Sukses

Masalah Kesehatan yang Bisa Dialami Pengungsi Gempa Lombok

Para pengungsi yang terdampak bencana gempa Lombok selain berisiko mengalami gempa susulan, juga rentan terkena masalah kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Bicara mengenai bencana alam seperti gempa yang baru-baru ini terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), meski penduduk di sekitar area yang terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang aman, tapi tetap masih banyak risiko yang bisa terjadi. Selain potensi gempa susulan, para pengungsi juga jarus waspada terhadap berbagai masalah kesehatan yang biasanya mengiringi selama berlindung di tempat pengungsian.

Seperti yang telah Anda ketahui, gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang menghantam Lombok pada hari Minggu (29/7) lalu telah menewaskan tak kurang dari 17 orang, 233 orang dengan luka berat, dan 120 orang luka ringan. Bencana ini juga meluluhlantakkan bangunan dan infrastruktur. Bagi warga yang rumahnya hancur karena gempa, terpaksa harus mengungsi di tenda-tenda umum yang disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Hingga artikel ini dibuat, tercatat Lombok sudah diguncang 346 kali gempa sejak hari Selasa (31/7) malam. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) NTB, ada 741 kepala keluarga atau sekitar 2.663 jiwa mengungsi di Lombok Timur. Sementara itu, di Lombok Utara pengungsi mencapai 2.478 jiwa.

Pemerintah melalui BNPB NTB menerjunkan bantuan logistik yang terdiri dari 100 unit tenda keluarga, 50 tenda pengungsi, 5 ribu matras, 100 unit genset, 25 ribu porsi makanan instan, 1.500 perlengkapan anak, dan 1.5000 perlengkapan keluarga.

1 dari 2 halaman

Ancaman masalah kesehatan yang bisa dialami pengungsi

Gempa di Lombok ini memaksa ribuan warga untuk mengungsi, sehingga tak bisa menjalani aktivitas seperti biasa. Dalam kondisi darurat seperti ini, dengan berkumpulnya banyak orang dari berbagai kelompok usia yang terpusat di tempat pengungsian, berbagai masalah kesehatan mungkin terjadi pada pengungsi. Risiko terjadinya penyakit pun meningkat jika kebersihan tempat pengungsian tidak terjaga dengan baik.

Lalu, apa saja ancaman penyakit yang dapat menyerang pengungsi gempa Lombok? Berikut ini daftarnya:

1. Diare

Penyakit diare biasanya menghantui pengungsi karena tidak terjaganya kebersihan makanan yang ada di dapur umum. Dengan logistik yang terbatas, membuat korban bencana tidak memiliki pilihan makanan untuk disantap. Kebersihannya juga tidak ada yang menjamin.

“Diare ini biasanya menyerang anak-anak daripada orang dewasa. Bagi anak-anak, tubuh mereka rentan dengan asupan makanan yang tidak bersih,” kata dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter menambahkan.

2. Penyakit kulit

Masalah kebersihan tidak hanya menyebabkan diare, tetapi juga bisa menyerang kulit. Biasanya, para korban gempa di tempat-tempat pengungsian akan kesulitan mendapatkan akses air bersih. Akibatnya, kesulitan ini akan membuat para pengungsi tidak nyaman untuk mandi sehingga kerap melewatkan mandi. Tubuh pun bisa gatal-gatal yang biasanya muncul karena jamur.

3. Depresi

Depresi juga rentan dialami para pengungsi bencana alam. Penyebabnya adalah karena musibah tersebut mengakibatkan duka dan kerugian, seperti kehilangan anggota keluarga atau kerabat, kehilangan rumah dan harta benda, dan masih banyak lagi.

"Depresi ini biasanya muncul karena para pengungsi belum bisa menerima kenyataan rumah mereka hancur, harta benda pun raib. Belum lagi stres karena adanya keluarga yang jadi korban, atau meninggal dunia, akibat gempa" ujar dr. Theresia.

Selain tiga masalah di atas, kelaparan juga menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Dengan keterbatasan sumber makanan, kelaparan bisa menimbulkan berbagai penyakit lain.

Kondisi pengungsian memang sering kali jauh dari kata ideal dalam kebersihan, sehingga kondisi ini rentan menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi pengungsi. Walaupun begitu, para pengungsi gempa Lombok bisa menurunkan risiko penyakit yang mengintai di tempat pengungsian, yaitu dengan melakukan hal sesederhana mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan. Selain itu, gunakan masker jika sedang batuk atau pilek, dan jika sakit sebaiknya segera memeriksakan diri ke pos kesehatan yang ada di sekitar lokasi pengungsian.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar