Sukses

Kiat Memotivasi Anak Tanpa Perlu Memberi Imbalan

Berikan motivasi pada anak tanpa perlu memberi imbalan. Pelajari kiat tersebut di bawah berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda memberi motivasi anak sambil menawarkan untuk memberi imbalan? Mungkin sang anak akan segera menuruti permintaan Anda. Bukan karena ingin membantu, bisa saja karena ia mengharapkan hadiah yang Anda tawarkan di awal.

Dilansir Psychology Today, Anda sebenarnya sedang menggunakan teknik pembelajaran klasik dalam psikologi. Logika di balik penerapan cara ini cukup intuitif, yakni perilaku yang dihargai lebih mungkin untuk diulangi.

Selain pada manusia, tindakan ini kerap dipraktikkan pada hewan peliharaan seperti anjing. Dampaknya tentu bagus dan manjur.

Masalahnya adalah cara kerja tindakan ini. Apa yang dilakukan oleh sistem pemberian imbalan adalah mengajarkan seseorang untuk mengharapkan imbalan atas perilaku tertentu. Bahayanya, jika Anda berhenti memberikan imbalan, maka bisa jadi seseorang enggan melakukan apa yang Anda minta.

Ketika Anda meminta anak untuk melakukan sesuatu, mereka mungkin akan merespons dengan meminta sesuatu terlebih dahulu. Hal inilah yang menurut sejumlah penelitian, dapat meruntuhkan pengembangan motivasi internal.

Misalnya, jika Anda menyemangati anak untuk belajar dengan memberikannya mainan. Akibatnya, motivasi belajar anak mungkin sepenuhnya didasarkan pada menerima hadiah, bukan oleh keinginan untuk menjadi lebih baik.

Berdasarkan rekomendasi dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, Anda dapat memotivasi anak tanpa perlu memberikan imbalan dengan cara sebagai berikut:

1. Membangkitkan minat anak

Pertama-tama, carilah tahu minat anak Anda terlebih dulu. Apabila anak tertarik akan suatu hal, ia akan dengan senang hati dan bersemangat melakukannya. Anak akan merasa ingin tahu dan berusaha lebih.

Karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui minat anak terhadap suatu hal. Anda juga dapat membangkitkan minat anak terhadap suatu hal yang dirasakan penting dan akan berguna bagi masa depannya kelak.

“Jangan menyepelekan atau menganggap bahwa kesenangannya akan suatu hal tidak berguna. Anda dapat memberi nasihat, namun jangan mencela atau merendahkan minatnya tersebut,” ujar dr. Karin.

2. Mencari letak kurangnya motivasi anak

Anak Anda tampak malas dan tidak bersemangat? Jangan langsung mencapnya sebagai anak malas dan memarahinya, apalagi mengancam akan menghukumnya jika ia melanggar atau memberikan hasil yang tidak memuaskan. Hal tersebut hanya akan menyebabkan ia makin marah dan kehilangan motivasi.

Duduklah bersamanya. Tanyakan baik-baik apa yang menjadi masalahnya, mengapa ia tidak menyukai dan tidak ingin melakukan suatu hal tertentu. Ceritakan pentingnya hal tersebut untuk dilakukan – misalnya belajar, menyelesaikan PR – bagi dirinya, dan apa akibatnya jika ia tidak menimba ilmu di sekolah dengan baik.

Menurut dr. Karin, orang tua juga sebaiknya tidak mengkritik anak. Sebaliknya, nyalakan semangat anak dengan mengatakan bahwa ia dapat melakukannya dan Anda bangga dengan pencapaiannya nanti, apa pun hasilnya.

3. Sabar

Anda harus bersabar dan menunggu, jangan menyerah. Jangan tergoda untuk mendorong anak terlalu jauh, yang malah berisiko membuatnya kehilangan motivasi dan putus asa.

Biasanya, pada titik inilah Anda tergoda untuk memotivasi anak dengan menawarkan imbalan. Sebaiknya jangan dulu melakukan hal itu karena ditakutkan bakal menjadi kebiasaan.

Sebagai orang tua, cobalah memahami bahwa memberikan imbalan tidak selalu baik untuk membuat anak berusaha dengan lebih baik. Tujuan sebenarnya yang penting adalah menanamkan motivasi intrinsik kepada anak, dimana dorongan untuk berperilaku baik berasal dari keinginan diri sendiri, bukan karena ingin mendapatkan hadiah atau takut dihukum.

[RS/ RVS]

1 Komentar