Sukses

Rasa Bahagia Bikin Tubuh dan Otak Lebih Sehat

Ini yang terjadi pada tubuh dan otak Anda ketika Anda sedang merasa bahagia.

Klikdokter.com, Jakarta Rasa bahagia dapat diciptakan dengan berbagai cara. Bisa dengan melakukan hobi, bertemu dengan teman-teman, atau makan enak saat akhir pekan. Mungkin Anda tidak pernah memikirkan hal ini, tapi sebenarnya dengan menjadi bahagia berarti Anda turut menyehatkan tubuh dan otak.

Terkait kebahagiaan, dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter menjelaskan bahwa hal tersebut bisa diciptakan sejak dalam pikiran.

“Anda bisa mengendalikan diri untuk menghadapi berbagai situasi. Bagaimanapun juga, setiap individu adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk kebahagiaan diri sendiri,” ujarnya.

Dilansir Healthline.com, pada tingkat emosional, suka cita yang dirasakan manusia dapat berupa air mata, kegembiraan, rasa puas yang mendalam, dan masih banyak lagi.

Lalu pada tingkat ilmiah, Anda sebenarnya juga merasakan kegembiraan di neurotransmiter (sel "utusan" kimiawi yang mengirimkan sinyal antara saraf dan sel tubuh lainnya). Neurotransmiter bertanggung jawab atas proses dan perasaan di hampir setiap aspek tubuh, dari aliran darah ke pencernaan.

Ya, rasa bahagia pada dasarnya dapat memengaruhi seluruh organ tubuh secara signifikan. Ini penjelasan lengkapnya:

  1. Otak

Setiap emosi yang Anda rasakan dipengaruhi oleh otak. Menurut Diana Samuel, peneliti dari Columbia University Medical Center, otak tidak memiliki pusat emosional tunggal, melainkan emosi yang berbeda yang melibatkan struktur berbeda pula.

Contohnya, lobus fronta (kerap dikenal sebagai panel kontrol otak) akan memonitor keadaan emosi Anda. Sementara talamus (pusat informasi yang mengatur kesadaran) berpartisipasi dalam eksekusi respons emosional Anda.

Seseorang dapat merasakan kebahagiaan karena otaknya melepas dopamin dan serotonin, dua jenis neurotransmiter di otak. Kedua bahan kimia ini sangat terkait dengan kebahagiaan – misalnya, orang dengan depresi klinis sering memiliki tingkat serotonin yang lebih rendah.

Jadi, ketika Anda merasakan sesuatu yang membahagiakan, otak akan menerima sinyal untuk melepaskan bahan kimia ini ke dalam sistem saraf pusat Anda yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Hal tersebut lantas menyebabkan reaksi dalam sistem tubuh lainnya.

  1. Sistem peredaran darah

Wajah mendadak merah saat sedang bahagia karena hal-hal tertentu? Itu ternyata disebabkan oleh sistem peredaran darah Anda.

Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah, darah, dan getah bening. Tentu saja, kegembiraan bukan satu-satunya emosi yang memengaruhi sistem ini. Ketakutan, kesedihan, dan emosi lainnya dapat menyebabkan reaksi serupa juga di tubuh.

  1. Sistem saraf otonom

Sistem saraf otonom adalah sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk semua hal yang dilakukan tubuh Anda, termasuk hal-hal yang tak sepenuhnya Anda sadari, seperti pernapasan, pencernaan, dan pelebaran pupil. Dan ya, sistem saraf otonom juga dapat dipengaruhi perasaan gembira dan bahagia Anda.

Contohnya, napas Anda akan “menanjak” ketika melakukan sesuatu yang fun (misal naik roller coaster) atau napas terasa rileks saat sedang melakukan aktivitas yang menyenangkan (seperti berjalan di taman).

Selain itu, setiap jenis gairah emosinal juga dapat memengaruhi otot-otot polos Anda, yang terletak di dinding organ berongga seperti perut, usus, dan kandung kemih. Otot-otot ini bertanggung jawab untuk aliran darah dan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Hal ini bisa menjadi alasan mengapa nafsu makan Anda tiba-tiba meningkat – atau bahkan menurun – ketika sedang merasakan emosi positif.

Rasa bahagia terbukti mampu memengaruhi otak, sistem peredaran darah, dan sistem saraf otonom. Semuanya terhubung satu sama lain. Tak heran jika kebahagiaan dapat membuat wajah Anda lebih berseri-seri sepanjang hari, dan dengan demikian tubuh dan otak jadi lebih sehat. Jadi, sudahkah Anda berbahagia hari ini? 

[RS/ RVS]

1 Komentar