makan sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak. Dilansir dari Parents.com, sebagian besar anak susah makan saat menginjak usia balita, yakni ketika anak mulai ingin melakukan segala sesuatunya sendiri.

Selain itu, anak yang susah makan juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kondisi kesehatan yang menurun hingga membuatnya kesulitan menelan atau mulai timbul rasa bosan terhadap menu yang dikonsumsinya sehari-hari.

Untuk mengatasinya, Anda harus mencari tahu dahulu penyebabnya, dan menemukan cara yang tepat.

Agar si Kecil mau makan

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak susah makan dan memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil tercukupi.

1. Tawarkan peralatan makan yang menarik

Apa tokoh kartun kesukaan si Kecil? Anda dapat membelikan peralatan makan yang bergambar kartun tersebut untuk membuat momen makan si Kecil lebih menyenangkan.

2. Biarkan si Kecil memilih

Percayakan anak untuk memilih berapa banyak ia harus makan dan makanan apa yang akan dikonsumsinya. Sediakan pilihan yang terbatas dan tentunya sehat.

3. Buat jadwal makan

Natalia Stasenko, MS, RD, CDN, selaku ahli nutrisi anak dari Feeding Bytes, menyarankan para orang tua untuk membuat aturan waktu untuk makan, sehingga anak dapat lebih teratur dalam memanfaatkan waktu makannya.

Siapkan waktu makan setiap 2-3 jam di siang hari. Dengan cara ini, ketika si Kecil menolak sekalipun, Anda dapat menawarkannya camilan sehat setelah 3-4 jam kemudian.

4. Beri kesempatan si Kecil makan dengan tangannya sendiri

Biarkan anak menyendok makanannya sendiri. Karena si Kecil sedang dalam tahap berusaha ingin bisa makan seperti orang-orang di sekitarnya.

Dilansir dari Babyologist, sesekali orang tua perlu membiarkan anak makan sendiri untuk mengoptimalkan keterampilan makan dan membuat anak menjadi lebih bersemangat di momen makannya.

Dalam kesempatan tersebut, ajak pula seluruh anggota keluarga untuk makan bersama. Dengan demikian, ia bisa lebih menerima, karena ia bisa melihat semua orang juga turut makan bersamanya.

5. Jangan paksakan si Kecil untuk makan

Seorang dokter anak dari Kindercare Pediatrics di Toronto bernama Daniel Flanders menjelaskan bahwa saat anak menolak makanan, sebaiknya orang tua tidak memaksakan anak untuk makan.

Hal tersebut justru akan membuat anak semakin tidak menyukai makanan yang ditawarkan. Lebih baik Anda mencobanya lagi satu minggu kemudian.

Menanggapi hal tersebut, dr. Citra Roseno dari KlikDokter menjelaskan bahwa memberikan makan sedikit demi sedikit namun dalam waktu yang sesering mungkin adalah cara yang tepat.

“Jangan paksa anak karena pencernaannya belum sempurna. Bisa-bisa, anak tidak menyukai makanan yang ditawarkan hingga dewasa nanti,” terangnya.

Sebaliknya, buat makan jadi bagian yang menyenangkan dari keseharian si Kecil. Jika ia memiliki saudara, ajak saudaranya makan bersama. Terkadang, anak kecil akan lebih mudah mengikuti anak yang berusia tak jauh darinya.

6. Libatkan anak dalam proses membuat makanan

Menurut dr. Puti Naindra Alevia dari KlikDokter  tidak ada salahnya jika orang tua sesekali mengajak anak berbelanja di pasar. Si Kecil bisa dilibatkan untuk memilih buah, sayuran, dan bahan-bahan yang akan diolah menjadi makanan.

Orang tua juga bisa mengajak anak untuk mencuci sayuran atau menyiapkan meja makan juga. Menurut dr. Puti, memberikan kesempatan anak untuk membuktikan kemampuannya akan membuat ia merasa bangga dengan hasil masakan yang disajikan, sehingga anak akan memakan hasil karyanya.

Dalam proses tumbuh kembang anak, momen menolak makan ini pasti akan dialami oleh semua orang tua. Namun jika dibiarkan, anak tidak akan mendapatkan nutrisi harian yang cukup. Untuk mengatasi anak susah makan, lakukan berbagai kiat di atas, sehingga anak perlahan akan menikmati kembali momen makannya. Lihat artikel bertema serupa di sini.

[RVS]

1 Komentar