Sukses

Hindari 5 Penyakit Ini dengan Mengikuti Program KB

Tidak hanya mengontrol jumlah anak dalam suatu keluarga, program KB juga dapat mencegah Anda terkena berbagai penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Keluarga berencana (KB) merupakan program yang dirintis oleh para dokter ahli kandungan sejak tahun 1950-an, sebelum akhirnya pada tahun 1972 ada Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). BKKBN merupakan lembaga yang bergerak dalam usaha keluarga berencana.

BKKBN ini resmi menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen, berada tepat di bawah presiden. Saat ini BKKBN sudah berubah menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. 

Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk

Pada prinsipnya, program KB bertujuan untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera, serta berkualitas. Menurunnya laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran total menjadi bagian dari strategi BKKBN dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015–2019. 

Beberapa upaya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Misalnya dengan meningkatkan pemakaian kontrasepsi dari memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan program KB, menurunkan tingkat kehamilan yang tidak diinginkan pada kelompok perempuan usia subur (15–49 tahun), dan menurunkan angka kelahiran pada kelompok usia remaja (15–19 tahun).

Sehat lewat program KB

Kelebihan lain program keluarga berencana adalah dapat membantu Anda terhindar dari berbagai penyakit. Berikut beberapa penyakit yang bisa Anda hindari:

1. Komplikasi pada kehamilan

Dengan mengikuti program keluarga berencana, pasangan suami istri bisa memberi jarak antar kehamilan dan menunda kehamilan. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya kehamilan pada usia yang terlalu muda, terlalu tua, atau jarak kehamilan terlalu dekat.

Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit atau komplikasi pada kehamilan, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), preeklamsia, persalinan prematur, abortus (keguguran), hingga kematian ibu.

2. Kanker sistem reproduksi

Risiko mengalami kanker ovarium terbukti menurun pada perempuan yang mengonsumsi pil KB, apalagi semakin lama durasi yang digunakan. Selain itu, konsumsi pil KB juga dipercaya dapat menurunkan risiko kanker endometrium (dinding otot rahim).

Hal ini bisa terjadi karena efek kandungan hormon estrogen dan progesteron pada pil KB yang dikonsumsi tersebut.

3. Penyakit menular seksual

Selain menunda kehamilan, dengan menggunakan alat KB seperti kondom, Anda dapat mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual, seperti HIV, gonorhea, HPV, herpes, dan lainnya.

Selain itu, pada pasangan yang salah satunya mungkin sudah mengalami HIV, program KB dapat menghindarkan Anda dari kehamilan yang tidak diinginkan, seperti penularan HIV dari ibu kepada anak.

4. Kelainan bawaan pada anak

Kehamilan yang terlalu muda atau terlalu tua dan jarak kehamilan terlalu dekat dapat berisiko menimbulkan masalah pada janin yang dikandung. Masalah-masalah tersebut antara lain bayi berat lahir rendah (BBLR), down syndrome, spina bifida, intrauterine growth restriction (IUGR), kelahiran prematur, hingga kematian janin.

5. Gangguan kejiwaan

Perencanaan keluarga yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kondisi ekonomi keluarga secara keseluruhan. Misalnya, memiliki anak yang jumlahnya banyak atau jarak usianya terlalu dekat.

Kondisi ini dapat menimbulkan masalah dalam perencanaan ekonomi satu keluarga, karena setiap anak adalah tanggung jawab orang tuanya. Bila orang tuanya tidak dapat mengatasi masalah tersebut, gangguan kejiwaan karena masalah tersebut sangat mungkin terjadi.

Itulah serangkaian penyakit yang dapat Anda hindari dengan mengikuti program KB. Perencanaan keluarga sebaiknya dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum pernikahan dimulai.

Dengan mengikuti program KB, Anda juga telah berkontribusi untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Anda turut membantu pemerintah menciptakan individu-individu yang berkualitas.

Jadi tunggu apalagi? Ayo bergabung dalam program KB untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menyesuaikan alat kontrasepsi yang sesuai, sehingga bisa terwujud keluarga yang terencana.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar