Sukses

Kenali Efek Samping Setelah Anak Mendapat Vaksin MR

Meski pemerintah menyatakan vaksin MR aman, ternyata ada efek samping bagi anak yang mendapat imunisasi MR. Ketahui efeknya apa saja di sini.

Vaksin MR (measles dan rubella) wajib diberikan kepada anak mulai dari usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. 

Selain untuk mencegah measles (campak) dan rubella (campak Jerman), MR dibutuhkan karena komplikasi penyakit yang ditimbulkan campak sangat berbahaya. 

Tak sekadar mengalami ruam merah, anak yang tidak divaksin dan akhirnya terkena campak berpotensi menderita pneumonia, ensefalitis, kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian. 

Meski begitu, memang ada efek samping dari vaksin MR, hanya saja tidak terlalu parah. Efek ini biasa terjadi usai vaksin MR.

Berikut adalah beberapa efek samping imunisasi MR yang mungkin terjadi: 

1 dari 4 halaman

1. Demam

Efek samping vaksin MR yang paling sering terjadi adalah demam

Apabila anak mengalami demam, segera berikan obat penurun demam yang dijual bebas. Demam akibat vaksin biasanya hanya terjadi 1-2 hari. 

Artikel lainnya: Ini Persiapan Penting Sebelum Anak Menjalani Vaksinasi MR

2 dari 4 halaman

2. Ruam

Ruam kulit juga menjadi efek samping imunisasi MR yang mungkin timbul. 

Gejala ini dapat terjadi sekitar beberapa hari sampai minggu setelah vaksin. 

3 dari 4 halaman

3. Alergi

Salah satu dampak imunisasi MR pada anak adalah alergi. Namun, hal ini sangat jarang terjadi. 

Apabila terjadi reaksi alergi seperti sesak tiba-tiba, kehilangan kesadaran, atau pusing, maka harus segera ditangani dengan cepat karena dapat mengancam nyawa. 

Selain mengetahui efek samping dari imunisasi MR, orang tua perlu melakukan beberapa hal setelah anak menjalani vaksinasi, seperti: 

  • Setelah anak Anda diberi vaksin, tunggu sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan, tempat anak Anda mendapatkan vaksin. Tujuannya untuk memantau kemungkinan kejadian lanjutan pascaimunisasi.
  • Jika anak Anda mengalami kejadian serius seperti kejang atau demam tinggi sehabis diberi vaksin MR, segera bawa ke layanan kesehatan agar segera ditangani dokter.

Artikel lainnya: Anak Sudah Vaksin, tapi Kenapa Masih Kena Campak?

Sampai saat ini, pemerintah masih menemui kendala untuk memberikan vaksin MR. Pasalnya, masih banyak orang tua yang dengan berbagai alasan menolak pemberian vaksin MR.

Beberapa orang tua menolak vaksin MR karena dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Mereka menganggap vaksin MR mengandung zat yang diharamkan. Akibatnya, orang tua takut memberikan vaksin kepada anak.

Selain itu, ada juga sebagian masyarakat yang percaya bahwa setelah anak diberi vaksin MR malah akan mengalami kelumpuhan. 

Sejauh ini tidak ada buktinya anak bisa menjadi lumpuh setelah divaksin MR. Jika terjadi kasus kelumpuhan pada anak setelah divaksin, hal itu belum tentu karena vaksin. 

Kondisi tersebut kemungkinan dapat terjadi karena penyakit lain yang ada dalam diri penderita. Konsultasikanlah kekhawatiran Anda kepada dokter.

Vaksinasi atau imunisasi MR memang memiliki efek samping tapi bukan yang berat.  Bawalah anak Anda untuk diberi vaksin MR, agar bisa terbebas dari campak dan rubella.

Penelitian menyebutkan, mereka yang mendapat vaksin MR akan memiliki perlindungan hingga 97 persen terhadap campak dan rubella. 

Baca artikel kesehatan menarik lainnya di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Live Chat 24 jam

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar