Sukses

5 Tips Menghilangkan Kebiasaan Mengorok

Ingin terhindar dari kebiasaan mengorok? Coba atasi dengan cara-cara berikut!

Klikdokter.com, Jakarta Mengorok sudah menjadi salah satu kebiasaan yang dialami oleh banyak orang saat tidur. Kondisi ini terjadi ketika aliran udara pernapasan menimbulkan getaran pada langit-langit mulut, jaringan lunak mulut, hidung, atau tengorokan ketika sedang tidur.

Menurut American Academy Of Otorhinolaringology, sekitar 45% orang dewasa pernah mengorok, dan lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan wanita. Tapi kebiasaan mengorok dapat mengganggu kondisi kesehatan orang yang mengalaminya. Selain itu, mengorok tentu juga dapat mengganggu orang lain yang tidur berdekatan.

Nah, sebelum kebiasan mengorok Anda semakin buruk dan mengganggu ketenangan orang lain yang tidur berdekatan dengan Anda, sebaiknya Anda mencoba kiat menghilangkan kebiasaan ngorok berikut ini.

1. Ubah posisi tidur

Ketika tidur dalam posisi telentang, pangkal lidah jatuh ke dinding belakang kerongkongan sehingga dapat menimbulkan suara ngorok saat tidur. Dengan mengubah tidur dalam posisi miring, kondisi mengorok dapat dihindari karena udara akan lebih mudah mengalir. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menaikkan posisi kepala Anda saat tidur, karena posisi ini dapat mengurangi ngorok yang terjadi.

2. Menurunkan berat badan

Jika Anda memiliki berat badan yang berlebih, sebaiknya turunkan berat badan. Dengan begitu akan membantu mengurangi jumlah lemak di leher yang dapat mengecilkan diameter tenggorokan.

Anda juga dapat menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan kalori. Caranya, makanlah dalam porsi kecil dan tambahkan makanan yang bergizi. Jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin.

3. Hindari konsumsi alkohol, obat penenang, dan hentikan merokok

Konsumsi alkohol dan obat penenang dapat membuat otot tenggorokan menjadi rileks secara berlebihan, sehingga menimbulkan ngorok. Bila Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, sebaiknya beri jarak dari waktu tidur Anda paling tidak selama 2 jam.

Menghentikan kebiasaan merokok juga dapat membantu mengurangi ngorok Anda dan menurunkan risiko terserang berbagai penyakit. Konsultasikan dengan dokter cara yang tepat untuk berhenti merokok.

4. Cukupi waktu tidur

Pastikan waktu tidur Anda cukup. Setiap orang dewasa disarankan untuk tidur malam minimal selama 7 jam. Sedangkan waktu tidur yang disarankan untuk anak-anak bervariasi sesuai umur. Anak usia pra sekolah sebaiknya tidur antara 10-13 jam per hari. Anak usia sekolah sebaiknya tidur selama 9-12 jam per hari. Terakhir, anak remaja sebaiknya tidur selama 8-10 jam per hari.

5. Atasi sumbatan hidung

Kondisi alergi atau pilek dapat menurunkan aliran udara yang melalui hidung, sehingga membuat Anda bernapas melalui mulut. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya ngorok. Coba hindari faktor pencetus alergi (alergen) Anda.

Alergen yang berada dalam kamar atau pada bantal dapat meningkatkan risiko timbulnya dengkuran. Bersihkan bantal setiap 2 minggu dan ganti setiap 6 bulan. Hindari pula memasukkan binatang peliharaan ke dalam kamar tidur Anda.

Saat terkena pilek, atasi pilek Anda dengan mandi air panas sebelum tidur dan membilas rongga hidung dengan air garam.

Dengan demikian, Anda bisa mencoba kiat-kiat di atas untuk mengatasi kebiasaan mengorok Anda. Bila dengan kiat-kiat di atas ngorok belum menghilang, segera periksakan diri Anda ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Jangan biarkan kebiasaan mengorok yang Anda alami berlarut-larut. Kebiasaan mendengkur ini tidak hanya bisa membahayakan kondisi kesehatan Anda, tapi bisa juga mengganggu kenyamanan tidur orang-orang yang berada di sekitar Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar