Sukses

Bahaya Kesehatan di Balik Kebiasaan Berdiri Terlalu Lama

Tahukah Anda bahwa kebiasaan berdiri terlalu lama bisa membawa segudang bahaya kesehatan? Ini fakta lengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Masih ingatkah dengan masa-masa sekolah dahulu saat Anda harus berdiri terlalu lama ketika upacara bendera? Coba ingat kembali apa yang Anda rasakan saat itu. Apakah pegal, lelah, kram, atau lainnya?

Nah, sekarang coba bayangkan jika Anda harus berdiri selama berjam-jam setiap hari. Kira-kira, apakah Anda tahu apa yang akan terjadi kemudian? Ya, tentu saja kelelahan kronik pada otot-otot di sekujur tubuh Anda.

Fakta medis mengungkapkan bahwa berdiri terlalu lama memang dapat mengundang dampak buruk bagi kesehatan. Beberapa dampak buruk yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Varises kaki

Saat berdiri terlalu lama, darah di daerah kaki akan berkumpul pada pembuluh darah di bagian tubuh tersebut. Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu, hal itu akan membuat pembuluh darah pada kaki melebar sehingga terjadilah varises kaki.

Varises kaki ditandai dengan adanya pembuluh darah yang menonjol dan berbentuk keriting. Kebiasaan berdiri terlalu lama dapat memicu munculnya keluhan ini, terutama di paha bagian belakang. Selain tidak indah dilihat, varises pada kaki juga berbahaya karena dapat menimbulkan risiko kesehatan lainnya.

Posisi tubuh saat berdiri membutuhkan sokongan dari otot-otot yang ada di kaki. Jika otot-otot kaki digunakan untuk hal tersebut secara berulang dan terus-menerus, cepat atau lambat otot bagian ini akan menjadi nyeri dan lemah.

Tak berhenti di situ, otot kaki yang digunakan untuk menumpu tubuh dalam jangka waktu lama juga dapat menyebabkan penumpukan metabolisme gula otot seperti asam laktat. Keadaan ini menyebabkan terjadinya kram dan kesemutan pada kedua kaki.

  • Nyeri pinggang kronik

Untuk mempertahankan postur tubuh saat berdiri, otot-otot panggul, pinggang, dan otot sekitar tulang belakang juga turut berperan. Jika otot-otot tersebut berkontraksi terlalu lama, nyeri pinggang kronik sangat mungkin untuk terjadi.

Di samping itu, saat berdiri lama, sendi-sendi di sekitar pinggang juga turut menerima beban dari tubuh yang berada di atasnya. Hal ini memicu terjadinya nyeri pinggang dan nyeri punggung kronik. Risiko ini meningkat berlipat ganda pada ibu hamil trimester akhir.

  • Risiko penyakit jantung

Berdiri terlalu lama menyebabkan aliran darah balik dari kaki ke jantung mengalami gangguan akibat proses gravitasi. Hal tersebut merupakan risiko terjadinya arterosklerois atau yang biasa dikenal sebagai plak pada pembuluh darah jantung. Jika plak ini lepas, aliran darah ke jantung bisa mengalami gangguan. Pada akhirnya, yang terjadi adalah penyakit jantung atau serangan jantung.

Itulah beberapa bahaya di balik kebiasaan berdiri terlalu lama. Setelah mengetahuinya, diharapkan Anda dapat menghindari kebiasaan kurang baik tersebut. Namun, jika Anda harus berdiri dalam jangka waktu lama dan tak ingin mengalami keadaan bahaya seperti di atas, lakukanlah peregangan kecil, misalnya dengan berjalan atau berpindah tempat.

Di samping itu, terapkanlah juga kebiasaan hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin dan teratur, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta cukup istirahat. Jangan ragu bila ingin berkonsultasi secara langsung pada dokter jika Anda merasakan keluhan yang berkaitan dengan kebiasaan berdiri terlalu lama.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar