Sukses

Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Erupsi Gunung Agung

Debu vulkanik dan gas akibat erupsi Gunung Agung bisa menyebabkan berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak hari Senin (2/7) dari pagi hingga sore hari, Gunung Agung kembali menunjukkan aktivitasnya lewat erupsi kecil, dengan tinggi abu vulkanik sekitar 1.000-2.000 meter. Malam harinya, masyarakat Bali yang tinggal di sekitar Gunung Agung dikejutkan dengan letusan yang disertai suara ledakan keras dan lontaran batu pijar. Kondisi tersebut membuat warga sekitar harus waspada terhadap bahaya yang ditimbulkan erupsi Gunung Agung, sekaligus gangguan kesehatan yang bisa muncul. Salah satu penyakit yang bisa berjangkit dalam situasi seperti itu adalah infeksi saluran pernapasan akibat debu vulkanik.

Kondisi ini pastinya harus membuat warga sekitar meningkatkan kewaspadaan. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, berikut ini adalah gangguan atau infeksi saluran pernapasan yang harus Anda waspadai.

  1. Trauma inhalasi

Debu vulkanik, terutama sesaat setelah terjadi letusan, umumnya masih dalam suhu yang panas. Saat terhirup, debu panas tersebut dapat menyebabkan saluran pernapasan membengkak (edema) hingga tersumbat. Kondisi ini disebut dengan trauma inhalasi. Bila trauma inhalasi terjadi dan tidak segera diatasi, penderita akan mengalami sesak napas, batuk, terdengar mengi, hingga gagal napas.

  1. Peradangan saluran pernapasan bagian atas

Debu vulkanik yang mencemari udara bisa mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan bagian atas, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga trakea. Gejala yang terjadi bervariasi, mulai dari iritasi hidung, batuk, nyeri tenggorokan, hingga suara serak. Peradangan ini dapat menyerang segala usia, tetapi bayi, anak, dan lansia lebih rentan mengalaminya.

  1. Kambuhnya alergi dan asma

Pengidap asma atau alergi tertentu bisa kambuh ketika menghirup udara bercampur debu vulkanik. Saat kambuh, kondisi yang biasanya terjadi adalah rasa sesak napas, dada terasa berat, suara napas terdengar mengi dan batuk.

  1. Gangguan paru-paru kronis

Secara jangka panjang, komponen mineral dalam debu vulkanik yang telah terhirup bisa tetap tinggal di jaringan paru-paru dan merusak sel paru (pneumosit). Kondisi ini disebut dengan silikosis.

Silikosis termasuk dalam kelompok penyakit pneumonitis yang disebabkan oleh partikel dalam paru. Partikel ini akan menyebabkan jaringan paru rusak dan terbentuk jaringan parut. Akibatnya, kemampuan paru untuk mengembang menjadi terganggu, sehingga penderita akan sulit bernapas.

1 dari 2 halaman

Tips mencegah infeksi saluran pernapasan akibat erupsi gunung berapi

Saat ini, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Agung diimbau oleh pemerintah untuk tetap tenang, dan jangan terpancing isu-isu yang menyesatkan. Untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akibat letusan Gunung Agung, dr. Sara Elise Wijono, M.Res, dari KlikDokter merekomendasikan Anda untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Hindari abu masuk ke dalam ruangan. Tutup semua pintu dan jendela. Selain itu, celah pada pintu atau jendela sebaiknya ditutup dengan kain basah.
  2. Hindari keluar ruangan. Anda dan keluarga tidak disarankan pergi ke luar ruangan saat abu sedang menyebar. Dalam situasi seperti itu, Anda dan keluarga sebaiknya tinggal di dalam ruangan yang sudah ditutup.
  3. Hindari berkendara. Berkendara juga dapat membahayakan nyawa saat sedang hujan abu. Sebab, hujan abu dapat mengganggu pandangan dan membuat jalanan menjadi licin.
  4. Perlindungan pribadi. Langkah lain untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akibat hujan abu, gunakan masker khusus. Apabila sulit menemukan masker atau tidak tersedia, buatlah masker sendiri dengan menggunakan kain. Kain akan berguna sebagai filter untuk partikel debu yang kecil. Agar lebih efektif, Anda dapat mencoba membasahi kain tersebut.
  5. Perhatian khusus bagi anak. Jagalah anak Anda dan usahakan agar tidak bermain atau bergerak aktif karena dapat meningkatkan usaha napas. Akibatnya partikel abu jadi lebih mudah terhirup hingga ke paru-paru.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akibat abu gunung berapi.

Memang erupsi Gunung Agung menciptakan kepanikan dan kekhawatiran bagi warga setempat. Untuk melindungi diri dan keluarga, sebisa mungkin patuhi imbauan resmi dari pemerintah dan senantiasa menjaga kesehatan. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah dengan melindungi diri agar tidak terkena infeksi saluran pernapasan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar