Sukses

Menu Sehat Buka Puasa yang Cocok untuk Anak

Selama berpuasa, anak-anak memerlukan asupan yang bernutrisi sebagai pengganti energinya yang terkuras. Seperti apa menu buka puasa yang sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Berpuasa dapat memberikan berbagai manfaat baik bagi anak Anda. Karena harus menahan diri dari lapar dan dahaga, maka sistem pencernaannya, enzim, dan hormon pencernaannya juga ikut beristirahat. Untuk menjaga tubuh si Kecil tetap sehat selama berpuasa, berikan menu sehat buka puasa yang tepat.

Berbeda dengan orang dewasa, dr. Reza Fahlevi menjelaskan bahwa anak memiliki aspek tumbuh kembang. Salah satu faktor yang cukup berarti dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya adalah faktor nutrisi.

Selama berpuasa, kebutuhan gizi anak –baik makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral), harus tetap terjaga. Pastika untuk memberikan menu buka puasa yang sehat.

“Pilih takjil yang sehat dan bergizi seperti buah dan sayur. Dengan demikian, nutrisi anak tetap terjaga meski sedang berpuasa,” jelas dr. Reza.

Menu buka puasa sehat si Kecil

Untuk menu berbuka, pastikan Anda memberikan menu yang mampu mengembalikan tenaga si Kecil. Hal yang terpenting adalah asupan cairan yang cukup.

Berikut ini adalah beberapa contoh menu sehat yang bisa Anda sajikan sebagai menu buka puasa bagi si Kecil di rumah:

1. Kurma

Kandungan gula alami pada kurma cukup untuk menggantikan kebutuhan gula selama berpuasa. Selain itu, kurma juga kaya serat, sehingga dapat melancarkan sistem pencernaan.

2. Potongan buah segar

Buah segar adalah hidangan berbuka puasa yang sangat baik dengan segala kandungan vitaminnya. Pilih buah bertekstur lembut dan tidak asam –seperti pepaya, pisang, dan melon, agar mudah dicerna oleh usus.

3. Yoghurt

Produk susu olahan ini kaya akan sumber energi, protein, mineral, dan vitamin. Selain itu, yoghurt juga bermanfaat memperbaiki sistem pencernaan, sehingga anak Anda tetap sehat dan nyaman selama puasa.

Berikan campuran buah potong untuk lebih mengenyangkan dan menambah nutrisi dalam menu berbuka anak Anda.

4. Puding

Teksturnya yang lembut tidak akan membuat usus kaget setelah kosong seharian. Berikan puding kesukaan si Kecil dan sertakan buah-buahan untuk menambah kandungan nutrisi di dalamnya. Cetak dalam bentuk yang lucu seperti boneka atau mobil-mobilan untuk menambah selera si Kecil.

5. Air kelapa murni

Air kelapa kaya akan mineral yang diperlukan untuk mengganti cairan elektrolit yang hilang selama anak berpuasa. Dengan minum air kelapa, anak Anda akan terhindar dari badan lemas. Berikan si Kecil air kelapa murni yang belum dicampur dengan bahan apa pun.

6. Salad sayur

Untuk mengganti kebutuhan nutrisi selama berpuasa, berikan si Kecil sayur-mayur agar tubuhnya teta sehat dan bugar meski telah berpuasa seharian. Berikan potongan daging tanpa kulit dan keju sesuai seleranya.

Mencegah anak kekurangan nutrisi saat puasa

Menurut dr. Melyarna Putri, anak yang belajar berpuasa pada bulan Ramadan sebaiknya diatur asupan makanannya dengan baik. Karena membutuhkan perhatian khusus, sebaiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut untuk mencegah anak kekurangan nutrisi selama menjalankan ibadah puasa:

  1. Anak harus terpenuhi kebutuhan kalori hariannya saat sahur dan buka puasa. Sebagai contoh, pada usia anak 7 tahun, kebutuhan kalorinya sebesar 1200–1600 kalori, ukuran ini tergantung pada aktivitas dan jenis kegiatannya.
  2. Beritahu anak apabila ia merasa berkunang-kunang dan pusing, segera informasikan kepada Anda atau keluarga yang berada di dekatnya.
  3. Sampaikan kepada anak untuk tidak memaksakan diri menyelesaikan puasa jika memang tidak kuat. Karena masih dalam tahap belajar, puasa yang dijalankannya belum merupakan kewajiban bagi mereka.

Saat anak mulai belajar berpuasa, Anda perlu memperhatikan asupan nutrisinya dengan baik. Jangan sampai puasa justru membuat si Kecil lemas dan mengurangi aktivitas bermain dalam tahap tumbuh kembangnya. Berikan ia menu sehat saat sahur dan buka puasa.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar