Sukses

Asam Urat Tinggi, Apa Penyebabnya?

Penyakit asam urat cukup banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Apa, sih, penyebab asam urat ini?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Penyakit degeneratif ini menyerang persendian. Tingginya penyakit asam urat di berbagai negara semakin meningkat, terutama pada pria berusia 40-50 tahun. Penyebab asam urat tinggi bisa karena beberapa hal, yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

Pada dasarnya, kadar asam urat yang berlebihan akan membentuk kristal monosodium urat yang akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan peradangan pada area persendian. Semua sendi di tubuh bisa terdampak asam urat, tapi biasanya yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki.

Penyebab asam urat tinggi

Jika asam urat tinggi, dampak yang ditimbulkannya tentu bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, mari ketahui berbagai faktor penyebab naiknya kadar asam urat di dalam darah sehingga Anda bisa melakukan upaya pencegahan.

  1. Makanan dan minuman

Mengonsumsi makanan yang memiliki kadar purin tinggi seperti jeroan (ginjal, hati, ampela), makanan laut (kepiting, kerang, ikan teri) dan daging merah. Selain jenis makanan tersebut, minuman manis dan alkohol juga dapat menyebabkan peningkatan asam urat.

  1. Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan peningkatan asam urat, misalnya obat diuretik atau aspirin.

  1. Kelebihan berat badan

Berat badan yang berlebihan membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat, sehingga kadarnya dapat melonjak di dalam tubuh. Kondisi ini akan membuat ginjal kesulitan untuk  membuang asam urat dari tubuh.

  1. Riwayat keluarga

Jika ada salah satu atau beberapa anggota keluarga memiliki masalah asam urat, maka risiko Anda mengalami masalah yang sama pun dapat meningkat.

1 dari 2 halaman

Gejala asam urat tinggi

Nilai normal asam urat pada wanita adalah 2,4-6 mg/dl, sedangkan pada pria adalah 3,4-7 mg/dl. Namun, hal ini bisa berbeda tergantung dari nilai standar normal pada alat yang digunakan masing-masing laboratorium.

Pada tahap awal, kadar asam urat yang tinggi di dalam tubuh tidak memberikan gejala yang spesifik. Namun, seiring berjalannya waktu jika penumpukan kristal semakin banyak, maka dapat menyebabkan gejala nyeri hebat pada sendi yang dapat muncul mendadak. Selain rasa nyeri, penderita juga dapat mengalami bengkak, rasa panas, dan kemerahan di area sendi yang terkena.

Jika tidak segera ditangani dengan baik, kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi, yaitu munculnya benjolan keras (yang dinamakan tofi) di sekitar area sendi yang mengalami peradangan. Selain itu, dapat muncul batu ginjal yang disebabkan oleh penumpukan asam urat disertai kalsium di dalam ginjal.

Apabila Anda memiliki salah satu atau beberapa gejala di atas, lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika perlu akan dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah. Jika benar memang ada peningkatan kadar asam urat, maka penanganan yang diberikan akan diarahkan untuk meringankan gejala dan mencegah kekambuhan penyakit.

Untuk mencegah kekambuhan penyakit asam urat, penderita disarankan untuk menjauhi berbagai makanan dan minuman yang dapat memicu penyakit asam urat. Selain itu penderita juga perlu menurunkan berat badan jika memiliki berat badan berlebih.

Untuk meringankan gejala nyeri, biasanya Anda dapat mengonsumsi obat pereda sakit dan obat penurun kadar asam urat, yang harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk berolahraga secara rutin minimal 30 menit sehari dan memeriksa kesehatan secara berkala. Asam urat yang tinggi dapat dicegah dengan menjauhi berbagai faktor penyebab dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten demi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar