Sukses

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana Lebih Baik?

Baik susu almond maupun susu kedelai, keduanya kian digemari. Namun, di antara keduanya mana yang nutrisinya lebih baik? Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Dengan semakin banyaknya susu nabati yang beredar di pasaran, semakin banyak pula pilihan susu yang bisa dikonsumsi. Hal ini tentu melegakan bagi para vegan, vegetarian, atau Anda yang memiliki intoleransi laktosa. Susu almond dan susu kedelai merupakan dua jenis susu nabati yang semakin mudah didapatkan, baik di swalayan maupun berbagai restoran atau kedai kopi. Lantas, di antara keduanya, sebetulnya mana yang menawarkan nutrisi lebih baik?

Perbandingan kandungan nutrisi susu almond dan susu kedelai

Pada dasarnya, susu almond maupun susu kedelai memiliki kelebihan masing-masing. Keduanya baik untuk dikonsumsi demi kesehatan tubuh. Meski demikian, karena keduanya berasal dari sumber yang berbeda, baik susu almond maupun susu kedelai memiliki komposisi nutrisi dan manfaat yang berbeda pula.

Jika masih bingung dalam memilih antara susu almond atau susu kedelai saat berbelanja, berikut ini adalah ulasan perbandingan dari bebagai sisi yang dapat membantu Anda.

Walaupun susu almond memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan susu kedelai, tapi susu almond memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan dengan susu kedelai. Inilah mengapa dalam hal perbandingan jumlah kalori total, susu almond biasanya lebih bermanfaat bagi Anda yang sedang menjalani diet. Susu almond murni (yang tidak ditambahkan gula) biasanya mengandung 40 kalori per gelas, sementara kandungan kalori susu kedelai dua kali lebih banyak.

Meski lemak pada susu almond lebih tinggi, tapi lemak yang dikandung kedua jenis susu ini baik untuk tubuh, seperti omega-3 dan omega-6, yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

1 dari 2 halaman

Keterbatasan susu almond dan susu kedelai

Di sisi lain, kandungan protein pada susu kedelai lebih banyak dibandingkan dengan susu almond. Satu gelas susu kedelai mengandung 7 gram protein, sementara satu gelas susu almond hanya mengandung 4 gram protein. Selain itu, kedua susu ini mengandung vitamin B untuk meningkatkan metabolisme tubuh serta berbagai mineral esensial seperti zat besi, magnesium, fosfat, seng, mangan, dan tembaga. Mineral-mineral tersebut penting untuk membantu tubuh mengontrol tekanan darah, meningkatkan pasokan oksigen ke darah, dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Salah satu kelebihan susu almond dibandingkan dengan susu kedelai adalah pada kandungan vitamin E. Kandungan vitamin E pada susu almond lebih tinggi ketimbang susu kedelai, sehingga dapat menyokong kesehatan kulit dan memberikan perlindungan terhadap penyakit kanker.

Baik susu almond maupun susu kedelai cocok digunakan sebagai susu pengganti bagi Anda yang memiliki intolerasi laktosa, yang tidak dapat menoleransi susu sapi maupun berbagai produk olahannya. Kedua susu ini juga bebas gluten (gluten-free) sehingga dapat dikonsumsi oleh Anda yang memiliki penyakit celiac. Meski demikian, kedua jenis susu ini memiliki alergennya masing-masing. Untuk itu, Anda tetap perlu waspada akan timbulnya alergi terhadap susu almond maupun susu kedelai, terutama saat awal Anda beralih dan mencoba jenis susu ini.

Efek hormonal pada susu kedelai

Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tapi susu kedelai diketahui mengandung sterol yang dapat berinteraksi dengan hormon dalam tubuh. Terdapat kemungkinan bahwa pria yang mengonsumsi susu kedelai secara berlebihan dapat menurunkan kesuburan dan jumlah sperma. Sedangkan pada wanita, sterol dalam susu kedelai dapat mengganggu produksi progesteron selama kehamilan jika diminum secara berlebihan. Meski demikian, bagi para lansia, minum susu kedelai bermanfaat untuk meredakan gejala post-menopause (untuk wanita) dan mencegah kanker prostat (pada pria).

Jika Anda ingin menghindari berbagai risiko terkait hormon yang disebutkan di atas, susu almond bisa menjadi pilihan karena tidak mengandung zat-zat yang dapat berinteraksi dengan hormon dalam tubuh sehingga secara umum lebih aman untuk dikonsumsi.

Jika Anda masih ragu atau bingung dalam memilih antara keduanya, lebih baik konsultasikan ini dengan dokter atau ahli gizi agar dapat diketahui mana antara keduanya yang dapat membahwa manfaat lebih bagi kesehatan tubuh Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar