Sukses

Suka Makanan Manis, Pasti Kena Diabetes Mellitus?

Benarkah suka makan makanan manis dan tinggi gula bisa sebabkan Anda terkena diabetes mellitus?

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda sering membaca tentang diabetes mellitus, Anda tentu banyak menemukan hubungan yang erat antara diabetes dengan gula. Namun, ada sejumlah mitos tentang diabetes yang kurang tepat dan perlu diluruskan. Salah satunya adalah makan makanan manis yang tinggi akan gula akan membuat Anda kena diabetes.

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya Anda mengetahui lebih jauh tentang gula, definisinya dan berbagai jenisnya. Gula secara alami terdapat dalam berbagai jenis makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan produk susu. Selain gula alami, gula juga dapat ditambahkan ke dalam minuman dan makanan, baik oleh produsen maupun oleh Anda di rumah.

Perdebatan mengenai hubungan antara gula dan diabetes, banyak berkutat seputar gula tambahan pada makanan dan minuman, seperti gula meja yang biasa ditambahkan pada minuman, gula tambahan saat membuat kue, atau gula tambahan pada produk kemasan seperti saus produk siap saji lainnya.

Banyak makan manis = diabetes?

Secara awam, orang lebih banyak mengenal diabetes yang berhubungan dengan pola hidup seseorang. Padahal, terdapat dua tipe utama diabetes yang memiliki profil yang berbeda, tetapi sering disalahpahami oleh masyarakat umum.

Pada diabetes tipe 1, seseorang dapat dikatakan lahir dengan diabetes. Sistem kekebalan tubuh seseorang dengan diabetes tipe 1, menghancurkan sel produsen insulin yang ada di pankreas. Diabetes tipe ini bukan diakibatkan oleh gaya hidup atau hobi makan makanan manis, tetapi kondisi genetik.

Sementara itu, diabetes yang sering disebut dalam percakapan masyarakat kebanyakan adalah diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor keturunan dan gaya hidup. Meski tidak secara langsung disebabkan oleh tingginya konsumsi makanan manis dan gula, diabetes tipe 2 sering kali dipicu oleh kegemukan dan obesitas. Dua kondisi inilah yang kerap berkaitan dengan konsumsi makanan tinggi gula.

Lemak tubuh dan insulin

Kegemukan dan obesitas dapat memicu diabetes akibat perubahan kimia tubuh yang disebabkan oleh tingginya lemak tubuh, terutama di bagian sentral atau perut dan pinggang. Hormon yang dihasilkan oleh lemak memengaruhi aktivitas hormon lainnya, salah satunya insulin yang mengatur metabolisme gula dalam darah.

Gula dan glukosa adalah sumber energi utama tubuh yang didapatkan kebanyakan dari karbohidrat, seperti yang terkandung dalam nasi, kentang, roti, buah, dan susu. Setelah makanan dicerna, glukosa dilepaskan dan diserap ke dalam darah. Glukosa ini kemudian digunakan sebagai sumber energi oleh sel dengan bantuan insulin yang diproduksi di pankreas.

Saat berat badan Anda bertambah, lemak tubuh akan memproduksi hormon lebih banyak yang membutuhkan lebih banyak insulin untuk dapat memetabolisme glukosa secara lebih efektif. Kebutuhan insulin yang meningkat ini, sering kali tidak dapat diimbangi oleh kemampuan pankreas untuk memproduksinya sehingga menimbulkan diabetes.

Kegemukan juga dapat membuat sel tubuh menjadi tidak sensitif terhadap insulin, sehingga meski banyak diproduksi, insulin menjadi tidak terpakai dan menumpuk. Akhirnya glukosa pun tidak dapat dimetabolisme.

Kesimpulannya, tidaklah tepat mengatakan bahwa suka mengonsumsi makanan manis dan tinggi gula akan serta-merta menyebabkan menderita diabetes. Yang tepat adalah terlalu banyak makan makanan yang manis dapat memperbesar risiko Anda mengalami kegemukan dan obesitas, salah satu faktor utama seseorang dapat menderita diabetes mellitus tipe 2.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar