Sukses

Kreativitas dan Gangguan Jiwa, Adakah Hubungannya?

Orang yang memiliki kreativitas tinggi dikatakan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan jiwa. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Kreativitas merupakan salah satu ciri bakat yang sangat berguna bagi setiap individu yang memilikinya. Baik di bidang pekerjaan, aktivitas sehari-hari, maupun berkeluarga, kreativitas memiliki serangkaian manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun, salah satu penelitian terbaru menemukan bahwa individu yang dinilai memiliki kreativitas tinggi juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami beberapa jenis gangguan jiwa. Benarkah demikian?

Kreativitas dengan gangguan jiwa

Menurut hasil dari salah satu penelitian yang dilakukan di King’s College London, Inggris, orang yang kreatif memiliki kemungkinan 90 persen lebih tinggi untuk mengalami skizofrenia. Selain itu, hasil lain dari penelitian tersebut juga mendapatkan bahwa orang kreatif memiliki risiko 62 persen lebih tinggi untuk terkena gangguan bipolar dan 39 persen lebih tinggi terkena depresi.

Para peneliti menyimpulkan, individu yang kreatif memiliki proses-proses tertentu yang berlangsung di otak yang berbeda dari individu biasa. Selain itu, sebuah penelitian lain yang dilakukan di Swedia juga melaporkan bahwa berdasarkan data medis dan pendidikan dari populasi Swedia, orang yang mengambil studi jurusan musik, drama, atau seni pada saat perkuliahan memiliki angka kejadian stres lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya. Uniknya, individu yang menekuni jurusan lain, seperti hukum, tidak memiliki peningkatan angka kejadian gangguan jiwa tersebut.

Dr. James McCabe, salah satu peneliti, menyampaikan bahwa kreativitas sering kali melibatkan ide atau konsep dengan cara yang berbeda pada masyarakat secara umum (out of the box). Menurutnya, hal itu serupa dengan bagaimana dalam dunia orang kreatif perihal delusi atau kepercayaan atas hal tertentu yang terbukti tidak benar, dapat terjadi.

Menurut kesimpulan dari hasil penelitian beliau yang dipublikasikan di British Journal of Psychiatry, komponen genetik yang membuat seseorang menjadi kreatif memiliki kaitan dengan faktor-faktor yang membuat mereka lebih mungkin untuk mengalami gangguan jiwa. Selain itu, ia menambahkan bahwa seseorang yang berjiwa kreatif dikatakan memiliki sensitivitas yang tinggi dan membuatnya lebih rentan untuk mengalami depresi.

Kemungkinan depresi, skizofrenia, dan gangguan bipolar

Menurut artikel yang dilansir dari BBC.com, kreativitas diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya depresi, skizofrenia, dan gangguan bipolar. Pada hasil pencitraan kepala individu yang memiliki kreativitas tinggi, ditemukan beberapa aspek yang serupa dengan hasil pada individu yang mengalami skizofrenia. Sebagai tambahan, artikel tersebut juga membahas bahwa beberapa seniman, penulis, dan figur kreatif ternama, dua di antaranya Vincent Van Gogh dan John Nash, diketahui pernah mengalami gangguan jiwa.

Salah satu hal yang penting untuk diingat adalah, pada individu yang diduga memiliki tanda dan gejala skizofrenia, depresi, atau gangguan bipolar, sangat penting untuk diajak berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan wawancara medis yang mendetail dan pemeriksaan fisik secara langsung, sehingga diketahui penyebab dan penanganan yang paling sesuai.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa kreativitas bisa berkaitan dengan gangguan jiwa. Meski demikian, kreativitas sangat dibutuhkan dalam hal melakukan pekerjaan, aktivitas sehari-hari, bersosialisasi, dan sebagainya. Oleh sebab itu, jangan takut untuk menjadi orang yang kreatif!

[NP/ RVS]

3 Komentar