Sukses

Tips Agar Bayi Tidak Mati Mendadak Akibat SIDS

Sudden Death Infant Syndrome menjadi momok yang ditakuti para orang tua. Lindungi bayi Anda dari ancaman tersebut dengan tips berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Sudden Death Infant Syndrome (SIDS) menjadi penyebab kematian yang paling sering menimpa bayi usia satu bulan hingga satu tahun. Sindrom ini dapat terjadi secara tiba-tiba, bahkan pada bayi yang terlihat sehat sekalipun.

Data yang ada menyebutkan, SIDS menjadi penyebab kematian paling umum pada usia di bawah satu tahun di Amerika Serikat. Bahkan pada tahun 2015, keadaan ini menyebabkan sekitar 1.600 bayi meninggal di negara tersebut.

Bagaimana dengan di Indonesia? Hingga saat ini memang belum ada data pasti yang mencatat hal tersebut. Meski demikian, tetap saja hal ini tidak bisa dianggap remeh.

Mendeteksi Risiko SIDS Sejak Dini

Menurut dr. Kartika Mayasari dari Klikdokter.com, penyebab terjadinya SIDS masih belum diketahui pasti hingga saat ini. Bahkan, SIDS pun tidak memberikan gejala yang spesifik.

“Maka dari itu, mengetahui faktor risiko SIDS adalah cara terbaik untuk mencegah kematian mendadak akibat kondisi ini,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Kartika membeberkan beberapa faktor risiko SIDS sebagai berikut:

  • Menidurkan bayi dengan posisi tengkurap dalam waktu lama
  • Kelainan anatomi tubuh
  • Berat badan lahir rendah
  • Infeksi pernapasan
  • Lahir secara prematur
  • Riwayat SIDS pada kedua orang tua
  • Sang ibu memiliki kebiasaan merokok atau minum alkohol saat hamil
  • Bayi memiliki jenis kelamin laki-laki.

Mencegah Kematian Mendadak Akibat SIDS

Setelah mengetahui seberapa besar risiko bayi terkena SIDS, langkah selanjutnya yang wajib Anda lakukan agar si Kecil tidak mengalami keadaan mengerikan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lakukan pemeriksaan prenatal

Prenatal alias pemeriksaan sebelum kelahiran sangat baik untuk dilakukan, guna mengetahui kesehatan janin di dalam kandungan. Lewat pemeriksaan ini, risiko bayi mengalami keadaan yang berhubungan dengan SIDS seperti berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur juga bisa dideteksi dan ditindak sedini mungkin.

2. Jauhi rokok dan alkohol selama kehamilan

Jauhi kebiasaan merokok dan minum alkohol selama hamil. Ingat. kedua hal tersebut merupakan faktor risiko SIDS, seperti yang telah dipaparkan oleh dr. Kartika di atas. Selain itu, pastikan pula lingkungan sekitar bayi benar-benar terbebas dari asap rokok maupun zat iritan lainnya.

3. Tidurkan bayi dengan posisi telentang

Bayi yang diposisikan tengkurap saat tidur memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami gangguan saat bernapas. Dirinya juga berisiko menghirup kembali udara yang baru dikeluarkan, sehingga pasokan oksigen yang didapat menjadi lebih sedikit.

Oleh karena itu, untuk memperkecil risiko terjadinya SIDS, Anda dianjurkan untuk menidurkan bayi pada posisi telentang. Jika hendak memosisikannya secara tengkurap, Anda dapat melakukannya saat bayi terjaga.

4. Berikan ASI eksklusif

ASI yang diberikan pada enam bulan pertama kehidupan bayi (ASI eksklusif) mampu menurunkan risiko terjadinya SIDS hingga separuhnya. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak lupa untuk menyusui bayi, khususnya saat enam bulan pertama kehidupannya.

5. Pilih tempat tidur bayi yang baik

Pilihlah tempat tidur dengan permukaan yang datar dan rata. Hindari menidurkan si Kecil di kasur yang terlalu empuk, kasur air, atau sofa. Hindari pula penggunaan pelindung pada sisi kasur (baby box), karena membuat sirkulasi udara kurang baik dan menyebabkan gangguan pada jalan napas bayi.

6. Lakukan vaksinasi lengkap

Pastikan bayi mendapatkan setiap vaksinasi yang direkomendasikan pemerintah. Dengan demikian, risiko SIDS bisa berkurang hingga 50 persen. Jadi, patuhi setiap jadwal vaksinasi yang ada dan jangan pernah melewatkan salah satunya, ya!

Jangan biarkan Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS merenggut masa depan si Kecil. Lakukan tindakan pencegahan sekarang juga dan jangan ragu untuk segera membawa bayi ke dokter jika dirinya sakit atau mengalami masalah pada kesehatannya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar