Sukses

Ini Pentingnya Mengeluarkan ASI dari Kedua Payudara

Bagi Anda para ibu menyusui, perlu diketahui bahwa mengeluarkan ASI dari kedua payudara ternyata memengaruhi kualitas dan produksi ASI.

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui si Kecil dengan ASI merupakan tantangan bagi para ibu karena dapat menimbulkan banyak masalah. Ibu bisa saja mengalami payudara menjadi luka karena si Kecil mulai tumbuh gigi. Beberapa ibu menyusui pun akhirnya merasa lebih nyaman dengan menyusui dari salah satu payudara. Padahal, ASI dari kedua payudara harus dikeluarkan.

Produksi ASI

ASI sebenarnya sudah diproduksi tubuh sejak ibu mengandung, yakni ketika memasuki kehamilan trimester kedua atau usia kehamilan 16 minggu. Pada masa kehamilan tersebut, hormon prolaktin yang memproduksi ASI sudah mulai aktif bekerja hingga periode menyusui selesai.

Dalam proses menyusui juga terdapat hormon oksitosin yang menyebabkan let down reflex atau refleks mengeluarkan ASI. Hormon ini meningkat ketika ibu hamil sudah memasuki tahap persalinan, sehingga membantu pembukaan mulut rahim dan melancarkan persalinan.

Pada beberapa wanita hamil mungkin mengalami ASI yang keluar dan menetes dari puting payudara saat trimester ketiga. Cairan yang menetes ini termasuk kolostrum atau ASI awal. Kolostrum dengan kandungan antibodi yang sangat tinggi ini akan tetap diproduksi hingga 3 hari setelah bayi dilahirkan.

Saat melahirkan dan plasenta sudah dikeluarkan, akan terjadi perubahan hormon pada tubuh ibu. Hormon progesteron dan prolaktin meningkat. Kelenjar ASI pun akan segera memproduksi ASI dan mengirimnya ke saluran ASI. Sehingga pada saat bayi lahir, ASI sudah siap diberikan.

Hormon prolaktin juga bisa terangsang ketika mulut bayi mengisap puting payudara ibu. Oleh karena itu, semakin sering menyusui, produksi ASI juga akan meningkat. Jadi, apabila salah satu payudara memproduksi ASI lebih sedikit, menyusui akan membuat produksi ASI di dalam payudara tersebut meningkat.

1 dari 2 halaman

Lebih baik menyusui dari kedua payudara

Mengosongkan payudara juga memberikan sinyal ke tubuh untuk memproduksi ASI kembali. Sebaliknya, payudara yang penuh dengan ASI akan memberikan sinyal negatif dan menghentikan produksi ASI.

Pada ibu menyusui, yang perlu diketahui juga adalah ASI yang tertinggal di dalam payudara dapat menyebabkan susu menggumpal dan menyumbat kelenjar ASI. Akibatnya ASI menjadi sulit dikeluarkan dan payudara pun membengkak serta berisiko menyebabkan mastitis (infeksi payudara). Jika sudah terjadi demikian, produksi ASI akan terhenti.

Selain itu, ketika salah satu payudara diisap oleh bayi, sebenarnya payudara sebelahnya juga terangsang untuk mengeluarkan ASI. Inilah sebabnya saat ibu menyusui, terkadang ASI menetes dari payudara sebelahnya.

Oleh sebab itu, penting bagi ibu untuk menyusui secara bergantian antara payudara kanan dan kiri. Keseimbangan seperti ini dapat mempertahankan kelancaran produksi ASI dari kedua payudara.

Tips menyusui dengan dua payudara

Saat terjadi pembengkakan di salah satu payudara, produksi ASI dapat menurun. Oleh sebab itu, ketika selesai menyusui di salah satu sisi payudara dan payudara sebelahnya bengkak, Anda dapat mengeluarkan ASI dari payudara yang bengkak dengan cara memompanya.

Durasi ideal ibu menyusui di salah satu payudara adalah 20-30 menit. Setelah itu, Anda boleh mengganti sisi lain. Saat menyusui, ada baiknya Anda tidak langsung mengganti payudara sebelum menyusui selama 20 menit.

ASI terdiri dari ASI awal (foremilk) dan ASI akhir (hindmilk). Foremilk adalah ASI yang kaya akan laktosa dan protein, sedangkan hindmilk adalah ASI yang kaya akan lemak, memberi rasa kenyang pada bayi dan menaikkan berat badan bayi. Hindmilk biasanya keluar setelah ibu menyusui lebih dari 10 menit.

Menyusui bayi dengan ASI dari kedua payudara sangat penting untuk menunjang produksi ASI. Bila Anda saat ini masih sering menyusui dengan satu payudara, biasakanlah untuk mengubahnya dengan bergantian selama 20-30 menit. Dengan demikian, kualitas ASI yang diminum si Kecil akan terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

[NP/ RVS]

1 Komentar

  • Erwin Jauhari

    dok, saya menyusui cuma sebelah kanan? soalnya yg sebelah kiri putingnya pendek jd si kecil nya gk mau? apa ada pengaruh negatif untuk payudara saya. mohon penjelasan nya dok. terimakasih sebelumnya