Sukses

Tak Cuma Saat Lebaran, Ini Perlunya Hindari Minuman Soda

Meski sering hadir di tengah menu Hari Raya Idul Fitri, minuman bersoda sebaiknya menjadi pilihan terakhir yang Anda konsumsi. Ini alasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat merayakan hari Lebaran, minuman bersoda kerap hadir di tengah meja makan. Minuman ini memang amat populer, sehingga sering dipilih sebagai konsumsi sehari-hari. Enak, menyegarkan, dan punya rasa manis yang khas. Namun di balik itu, minuman soda ternyata dapat mengundang segudang masalah kesehatan.

Berdasarkan penuturan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, soda sebenarnya tidak baik untuk dikonsumsi.

“Menurut para ahli gizi, minuman soda bisa memicu risiko beragam penyakit, salah satunya adalah kanker,” ujar dr. Sepri.

Penelitian tentang bahaya minuman soda

Terdapat sejumlah studi yang menyebutkan bahwa konsumsi minuman soda tidak berhubungan dengan kanker kolon (usus besar). Namun di lain pihak, ada pula beberapa penelitian yang menyatakan hal sebaliknya.

Berdasarkan studi di Singapura yang dimuat dalam jurnal Cancer Epidemiology, mereka yang mengonsumsi minuman soda lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko mengalami kanker kelenjar pankreas. Itu terjadi karena kadar gula yang tinggi dalam minuman soda menyebabkan kelenjar pankreas “dipaksa” untuk mengeluarkan insulin guna mengolah gula di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, zat pewarna dalam minuman soda – 4-methylimidazole (4-MEI) – juga berpotensi menyebabkan kanker. Sebuah studi menyebutkan, zat 4-MEI yang menciptakan warna karamel atau kecokelatan pada minuman ringan dapat memicu kejadian kanker darah (leukemia) dan kanker paru.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal PLoS One tersebut menyatakan bahwa semakin gelap warna minuman soda, semakin tinggi pula kadar pewarna 4-MEI di dalamnya. Kondisi ini juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Hindari minuman soda sekarang juga!

Secara kandungan gizi saja, minuman soda memiliki tingkat nutrisi rendah dan kadar gula yang tinggi. Adapun kandungan lain pada minuman soda yang disampaikan oleh dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, yaitu kafein.

“Minuman bersoda mengandung kafein yang tinggi, serta terkadang beberapa soda mengandung pemanis buatan. Bagi ibu hamil, kafein dalam jumlah besar dapat menembus plasenta dan berbahaya untuk bayi,” ujar dr. Andika.

Tak berhenti di situ, berbagai penelitian pun telah membuktikan bahwa minuman soda dapat menyebabkan masalah kesuburan. Hal ini semakin memperkuat mengapa minuman bersoda sebaiknya tidak dikonsumsi, meski hanya sedikit. Hal tersebut dikhawatirkan menjadi kebiasaan dan bikin ketagihan untuk menambah lagi.

“Jika Anda adalah penggemar minuman soda, mulailah mengurangi konsumsi minuman jenis ini. Kosumsilah air mineral, susu, atau jus buah alami sebagai alternatif pengganti minuman soda,” kata dr. Sepri.

Ciptakan Lebaran yang lebih sehat, dengan mengurangi atau menghindari minuman soda sama sekali. Dengan begitu, diharapkan penyakit berbahaya seperti kanker tak terjadi di kemudian hari. Sayangi tubuh demi menikmati hidup dengan bahagia pada setiap momen Lebaran dari tahun ke tahun!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar