Sukses

Vaksin MR, Cara Terbaik Mencegah Campak dan Rubela

Virus measles dan rubela dapat menular dari satu orang ke orang lainnya dengan mudah. Cegah kejadian tersebut dengan pemberian vaksin MR.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang tua yang memiliki anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sebaiknya tidak melewatkan bulan Agustus dan September ini begitu saja. Pasalnya, di bulan ini akan dilakukan vaksin MR secara serentak di berbagai provinsi di luar Pulau Jawa.

Terlepas dari polemik yang kini ramai membelit masalah vaksin ini, akan lebih baik bila Anda mengetahui seluk-beluk vaksin MR, termasuk penyakit campak dan rubela beserta proses penyebarannya.

Virus MR yang menyebar luas

Virus campak maupun rubela adalah jenis virus yang berdiam di saluran pernapasan; hidung dan tenggorok manusia. Virus tersebut akan menyebar bersama dengan partikel kecil air (droplet) saat penderita campak atau rubela batuk atau bersin.

  • Virus campak

Virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah seseorang batuk atau bersin. Bila orang lain menghirup udara yang telah terkontaminasi virus tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka orang itu berisiko untuk terinfeksi juga.

Virus ini sangat menular. Bila seseorang terinfeksi, 90 persen orang lain di sekitarnya akan dengan mudah terinfeksi pula, terutama mereka yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit campak. Penderita penyakit campak menjadi infeksius (mudah menyebarkan virus) sejak empat hari sebelum hingga empat hari sesudah ruam kemerahan muncul di tubuhnya.

  • Virus rubela

Penyebaran virus rubela pun serupa dengan virus campak, yaitu melalui droplet. Hanya saja penularan rubela tidak secepat virus campak.

Saat seseorang terinfeksi, virus rubela akan menyebar di seluruh tubuh dalam lima hingga tujuh hari. Penderitanya dapat menularkan ke orang lain mulai satu minggu sebelum hingga seminggu setelah ruam kemerahan muncul.

Komplikasi yang mematikan

Bila menginfeksi orang dewasa biasa, penyakit campak dan rubela (campak Jerman) umumnya tidak menimbulkan gejala yang terlampau berat. Walau demikian, kedua penyakit ini berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi, seperti infeksi paru (pneumonia), diare, hingga infeksi otak (ensefalitis). Terjadinya komplikasi tersebut meningkatkan risiko penderita untuk kehilangan nyawa.

Tak sebatas itu, salah satu kondisi yang juga harus diwaspadai adalah infeksi virus rubela pada ibu hamil. Sebab, ibu hamil yang terinfeksi rubela akan dengan mudah menularkan virus ini pada bayi yang dikandungnya.

Keadaan ini dapat menyebabkan sindrom rubela kongenital (congenital rubella syndrome), yang menyebabkan bayi mengalami berbagai cacat bawaan lahir. Mulai dari katarak (kekeruhan lensa mata), penyakit jantung bawaan, masalah pendengaran, dan gangguan perkembangan lainnya.

Atas dasar tersebut, tindakan pencegahan melalui vaksinasi adalah perkara yang tidak bisa dianggap remeh. Ya, vaksin MR adalah langkah yang efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubela. Penelitian menyebutkan, mereka yang mendapat vaksin MR akan memiliki perlindungan hingga 97 persen terhadap dua penyakit berbahaya tersebut. Yuk, ajak si Kecil vaksin MR!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar