Sukses

Manfaat Donor Darah bagi Penerima dan Pendonor

Donor darah membawa manfaat kesehatan tidak hanya bagi penerima, tapi juga bagi pendonor. Apa saja manfaatnya?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahunnya, pada tanggal 14 diperingati sebagai World Blood Donor Day, atau Hari Donor Darah Sedunia. Peringatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah secara sukarela menyumbangkan darahnya guna membantu orang yang membutuhkannya. Manfaat donor darah yang biasanya didapat para penerima (resipien), juga sebenarnya dirasakan juga oleh para pendonor (donor).

Untuk itu, perlu pula dilakukan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai aktivitas donor darah. Hal-hal yang perlu dipahami di antaranya kualitas, keamanan, dan ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Manfaat donor darah

Selain bermanfaat bagi penerima atau resipien donor darah, kegiatan ini juga memiliki serangkaian manfaat bagi pendonor (donor). Berikut adalah beberapa manfaat yang didapatkan oleh mereka yang mendonorkan darah:

1. Menurunnya risiko terjadinya penyakit jantung

Pada darah, terdapat salah satu mineral yang dikenal sebagai zat besi. Zat ini memengaruhi kekentalan darah. Kadar zat besi yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan kekentalan darah dan mempercepat proses oksidasi dari kolesterol.

Menurut salah satu penelitian yang dipublikasikan di jurnal kesehatan American Journal of Epidemiology, donor darah dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 33% dan risiko mengalami serangan jantung hingga 88%.

Selain itu, data yang didapatkan dari American Medical Association juga menyampaikan bahwa mendonorkan darah setiap 6 bulan dapat menurunkan risiko seseorang untuk mengalami serangan jantung dan stroke pada populasi yang berusia di antara 43 dan 61 tahun.

2. Meningkatnya pembakaran kalori

Donor darah juga diketahui dapat meningkatkan pembakaran kalori pada tubuh. Secara rata-rata, saat seseorang mendonorkan darah sejumlah sekitar 450 mL, dikatakan bahwa jumlah kalori yang terbakar adalah sekitar 650 kCal.

Akan tetapi, jangan menjadikan donor darah sebagai cara utama untuk membakar kalori, karena seseorang hanya dapat mendonorkan darah paling cepat setiap 3 bulan, bergantung dari kondisi kesehatan dan kadar hemoglobin yang dimiliki.

3. Kesehatan hati  lebih terjaga

Donor darah juga bermanfaat dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit hati yang disebabkan oleh penumpukan zat besi di dalam tubuh.

Asupan makanan yang kaya zat besi dapat meningkatkan jumlah zat besi di dalam tubuh, dan karena proporsi yang dapat diabsorpsi terbatas, sisa zat besi disimpan di jantung, hati, dan pankreas. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya sirosis hati. Oleh sebab itu, donor darah secara rutin juga dapat menurunkan risiko terjadinya kondisi tersebut.

4. Menstimulasi produksi sel darah

Setelah melakukan donor darah, tubuh akan bekerja untuk mengganti kehilangan darah yang terjadi. Donor darah akan menstimulasi produksi sel darah yang baru, sehingga membantu menjaga kesehatan tubuh.

5. Turunnya risiko kanker

Salah satu penelitian yang ada menunjukkan bahwa donor darah juga dapat menurunkan risiko seseorang untuk mengalami kanker. Hal ini dikatakan berkaitan dengan kemampuan donor darah dalam menjaga kadar zat besi agar tetap berada pada batas normal di dalam darah.

Tema yang diangkat dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia tahun ini adalah ‘Blood donation as an action for solidarity’ atau ‘Donor darah sebagai aksi solidaritas’. Tema ini mencerminkan nilai manusiawi yang fundamental terkait altruism, persahabatan, empati, dan kebaikan yang mendasari prinsip dari rasa sukarela yang dimiliki oleh para pendonor darah.

Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dari kegiatan donor darah, individu yang memenuhi kriteria untuk menjadi pendonor dapat melakukan donor darah guna membantu orang yang membutuhkan sekaligus menjaga kesehatan tubuh diri sendiri. Yuk, donor darah!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar