Sukses

Merokok Picu Tekanan Darah Tinggi, Bagaimana Faktanya?

Merokok terbukti dapat menimbulkan masalah kesehatan, termasuk hipertensi. Sebenarnya, bagaimana dampak merokok pada tekanan darah?

Dampak merokok sudah terbukti merugikan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu yang sudah sering digaungkan adalah gangguan pada organ paru-paru. Tapi, tahukah Anda kalau kebiasaan buruk ini juga bisa memicu tekanan darah tinggi?

Iya, hal ini tak lain disebabkan oleh kandungan berbahaya yang ada di dalam sebatang rokok. Apakah itu?

Kandungan Berbahaya di Dalam Rokok

Menurut American Lung Association, rokok mengandung sekitar 600 jenis zat yang jika dibakar akan menghasilkan lebih dari 7.000 zat kimia. Banyak dari zat kimia tersebut beracun dan membahayakan tubuh.

Dari sekian banyak kandungan, nikotin adalah yang terbanyak pada rokok. Zat inilah yang membuat rokok menjadi adiktif alias menimbulkan efek candu. Nikotin dapat membuat nagih dalam waktu singkat karena bisa mencapai otak dalam waktu 6 detik sejak diisap.

Artikel lainnya: Bahaya Merokok Sebelum Tidur

Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen. Zat ini secara alami dapat dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan.

Dalam jumlah kecil, nikotin berfungsi sebagai stimulan otak. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, nikotin dapat menyebabkan depresi pada otak serta memperlambat pengiriman sinyal antar sel otak.

Pada akhirnya, senyawa ini akhirnya dapat meracuni jantung, pembuluh darah, dan merusak hormon dalam tubuh. Ya,  penyakit akibat merokok pun rentan muncul.

Sebenarnya, masih banyak racun lain yang terkandung dalam rokok seperti tar, amonia, dan sebagainya. Baca selengkapnya di sini.

Artikel lainnya: Penyakit Mematikan yang Dipicu oleh Rokok

1 dari 3 halaman

Benarkah Merokok Menyebabkan Hipertensi?

Seperti disinggung singkat di atas, penyakit akibat merokok tidak hanya gangguan paru-paru. Kebiasaan buruk ini juga dapat menimbulkan kerusakan jaringan di beberapa sistem organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskular atau dikenal dengan sistem peredaran darah.

Sistem kardiovaskular ini terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan komponen darah itu sendiri. Jika ada masalah di salah satu bagian tersebut, tentu dapat mengganggu fungsi sistem kardiovaskular secara keseluruhan.

Nikotin di dalam rokok dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung. Ketika masuk ke dalam tubuh, nikotin akan memberi sinyal pada otak untuk melepaskan hormon adrenalin.

Hormon ini akan membuat diameter pembuluh darah menjadi mengecil sehingga berisiko terjadinya peningkatan tekanan darah. Lebih jauh lagi, zat berbahaya tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Artikel lainnya: Bahaya Rokok Bisa Picu Penyakit Jantung Koroner

Pada akhirnya, dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku (atau dikenal dengan istilah aterosklerosis). Kondisi ini juga berkontribusi terhadap naiknya tekanan darah.

Selain nikotin, rokok juga mengandung tar. Ketika tar mengalir di dalam sistem peredaran darah, maka dapat memaksa jantung untuk memompa darah lebih kuat. Tekanan darah pun dapat meningkat.

Di sisi lain, tar terbukti dapat mempercepat proses aterosklerosis, yang pada akhirnya dapat mengerek tekanan darah.

Kandungan karbon monoksida dalam rokok juga dapat meningkatkan kekentalan darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah. Di samping itu, karbon monoksida juga mudah berikatan dengan hemoglobin dalam darah.

Akibatnya, bisa mengganggu ikatan hemoglobin dengan oksigen yang dibutuhkan tubuh. Tubuh pun bekerja lebih keras untuk bisa mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.

Artikel lainnya: Mengapa Rokok Bisa Sebabkan Impotensi? Ini Alasannya!

2 dari 3 halaman

Tips untuk Berhenti Merokok

Kini Anda sudah tahu pengaruh rokok terhadap tekanan darah. Itu sebabnya, hentikan kebiasaan merokok Anda sekarang agar terhindar dari penyakit yang tak diinginkan.

Namun, jika masih sulit untuk dihilangkan, Anda bisa coba tips berhenti merokok di bawah ini:

  1. Berhentilah merokok secara bertahap. Kurangi jumlah batang rokok yang Anda isap secara bertahap tapi pasti.

Lakukan cara ini hingga Anda benar-benar bisa berhenti merokok. Tetapkan target yang harus dipatuhi dan dicapai, dan kurangi terus jumlah rokok Anda.

  1. Hindari tempat-tempat yang dapat menimbulkan keinginan untuk merokok, misalnya tempat umum yang menyediakan area merokok. Jika Anda memang perlu untuk ke tempat umum, pilih yang memiliki tanda larangan untuk merokok.
  1. Anda bisa mengalihkan pikiran untuk merokok dengan melakukan aktivitas positif yang Anda sukai. Seperti berkumpul bersama teman atau keluarga, menekuni hobi lama, berolahraga, dan jalan-jalan. Dengan begini, kemungkinan untuk merokok semakin kecil.
  1. Anda membutuhkan dukungan orang-orang di sekitar untuk berhenti merokok. Mintalah dukungan dari keluarga dan sahabat. Biarkan mereka tahu apa yang Anda harapkan agar bisa berhenti merokok. Bila perlu, lakukan kegiatan positif bersama-sama dengan mereka.

Fakta bahwa dampak merokok bisa memicu tekanan darah tinggi tentu harus Anda waspadai. Oleh karena itu, jika Anda termasuk perokok aktif, hentikan kebiasaan ini sekarang. Jalani pola hidup sehat demi kesehatan tubuh Anda.

[HNS/RPA]

1 Komentar