Sukses

Tips Memilih Susu UHT yang Aman untuk Anak

Susu UHT dapat dijadikan pengganti ASI untuk anak usia di atas dua tahun. Berikut ini, tips untuk memilih susu UHT yang aman bagi anak.

Klikdokter.com, Jakarta Susu sering disebut sebagai salah satu super food atau makanan super. Ungkapan tersebut memang tepat. Susu mengandung berbagai manfaat, khususnya untuk anak. Oleh sebab itu, dalam memilih susu, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan, termasuk dalam memilih susu UHT.

Selama enam bulan pertama kehidupannya, bayi diberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Pemberian ASI tersebut dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan didampingi makanan padat. Setelah usia 2 tahun, para ahli menyarankan agar anak tetap minum susu setiap hari. Banyak pilihan yang tersedia sebagai susu pengganti ASI, salah satunya adalah susu UHT.

Seputar susu UHT

Susu UHT (ultra-high temperature) adalah susu yang mengalami proses pemanasan pada suhu 135-150 derajat Celsius selama 1-2 detik sebelum dikemas. Pemanasan yang singkat ini bertujuan untuk membunuh bakteri atau kuman patogen (penyebab penyakit), tetapi tidak merusak maupun mengurangi kandungan gizinya.

Proses tersebut membuat aroma dan rasa susu tidak berubah, serta membuat susu UHT dapat disimpan selama 6 bulan. Susu UHT mengandung kalsium yang setara jumlahnya dengan susu sapi segar. Kalsium tersebut baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Selain itu, susu UHT juga dapat menjadi sumber protein dan lemak yang baik bagi anak.

Berbagai mikronutrien lainnya juga terdapat dalam susu UHT seperti zink, selenium, fosfor, dan magnesium. Inilah sebabnya susu UHT menjadi pilihan yang cukup digemari oleh orang tua untuk diberikan kepada si Kecil. Selain praktis dan mudah didapatkan di berbagai tempat, kandungan gizinya pun cukup padat dan lengkap.

1 dari 2 halaman

Tips memilih susu UHT untuk si Kecil

Meski demikian, sebelum memberikan susu UHT, salah satu yang harus diperhatikan adalah usia anak. Pastikan si Kecil berusia setidaknya 2 tahun ketika Anda memberikan susu UHT.

Namun, bila Anda ingin memberikannya sebelum itu, tunggu sampai anak berusia 1 tahun. Pada usia 1 tahun, organ pencernaan anak sudah matang dan aman untuk mengonsumsi susu sapi segar atau susu UHT.

Selain faktor usia anak, beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam memilih susu UHT untuk anak adalah:

  • Pilih susu UHT full cream. Berbeda dari orang dewasa yang cenderung menghindari lemak berlebih, anak-anak justru memerlukan lemak untuk pertumbuhannya. Kandungan lemak pada susu UHT diperlukan dalam proses perkembangan otak anak.
  • Cermat melihat kemasan. Saat memilih susu UHT, pilihlah yang kemasannya masih baik. Selain itu, perhatikan pula tanggal kedaluwarsa pada kemasan.
  • Pertimbangkan volume susu. Bila anak masih berusia balita, sebaiknya berikan susu UHT berukuran kecil agar dapat diminum sekaligus. Ingat, setelah kemasan dibuka, susu UHT harus segera dikonsumsi dan tidak dapat disimpan kembali.
  • Perhatikan kadar gula. Sebisa mungkin pilih UHT yang tidak mengandung pemanis tambahan. Bila si Kecil lebih menyukai yang manis, pilihlah yang kadar gulanya rendah.

Gula yang tinggi dari pemanis buatan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kerusakan gigi, berat badan berlebih (obesitas), hingga ancaman penyakit gula (diabetes) dan sindrom metabolik saat anak dewasa nanti. Selain itu, rasa manis yang berlebihan akan membuat anak lebih menyukai susu dibandingkan makanan biasa, sehingga nafsu makannya cenderung menurun.

  • Cek kandungan mikronutrien. Saat memilih susu UHT, Anda perlu teliti melihat kadar berbagai mikronutrien di dalamnya, khususnya kalsium. Umumnya setiap kotak susu UHT mengandung 300 mg kalsium atau setara dengan 60% kebutuhan anak setiap harinya. Pastikan susu UHT yang Anda pilih mengandung kalsium dengan jumlah tersebut.

Selain memberikan susu UHT yang kaya manfaat, jangan lupa untuk memastikan asupan makanan si Kecil senantiasa sehat dan bergizi lengkap. Dengan demikian, proses tumbuh kembang anak pun dapat berjalan secara maksimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar